FIRE Movement: Apa Frugal Living adalah jawabannya?

Luvie MelatiPosted by

Setelah sebelumnya kita bahas soal pengertian FIRE, mari sekarang kita bahas soal bagaimana mencapainya. Udah berhasil hitung angka FIRE yang kamu butuhkan? Perlu di ingat bahwa angka ini bisa jadi sangat berbeda bagi setiap orang. Bisa sangat besar, atau malah sangat kecil. Tergantung pengeluaran yang kamu butuhkan setiap tahun. Dan yang dibahas ini adalah pengeluaran ya.. Kebutuhan uang harus kamu penuhi per tahun. Bukan berdasarkan pendapatan yang kamu punya. Karena pendapatanmu bisa jadi naik turun, tapi kebutuhan kamu itu tetap. Sekali lagi..kebutuhan yaaa.. Bukan keinginan. Kalau kamu mau menjadikan keinginan (yang tak terbatas) itu jadi kebutuhan, ya terserah yaa..

Atau mungkin kamu adalah seorang istri yang sudah pasti segala kebutuhan kamu di tanggung sepenuhnya oleh suami. Maka kamu bukan berarti gak perlu menyiapkan dana FIRE ini, tapi kamu bisa menyiapkannya, sebatas angka yang aman menurut kamu. terpisah dari keuangan keluarga yang kamu kelola. Konsep saving & investment seperti ini bisa dan perlu dilakukan oleh semua orang sebagai jaring pengaman keamanan keuangan kamu sendiri. 

Nah.. setelah mengetahui perhitungan kebutuhan angka yang dipersiapkan untuk FIRE, sekarang perlu dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Terus terang saya yakin angka 25x pengeluaran tahunan tentunya terasa sangat berat dan nyaris tidak mungkin dicapai bagi banyak orang. Angka ini tentunya memang tidak untuk dicapai dalam waktu satu malam saja. Kecuali anda nyambi ngepet atau miara tuyul yaa.. Wakakakak..

Banyak orang yang berpenghasilan tetap bulanan, kaum yang mengenal tanggal tua-tanggal muda,  atau mereka yang punya gaji belasan (yang katanya kalau tanggal belasan udah ngap-ngapan. hahaha..), merasa angka FIRE adalah angka yang mustahil diraih. Padahal apa sih yang gak mungkin di dunia ini. 

Kalau menurut banyak komunitas penggiat finansial, ada berbagai cara mencapai angka FIRE ini. Dua hal utama adalah Frugal living dan Investasi. 

Bicara mengenai frugal living, gaya hidup ini banyak dibicarakan dan dilakukan orang-orang beberapa tahun terakhir. Bahkan saya melihat banyak postingan sosial media, bicara tentang frugal living ini. Berbagi tips, bercerita kisah sukses frugal living dan lain sebagainya. 

Bagi yang belum tahu apa itu frugal living, pada dasarnya, Frugal living adalah konsep gaya hidup yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Manfaat frugal living tidak sekadar menghemat pengeluaran, tetapi juga meningkatkan tabungan dan mengurangi utang. 

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi disini. Pertama adalah gaya hidup dan kedua adalah mencukupi kebutuhan. 

Bicara tentang gaya hidup frugal living, ini bukan sekedar bicara penghematan besar-besaran, yang super pelit atau juga jadi “curang”, manipulatif atau tidak jujur demi keuntungan pribadi. Karena kalau melihat dari sosial media, banyak orang yang salah kaprah dengan frugal living ini dengan gaya hidup super pelit dan medit dan “mencurangi” orang lain demi keuntungan pribadi. Yang salah adalah bagian curang ini. 

Sebenarnya ada perbedaan yang cukup besar antara Frugal living ini dengan mindset pelit. Diantaranya: 

Pertama, Frugal Living mempunyai tujuan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijak untuk kebebasan finanasial di masa depan, Sementara mindset pelit malah sebisa mungkin menghindari pengeluaran demi mengumpulkan kekayaan. Jadi tujuan pelit hanya untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Kedua, kehidupan Frugal living tidak memiliki dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Kamu justru bisa tetap bisa bersosialisasi dan berkegiatan sosial dengan pengeluaran yang memang dibutuhkan, tapi mindset pelit akan berdampak pada kehidupan sosial dengan orang lain, karena kamu tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun, justru mengandalkan orang lain untuk mengeluarkan uang demi kamu.

Ketiga, kamu yang frugal living seharusnya tidak keberatan mengeluarkan uang bila memang itu menjadi sebuah kebutuhan, sedangkan mindset pelit punya perspektif yang berbeda saat mengeluarkan uang, kamu akan merasa menyesal atau merasa bersalah setelah mengeluarkan uang meskipun itu untuk kebutuhan dasar yang harus kamu penuhi.

Sekarang jelas kan, bedanya frugal living dengan pelit living? Aku sih masih oke ya temenan sama yang frugal living dibanding sama yang pelit. Big NOO!!! Abis nyebelin ya.. punya temen yang bener-bener kayak gak rela ngeluarin duit bahkan buat kebutuhan sendiri, buat kesenangan sendiri.

Pada dasarnya dengan frugal living, kita harus bisa memilah dan membedakan mana hal-hal yang memang kebutuhan, dan mana yang bukan kebutuhan tapi cuma keinginan semata. Ini terkait dengan gaya hidup minimalis sebenarnya. Makanya gaya hidup frugal living ini banyak sekali aspeknya. Bahkan saya sendiri masih sangat harus belajar banyak soal ini.

Butuh banyak kesadaran saat membeli. Gak bisa membeli sesuatu atas dasar “Wah.. lucu niih..”, “Wah.. kayaknya enak nih beli ini.”. gitu aja terus sampe keranjang toko oren dan toko ijo 99++. Problem belanja ini juga sebenarnya terkait dengan “dendam masa kecil” ya.. Dulu waktu kecil gak boleh beli ini itu, makanya pas besar jadi kayak brutal pengen ini itu langsung dibeli, pas udah beli juga nyesel atau malah jadi gak kepake karena cuma impulsif buying. Mulai sekarang bener-bener harus belanja dengan penuh kesadaran. Tanya ke diri sendiri minimal 3x, apa aku benar-benar butuh barang ini? atau gak harus sekarang, dll.

Ada banyak cara sebenarnya untuk memangkas pengeluaran kita. Kalau kamu bilang, boro-boro buat saving mengejar FIRE yang ratusan juta atau sekian Milyar itu. Buat hidup sampai akhir bulan aja kayaknya ngos-ngosan banget.. Yaa.. mungkin ini saatnya mulai berpikir ulang tentang bagaimana cara kamu mengeluarkan uang dan bagaimana cara kamu mendapatkan uang. Semua balik ke kamu sendiri, ke pilihan dan gaya hidup kamu sendiri.

So.. Sudah siap hidup frugal?

Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *