FIRE: Financial Independence, Retire Early. Mungkinkah dilakukan?

Bekerja adalah salah satu hal wajib dilakukan oleh setiap orang dewasa. Nah pertanyaannya, apa kita sudah sadar esensi dari bekerja itu apa? Tujuannya apa? Mau sampai kapan kita bekerja?

Banyak dari kita berpikir bahwa bekerja hanya untuk mencari uang, memenuhi kebutuhan sehari-hari, buat makan, kesehatan, pendidikan dll, bila ada lebihan bisa buat liburan (healing-healing kalo bahasa anak sekarang). Kalau kita gak kerja, gak bisa memenuhi itu semua. Nah itu masalahnya.. Kebanyakan dari kita, kemudian bekerja hanya sekedar memenuhi itu semua. Parahnya, sering kali yang dipenuhi bukan lagi kebutuhan (need), tapi keinginan (want) yang tidak terbatas.

Balik ke pembahasan judul, FIRE! Beberapa tahun terakhir, para penggiat finansial banyak yang membicarakan mengenai FIRE Movement. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan FIRE movement ini?

Bila diterjemahkan secara langsung FIRE merupakan kependekan dari Financial Independence Retire Early. FIRE Movement ini adalah gerakan untuk mencapai kemandirian financial dan/atau pensiun dini.

Kemandirian finansial bisa juga dikatakan sebagai kebebasan finansial. Suatu kondisi dimana kita bisa bebas membuat keputusan yang terkait dengan finansial. Tentu menjadi suatu hal yang menyenangkan dimana kita bisa memutuskan mau makan apa hari ini? mau liburan kemana minggu ini, tanpa harus pusing menghitung rupiah demi rupiah yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan kesenangan itu.

Istilah retire early atau pensiun dini tentu sudah sering kita dengar. Yang kita bayangkan saat mendengar kata pensiun tentunya adalah pegawai negeri yang sudah tua (alias usia 58-65 tahun), yang sudah puluhan tahun bekerja di suatu instansi dan sudah waktunya beristirahat. Dimana saat pensiun mereka tidak lagi harus bekerja, tapi tetap dapat uang bulanan dalam bentuk dana pensiun. Situasi seperti ini adalah situasi impian kaum bloomer yang menjadikan status pegawai negeri sangat di agung-agungkan di kala itu. Gimana dengan sekarang? Apa masih sama?

Tentunya semua sudah bergeser, namun kenyamanan memiliki pasive income seperti gaji pensiunan tapi gak kerja, tentu tidak dapat dipungkiri. Siapa yang mau menghabiskan seumur hidup menjadi budak koorporat atau tua di jalan karena mengejar absen? Gerakan FIRE ini tidak selalu berujung membuat kita berhenti bekerja seperti para pensiunan pegawai negeri. Namun dengan mencapai kondisi FIRE, kita jadi bisa membuat keputusan-keputusan rasional untuk melakukan apa yang kita sukai di masa depan/masa tua.

Alih-alih puluhan tahun bekerja di belakang meja, dibalik komputer, ada orang yang punya cita-cita hidup di desa dan jadi petani. Apa itu mungkin kalau tidak ada modalnya? Sangat konyol rasanya bila kita mencempungkan diri ke suatu lahan baru tanpa ada jaring pengaman finanasial sebelumnya. Namun dengan memiliki kemandirian finansial yang kita bahas di awal, semua itu menjadi sangat mungkin.

Gampangnya nih, FIRE movement ini sama kayak kita punya kos-kosan 15 pintu seharga sejuta per bulan per kamar, yang terisi penuh sepanjang tahun. Si 15 pintu kamar kos ini yang akan menghidupi kita sampai hari tua. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya perbaikan/penyusutan kos-kosan, angka inflasi dll.

Nah apa bentuk investasinya harus berupa kos-kosan? kalau semua punya kos-kosan, yang ngekos siapa? Hahaha.. Itu contoh gampangnya. Investasi kan bentuknya macem-macem. Ada saham, deposito, emas, properti dll. Pilih deh mana bentuk investasi paling nyaman buat kamu.

Sebenarnya berapa besaran FIRE yang harus kita capai? Mari kita masuk ke bagian yang bikin mumet. Let’s take a deep breath.. Dengan menggunakan perhitungan 4% rules (soal 4% rules bakal aku tulis di postingan lain yaaa). Kita bisa gunakan perhitungan pengeluaran setahun dibagi 4%. Itu lah fire number yang harus dicapai.

Misalnya gini nih.. pengeluaran tahunan saya 60 juta, dengan asumsi pengeluaran bulanan setara UMR, sekitar 5 juta per bulan. Kalau pakai perhitungan FIRE berarti dana yang harus saya persiapkan adalah: 60 juta dibagi 4% hasilnya = 1,5 Milyar. WAAAKK!! banyaaak.!!! EMANG! Hahaha.. Itu kalau pengeluaran saya 5 juta per bulan. kalau pengeluaran kamu lebih atau kurang dari itu, silahkan hitung sendiri.. hahaha..

Nah.. dari angka FIRE tersebut, kita tinggal investasikan dana tersebut ke dalam bentuk investasi yang bisa memberi kita penghasilan minimal 5%. Kenapa 5%? karena kita harus menyisihkan minimal 1% untuk faktor inflasi. Jadi apa cukup mencari bentuk investasi yang memberi return 5%? nggak! carilah yang bisa memberi return 10%. Lah kok jadi banyak? Yaa.. kan buat aman yaa..

Tingkat Inflasi Tahunan 2010-2020
sumber: https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/inflasi-indonesia-tahunan-2010-2020-1609755106

Jadi gini.. selama 10 tahun terakhir, rata-rata tingkat inflasi di Indonesia itu sekitar 5 persen. Jadi yang harus dipersiapkan adalah return investasi senilai (4% + 1% + 5%) = 10%.

Dengan perhitungan nilai FIRE saya tadi senilai 1,5 Milyar, saya harus cari invetasi yang menghasilkan keuntungan 10% per tahun yaitu sekitar 150 juta rupiah. dari 150 juta, saya bisa ambil 4%-nya, yaitu si 60 juta yang saya butuhkan tadi per tahun, dan sisanya bisa investasikan kembali untuk menambah modal atau menutupi penyusutan-penyusutan yang ada. kalaupun saya tidak bisa mendapatkan return atau keuntungan investasi sebesar 10%, setidaknya minimal saya harus dapat 4-5% untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari tanpa harus mengurangi modal yang saya punya. Worst case-nya, dengan uang segitu, saya masih bisa hidup kurang lebih untuk 25 tahun ke depan. Aman kaaan?? Hahaha..

Begitulah kira-kira cara pensiun dini ala FIRE. Berminat? saya sih minat ya.. makanya lagi belajar teruuusss..

Hal lain akan saya bahas di postingan lain yaa.. see you on next post! Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *