Uncategorized

FIRE Movement: Apa Frugal Living adalah jawabannya?

Setelah sebelumnya kita bahas soal pengertian FIRE, mari sekarang kita bahas soal bagaimana mencapainya. Udah berhasil hitung angka FIRE yang kamu butuhkan? Perlu di ingat bahwa angka ini bisa jadi sangat berbeda bagi setiap orang. Bisa sangat besar, atau malah sangat kecil. Tergantung pengeluaran yang kamu butuhkan setiap tahun. Dan yang dibahas ini adalah pengeluaran ya.. Kebutuhan uang harus kamu penuhi per tahun. Bukan berdasarkan pendapatan yang kamu punya. Karena pendapatanmu bisa jadi naik turun, tapi kebutuhan kamu itu tetap. Sekali lagi..kebutuhan yaaa.. Bukan keinginan. Kalau kamu mau menjadikan keinginan (yang tak terbatas) itu jadi kebutuhan, ya terserah yaa..

Atau mungkin kamu adalah seorang istri yang sudah pasti segala kebutuhan kamu di tanggung sepenuhnya oleh suami. Maka kamu bukan berarti gak perlu menyiapkan dana FIRE ini, tapi kamu bisa menyiapkannya, sebatas angka yang aman menurut kamu. terpisah dari keuangan keluarga yang kamu kelola. Konsep saving & investment seperti ini bisa dan perlu dilakukan oleh semua orang sebagai jaring pengaman keamanan keuangan kamu sendiri. 

Nah.. setelah mengetahui perhitungan kebutuhan angka yang dipersiapkan untuk FIRE, sekarang perlu dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Terus terang saya yakin angka 25x pengeluaran tahunan tentunya terasa sangat berat dan nyaris tidak mungkin dicapai bagi banyak orang. Angka ini tentunya memang tidak untuk dicapai dalam waktu satu malam saja. Kecuali anda nyambi ngepet atau miara tuyul yaa.. Wakakakak..

Banyak orang yang berpenghasilan tetap bulanan, kaum yang mengenal tanggal tua-tanggal muda,  atau mereka yang punya gaji belasan (yang katanya kalau tanggal belasan udah ngap-ngapan. hahaha..), merasa angka FIRE adalah angka yang mustahil diraih. Padahal apa sih yang gak mungkin di dunia ini. 

Kalau menurut banyak komunitas penggiat finansial, ada berbagai cara mencapai angka FIRE ini. Dua hal utama adalah Frugal living dan Investasi. 

Bicara mengenai frugal living, gaya hidup ini banyak dibicarakan dan dilakukan orang-orang beberapa tahun terakhir. Bahkan saya melihat banyak postingan sosial media, bicara tentang frugal living ini. Berbagi tips, bercerita kisah sukses frugal living dan lain sebagainya. 

Bagi yang belum tahu apa itu frugal living, pada dasarnya, Frugal living adalah konsep gaya hidup yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Manfaat frugal living tidak sekadar menghemat pengeluaran, tetapi juga meningkatkan tabungan dan mengurangi utang. 

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi disini. Pertama adalah gaya hidup dan kedua adalah mencukupi kebutuhan. 

Bicara tentang gaya hidup frugal living, ini bukan sekedar bicara penghematan besar-besaran, yang super pelit atau juga jadi “curang”, manipulatif atau tidak jujur demi keuntungan pribadi. Karena kalau melihat dari sosial media, banyak orang yang salah kaprah dengan frugal living ini dengan gaya hidup super pelit dan medit dan “mencurangi” orang lain demi keuntungan pribadi. Yang salah adalah bagian curang ini. 

Sebenarnya ada perbedaan yang cukup besar antara Frugal living ini dengan mindset pelit. Diantaranya: 

Pertama, Frugal Living mempunyai tujuan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijak untuk kebebasan finanasial di masa depan, Sementara mindset pelit malah sebisa mungkin menghindari pengeluaran demi mengumpulkan kekayaan. Jadi tujuan pelit hanya untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Kedua, kehidupan Frugal living tidak memiliki dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Kamu justru bisa tetap bisa bersosialisasi dan berkegiatan sosial dengan pengeluaran yang memang dibutuhkan, tapi mindset pelit akan berdampak pada kehidupan sosial dengan orang lain, karena kamu tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun, justru mengandalkan orang lain untuk mengeluarkan uang demi kamu.

Ketiga, kamu yang frugal living seharusnya tidak keberatan mengeluarkan uang bila memang itu menjadi sebuah kebutuhan, sedangkan mindset pelit punya perspektif yang berbeda saat mengeluarkan uang, kamu akan merasa menyesal atau merasa bersalah setelah mengeluarkan uang meskipun itu untuk kebutuhan dasar yang harus kamu penuhi.

Sekarang jelas kan, bedanya frugal living dengan pelit living? Aku sih masih oke ya temenan sama yang frugal living dibanding sama yang pelit. Big NOO!!! Abis nyebelin ya.. punya temen yang bener-bener kayak gak rela ngeluarin duit bahkan buat kebutuhan sendiri, buat kesenangan sendiri.

Pada dasarnya dengan frugal living, kita harus bisa memilah dan membedakan mana hal-hal yang memang kebutuhan, dan mana yang bukan kebutuhan tapi cuma keinginan semata. Ini terkait dengan gaya hidup minimalis sebenarnya. Makanya gaya hidup frugal living ini banyak sekali aspeknya. Bahkan saya sendiri masih sangat harus belajar banyak soal ini.

Butuh banyak kesadaran saat membeli. Gak bisa membeli sesuatu atas dasar “Wah.. lucu niih..”, “Wah.. kayaknya enak nih beli ini.”. gitu aja terus sampe keranjang toko oren dan toko ijo 99++. Problem belanja ini juga sebenarnya terkait dengan “dendam masa kecil” ya.. Dulu waktu kecil gak boleh beli ini itu, makanya pas besar jadi kayak brutal pengen ini itu langsung dibeli, pas udah beli juga nyesel atau malah jadi gak kepake karena cuma impulsif buying. Mulai sekarang bener-bener harus belanja dengan penuh kesadaran. Tanya ke diri sendiri minimal 3x, apa aku benar-benar butuh barang ini? atau gak harus sekarang, dll.

Ada banyak cara sebenarnya untuk memangkas pengeluaran kita. Kalau kamu bilang, boro-boro buat saving mengejar FIRE yang ratusan juta atau sekian Milyar itu. Buat hidup sampai akhir bulan aja kayaknya ngos-ngosan banget.. Yaa.. mungkin ini saatnya mulai berpikir ulang tentang bagaimana cara kamu mengeluarkan uang dan bagaimana cara kamu mendapatkan uang. Semua balik ke kamu sendiri, ke pilihan dan gaya hidup kamu sendiri.

So.. Sudah siap hidup frugal?

Cheers!

Menikah bikin bahagia?

Terakhir kali saya bercerita di blog ini mungkin saat saya belum menikah.. yaa.. udah lama bangeeeet.. Setelah begitu banyak drama soal blog ini.. yang kena virus lah.. gak bisa di akses lah.. akhirnya bisa nulis lagi disini..

Sekitar 4 tahun lalu saya memutuskan menerima ajakan teman lama untuk menikah.. Jujur aja, saat itu, walau kami sudah kenal lamaaaa banget, tapi gak pernah kebayang bakal menikah dengan orang ini.. hahahaha…

Beberapa hari lalu, dia bercerita soal temannya yang lagi pusing soal pernikahannya. menghadapi istrinya yang bla-bla-bla.. Saat itu, saya cuma bilang “Ya mungkin mereka baru selesai fase bulan madunya, mas..” suami saya pun bereaksi.. “kalo kita masih di fase bulan madu yah.. gak pernah ribut…” saya pun langsung manyun sambil elus dada…

Dia lupa kali ya, awal-awal pernikahan dia pernah bikin saya nangis karena berbagai hal.. Dari lupa pulang karena keasikan nongkrong ama temen-temen, atau bikin saya nangis kesel gara-gara rumah berantakan.. Wakakakakak..

Balik ke topik soal pernikahan yang bahagia. Dulu.. sebelum saya menikah, saya pernah membaca soal ragam fase-fase pernikahan.. Hal ini saya refleksikan pada contoh yang saya lihat.. pernikahan orang tua saya (yang gagal), saya membicarakan ini dengan suami, sama-sama belajar dari pengalaman itu, agar kami tidak mengulangi kesalahan yang sama.. agar tidak saling menyakiti satu sama lain..

Dari yang saya baca fase-fase pernikahan yang ada adalah :

  • Fase Bulan madu
  • Fase Realistis
  • Fase Pemberontakan
  • Fase Kerjasama
  • Fase Reuni
  • Fase Ledakan
  • Fase Penyempurnaan

Saya juga membicarakan fase-fase pernikahan ini, agar kami sama-sama siap menghadapi fase-fase pernikahan yang biasanya ada, bisa melewati segala naik turun kehidupan, atau apapun itu nantinya.. kita memang gak akan pernah bisa menduga kejutan apa yang akan datang dihidup kita nantinya, tapi ya… bismillah aja..

Mempersiapkan hal semacam ini sama sekali bukan hal mudah.. mengingat saya dan suami saya punya karakter yang bertolak belakang banget..

Dulu saya pikir Suami saya memang cool, woles dan santai.. ternyata lambat sodara-sodaraaaa… Dia benar-benar menikmati setiap hal dengan pelan.. Dia memang sosok pemerhati.. Diam memperhatikan banyak hal.. cuma gerak yang lambat ini cukup bikin saya stress di awal-awal pernikahan.. Sampai saya punya panggilan kesayangan untuk dia, yaitu “Kukang” si hewan lamban yang wolesnya bukan main.. Sementara dia memanggil saya “beruang” karena saya selalu marah-marah dan ngamuk kayak beruang.. wakakakakak…

Pasangan tentunya akan jadi orang yang paling berpengaruh pada karaktermu.. Sejak menikah, Walau prosesnya sama sekali tidak mudah, tapi kami jadi saling mempengaruhi satu sama lain.. Dia yang woles dan santai, bisa bikin saya memperlambat pace, dan bikin saya belajar menikmati setiap hal dalam hidup.. Termasuk hal-hal kecil yang sering kali saya abaikan.. sementara dia, juga jadi belajar bergerak lebih cepat, lebih taktis, dan juga hal-hal lainnya..

Bicara soal fase bulan madu, fase ini adalah fase penuh passion dan gairah. Semua terasa indah, konon fase bulan madu ini, rentangnya sangat beragam ada yang setahun, dua tahun, ada yang hitungannya mingguan atau bahkan berlangsung beberapa hari saja.. Jadi sejak sebelum menikah, saya sudah bersiap-siap kalau fase bulan madu ini udah selesai. walau begitu tetep aja bikin kesel, jengkel dan juga gemeeezzzz…

Ketika masuk ke fase realistis, banyak pasangan yang cukup goyah karena tidak sanggup menerima kenyataan ternyata pasangannya kayak gini atau kayak gitu… Dari hal kecil soal cara soal kipas angin menghadap mana, atau baru tau kebiasaan pasangan yang suka ngorok atau malas mandi, sampe hal besar kayak pola konsumsi pasangan atau juga kebiasaan lainnya yang kemudian berpengaruh ke banyak hal.. Gak sedikit pasangan yang gagal mempertahankan pernikahan di fase ini.. >_<

Setelah dari fase realistis, Masuk ke fase berikutnya adalah Fase pemberontakan.. Fase ini konon tidak bisa terhindarkan.. penyebabnya beragam, Dari rasa tidak puas terhadap satu atau beberapa hal, tetapi tidak menemukan jalan keluar, salah satu atau bahkan kedua pasangan memutuskan diam-diam melakukan pemberontakan, tetap kekeuh melakukan apa yang dia mau, kemudian berujung konflik yang lebih parah..

Dari yang saya baca, fase ini dimulai dari rasa bosan atau tidak puas terhadap keadaan yang ada. misalnya gak puas secara ekonomi, pengen kerja yang lain, tapi pasangan gak setuju, akhirnya diam-diam cari kerja, atau melakukan hal tanpa persetujuan pasangan.. dsb.. atau bisa juga soal ketidakpuasan terhadap pasangan.. alih-alih mengkomunikasikannya dan mencari jalan keluar sama-sama, salah satu diantara mereka memilih selingkuh dan sebagainya..

Banyak yang menyebut fase pemberontakan ini termasuk fase kritis.. Kalo baca dan membayangkan ini, tentu bikin sakit kepala yaaa… mudah-mudahan apapun itu kami bisa melewati setiap fase pernikahan dengan baik, dan langgeng sampai maut memisahkan.. Fase-fase lain karena belum kebayang gak saya bahas dulu disini ya.. Masih strugling dengan fase yang sekarang dan menghadapi fase yang akan datang nih.. wakakakakak….

Tapi kalau dipikir-pikir, alhamdulillah juga Suami masih merasa kami ada di fase bulan madu, artinya dia masih bahagia dan passionate dengan pernikahan ini.. Masih rada jauh ke fase-fase berikutnya.. hahaha… aamiin…

Buat kamu yang sudah menikah, kira-kira kamu ada di fase mana sekarang?? Dimanapun fase kamu berada, mudah-mudahan pernikahan (selalu) bikin bahagia..

Menghias Tumpeng sederhana tapi cantik

Tumpeng adalah sebuah sajian khas indonesia.. kita tentu sudah sangat familiar dengan sajian berbentuk gunungan, lengkap dengan berbagai macam lauk pauk di sekelilingnya. Tumpeng umumnya ada 2 macam, yaitu warna kuning dan putih. Namun yang lebih laris adalah yang berwarna kuning. Selain cantik, rasanya juga lezat..

image

Komposisi lauk tumpeng ini bisa macam-macam..
-Nasi Kuning / Nasi Uduk
– Ayam goreng
– Perkedel / sambal goreng kentang
– kering tempe kacang / tempe tahu bacem
– mie goreng / Bihun goreng
– Urap / Lalapan
– Krupuk
– Sambal

Kebetulan hari ini saya mendapat pesanan tumpeng dari salah satu pelanggan catering harian.. lumayan dadakan.. tapi karena sudah biasa bikin, jadi optimis aja bakal jadi.. :))

Yang bikin makin seru adalah, saat tumpeng hampir jadi, si pelanggan ini meminta ada ucapan “selamat ulang tahun” ditumpengnya.. nah lo.. walau belum kebayang gimana dan pake apa bikinnya, saya sanggupi saja permintaannya.. saya ngubek-ngubek kulkas dan nemu wortel.. akhirnya coba-coba bikin huruf dari wortel (milih wortel karena warnanya cantik, dan wortel termasuk sayuran yang kering, mudah di ukir, tapi tidak cepat berubah warna).

Dan taraaaaa… berhasiiilll… tanpa cetakan atau semacamnya, saya berhasil membuat huruf-huruf ini tanpa makan banyak waktu. Dan setelah tahu bahwa ini adalah untuk syukuran ulang tahun gadis kecil, maka saya juga menambah ornamen bunga-bunga di bagian bawah.. saya bentuk wortel menyerupai bunga tulip, dan tangkainya pake batang cabai besar.. :)) mirip bunga beneraaaan… :))

image

Semua huruf dan bunga serta telur puyuh di atas, di tancapkan dengan lidi kecil supaya bisa nempel di tumpengnya.. dan karena kehabisan daun untuk pembatas, saya gunakan sisa cabai besar yang saya ambil tangkainya, lalu saya jadikan pembatas antar lauk.. simpel, mudah dan ditambah lagi, ibu serta anak yang berulang tahun suka banget sama hasilnya.. huaaa.. ikut happy dengernya.. hihi.. emang gak ada yang bikin happy selain pelanggan yang tersenyum puas (serta pembayaran yang lancar.. *tepok2 dompet* hahahaha…)

Selamat menikmatiiiii… :-*

– Luvie Melati –
Posted from WordPress for Tablet Android

Hari Guru

pagi ini saat berangkat ke kantor, saya berpapasan dengan beberapa orang yang menggunakan seragam batik berwarna putih hitam khas PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Bisa dipastikan orang-orang yang saya temui itu adalah Guru. Ya.. hari ini adalah hari guru.. makanya mereka memakai seragam tersebut di hari ini, sebagai bentuk kebanggan mereka menjadi guru..

 

Siapa yang gak kenal guru.. si pahlawan tanpa tanda jasa.. orang-orang yang sudah mengorbankan waktu, energi, dan bahkan uang, untuk murid-murid yang haus akan ilmu pengetahuan.. Para guru ini ikhlas memberikan ilmu yang mereka punya, dengan harapan murid-murid yang mereka ajar, bisa membagikan ilmu ini nantinya.. memberikan penerang di kala gelap, seperti apa yang sudah dilakukan para guru pada murid-murid yang terjebak gelapnya kebodohan..

 

via 9gag.com

 

Thank you kepada para guru di dunia.. Semoga ilmu yang kau berikan berguna bagi banyak orang.. SELAMAT HARI GURU..

 

Sepatu Wanita Ukuran Besar

Sepatu termasuk salah satu barang yang banyak di koleksi wanita, selain tas dan aksesoris lainnya. Beberapa wanita senang mengkoleksi Sepatu, tas dan aksesoris, karena barang-barang ini termasuk tahan lama, tidak bergantung pada perubahan bentuk tubuh yang sering naik turun. (ini pengecualian buat saya yaaa.. 😆 )

Sebenarnya saya sendiri bukan termasuk penggila sepatu atau barang-barang lain. Saya tipikal orang yang berbelanja sesuatu kalau memang sudah rusak atau sudah tidak bisa dipakai lagi. Salah satu alasannya adalah karena tidak mudah mendapat sepatu, mengingat kaki saya berukuran di atas ukuran wanita pada umumnya.

Sehingga, kalau mau beli sepatu, saya biasanya memesan.. Nah.. sekarang saya mau cerita tentang tempat membeli sepatu wanita untuk ukuran yang gak umum seperti saya…

Que Sera, Sera.. What Ever Will be, Will be..

Yang akan terjadi, terjadilah..  kata-kata itulah yang paling sering saya ucapkan.. entah itu termasuk pasrah atau apa.. tapi saya memang termasuk orang yang “nothing to lose”. Ya well.. semua yang ada di dunia ini kan bukan milik saya… semua yang datang pada saya juga hanya titipan dariNya. Kapan Tuhan mau ambil ya monggo.. apa yang mau di kasih, ya saya dengan senang hati menerima dan berusaha menjaganya dengan baik.

 

Seorang kawan pernah bilang, orang yang gak ambisius kayak saya bakal susah maju. Tapi saya pikir-pikir nggak juga ah.. saya juga punya keinginan. Saya tetap berusaha keras mendapat apa yang saya mau, tapi kalau memang gak di kasih, saya biasanya mendongak ke atas dan menatap langit sambil bertanya padaNya dengan muka polos “Emang gak boleh ya, Tuhan? Boleh dooong.. pliiiissss..”. Hahaha.. ya.. saya pernah melakukannya beberapa kali.. tapi gak selalu kayak gitu.. saya tahu Tuhan selalu memberi  yang terbaik untuk hamba-hambaNya.

Hal ini pun yang kemudian yang membuat saya memutuskan menerima tawaran bekerja di kantor ini, 2 bulan yang lalu. Saya tidak pernah mengerti. Saya pun tidak pernah membayangkan apa yang akan saya lakukan bila berkantor, dsb.  Tapi saya yakin Tuhan menyiapkan sesuatu yang baik untuk saya.. setidaknya.. sebuah pengalaman baru.. teman-teman baru..

Jadi.. kalau kita memang sudah berusaha keras, sudah berdoa, sudah memberikan yang terbaik.. buat apa khawatir tentang apa yang akan terjadi di masa depan.. Tuhan sudah menyiapkan segala sesuatunya.. Yang perlu kita lakukan hanya berusaha memberikan yang terbaik dan berdoa padaNya.

Semoga kita selalu berada di jalanNya.

 

 

ucapan adalah doa

Pernah dengar “Ucapan adalah Doa”? mungkin sebagian besar dari kita sering mendengarnya.Ya.. Ucapan itu memang seperti Doa. Makanya kita sering diminta hati-hati dalam berucap.

Dalam buku The Secret, Prinsip tadi juga akhirnya membuat banyak orang yang bila menginginkan sesuatu, disarankan untuk mengucapkanya, atau mengatakannya kepada orang lain. Ada kepercayaan bahwa bila kamu benar-benar menginginkan sesuatu, maka seluruh dunia akan berkonspirasi untuk mewujudkannya..

Well.. apapun itu.. saya percaya bahwa setiap ucapan adalah doa.. dan tentunya doa itu sendiri. saya yakin bila memang kita benar-benar menginginkan sesuatu, katakanlah padaNya. Karena hanya Dia yang mampu mampu mewujudkan seluruh keinginan hamba-hambaNya.

Ya walaupun saya tahu bahwa Tuhan akan selalu menjawab setiap doa hambaNya, dalam wujud 3 alternatif jawaban. Entah jawabannya IYA dan langsung di kasih, atau IYA tapi nanti. Atau TIDAK, tapi ku berikan kau yang lain..

Sangat bahagia rasanya bila Tuhan memberikan jawaban yang pertama. IYA dan langsung di kasih. Seperti apa yang saya minta belakangan ini. Saya merasa Tuhan sedang sangat baik pada saya. Dia mengabulkan banyak permintaan saya. Sungguh Dia Dzat Yang Maha Besar lagi Maha Mulia.

Semoga Tuhan senantiasa mengambulkan doa kita semua.. Amin..