Month: February 2024

FIRE Movement: Apa Frugal Living adalah jawabannya?

Setelah sebelumnya kita bahas soal pengertian FIRE, mari sekarang kita bahas soal bagaimana mencapainya. Udah berhasil hitung angka FIRE yang kamu butuhkan? Perlu di ingat bahwa angka ini bisa jadi sangat berbeda bagi setiap orang. Bisa sangat besar, atau malah sangat kecil. Tergantung pengeluaran yang kamu butuhkan setiap tahun. Dan yang dibahas ini adalah pengeluaran ya.. Kebutuhan uang harus kamu penuhi per tahun. Bukan berdasarkan pendapatan yang kamu punya. Karena pendapatanmu bisa jadi naik turun, tapi kebutuhan kamu itu tetap. Sekali lagi..kebutuhan yaaa.. Bukan keinginan. Kalau kamu mau menjadikan keinginan (yang tak terbatas) itu jadi kebutuhan, ya terserah yaa..

Atau mungkin kamu adalah seorang istri yang sudah pasti segala kebutuhan kamu di tanggung sepenuhnya oleh suami. Maka kamu bukan berarti gak perlu menyiapkan dana FIRE ini, tapi kamu bisa menyiapkannya, sebatas angka yang aman menurut kamu. terpisah dari keuangan keluarga yang kamu kelola. Konsep saving & investment seperti ini bisa dan perlu dilakukan oleh semua orang sebagai jaring pengaman keamanan keuangan kamu sendiri. 

Nah.. setelah mengetahui perhitungan kebutuhan angka yang dipersiapkan untuk FIRE, sekarang perlu dipikirkan bagaimana cara mencapainya. Terus terang saya yakin angka 25x pengeluaran tahunan tentunya terasa sangat berat dan nyaris tidak mungkin dicapai bagi banyak orang. Angka ini tentunya memang tidak untuk dicapai dalam waktu satu malam saja. Kecuali anda nyambi ngepet atau miara tuyul yaa.. Wakakakak..

Banyak orang yang berpenghasilan tetap bulanan, kaum yang mengenal tanggal tua-tanggal muda,  atau mereka yang punya gaji belasan (yang katanya kalau tanggal belasan udah ngap-ngapan. hahaha..), merasa angka FIRE adalah angka yang mustahil diraih. Padahal apa sih yang gak mungkin di dunia ini. 

Kalau menurut banyak komunitas penggiat finansial, ada berbagai cara mencapai angka FIRE ini. Dua hal utama adalah Frugal living dan Investasi. 

Bicara mengenai frugal living, gaya hidup ini banyak dibicarakan dan dilakukan orang-orang beberapa tahun terakhir. Bahkan saya melihat banyak postingan sosial media, bicara tentang frugal living ini. Berbagi tips, bercerita kisah sukses frugal living dan lain sebagainya. 

Bagi yang belum tahu apa itu frugal living, pada dasarnya, Frugal living adalah konsep gaya hidup yang bertujuan untuk mengurangi pengeluaran dan membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Manfaat frugal living tidak sekadar menghemat pengeluaran, tetapi juga meningkatkan tabungan dan mengurangi utang. 

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi disini. Pertama adalah gaya hidup dan kedua adalah mencukupi kebutuhan. 

Bicara tentang gaya hidup frugal living, ini bukan sekedar bicara penghematan besar-besaran, yang super pelit atau juga jadi “curang”, manipulatif atau tidak jujur demi keuntungan pribadi. Karena kalau melihat dari sosial media, banyak orang yang salah kaprah dengan frugal living ini dengan gaya hidup super pelit dan medit dan “mencurangi” orang lain demi keuntungan pribadi. Yang salah adalah bagian curang ini. 

Sebenarnya ada perbedaan yang cukup besar antara Frugal living ini dengan mindset pelit. Diantaranya: 

Pertama, Frugal Living mempunyai tujuan pengelolaan keuangan dengan baik dan bijak untuk kebebasan finanasial di masa depan, Sementara mindset pelit malah sebisa mungkin menghindari pengeluaran demi mengumpulkan kekayaan. Jadi tujuan pelit hanya untuk mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Kedua, kehidupan Frugal living tidak memiliki dampak negatif terhadap kehidupan sosial. Kamu justru bisa tetap bisa bersosialisasi dan berkegiatan sosial dengan pengeluaran yang memang dibutuhkan, tapi mindset pelit akan berdampak pada kehidupan sosial dengan orang lain, karena kamu tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun, justru mengandalkan orang lain untuk mengeluarkan uang demi kamu.

Ketiga, kamu yang frugal living seharusnya tidak keberatan mengeluarkan uang bila memang itu menjadi sebuah kebutuhan, sedangkan mindset pelit punya perspektif yang berbeda saat mengeluarkan uang, kamu akan merasa menyesal atau merasa bersalah setelah mengeluarkan uang meskipun itu untuk kebutuhan dasar yang harus kamu penuhi.

Sekarang jelas kan, bedanya frugal living dengan pelit living? Aku sih masih oke ya temenan sama yang frugal living dibanding sama yang pelit. Big NOO!!! Abis nyebelin ya.. punya temen yang bener-bener kayak gak rela ngeluarin duit bahkan buat kebutuhan sendiri, buat kesenangan sendiri.

Pada dasarnya dengan frugal living, kita harus bisa memilah dan membedakan mana hal-hal yang memang kebutuhan, dan mana yang bukan kebutuhan tapi cuma keinginan semata. Ini terkait dengan gaya hidup minimalis sebenarnya. Makanya gaya hidup frugal living ini banyak sekali aspeknya. Bahkan saya sendiri masih sangat harus belajar banyak soal ini.

Butuh banyak kesadaran saat membeli. Gak bisa membeli sesuatu atas dasar “Wah.. lucu niih..”, “Wah.. kayaknya enak nih beli ini.”. gitu aja terus sampe keranjang toko oren dan toko ijo 99++. Problem belanja ini juga sebenarnya terkait dengan “dendam masa kecil” ya.. Dulu waktu kecil gak boleh beli ini itu, makanya pas besar jadi kayak brutal pengen ini itu langsung dibeli, pas udah beli juga nyesel atau malah jadi gak kepake karena cuma impulsif buying. Mulai sekarang bener-bener harus belanja dengan penuh kesadaran. Tanya ke diri sendiri minimal 3x, apa aku benar-benar butuh barang ini? atau gak harus sekarang, dll.

Ada banyak cara sebenarnya untuk memangkas pengeluaran kita. Kalau kamu bilang, boro-boro buat saving mengejar FIRE yang ratusan juta atau sekian Milyar itu. Buat hidup sampai akhir bulan aja kayaknya ngos-ngosan banget.. Yaa.. mungkin ini saatnya mulai berpikir ulang tentang bagaimana cara kamu mengeluarkan uang dan bagaimana cara kamu mendapatkan uang. Semua balik ke kamu sendiri, ke pilihan dan gaya hidup kamu sendiri.

So.. Sudah siap hidup frugal?

Cheers!

FIRE: Financial Independence, Retire Early. Mungkinkah dilakukan?

Bekerja adalah salah satu hal wajib dilakukan oleh setiap orang dewasa. Nah pertanyaannya, apa kita sudah sadar esensi dari bekerja itu apa? Tujuannya apa? Mau sampai kapan kita bekerja?

Banyak dari kita berpikir bahwa bekerja hanya untuk mencari uang, memenuhi kebutuhan sehari-hari, buat makan, kesehatan, pendidikan dll, bila ada lebihan bisa buat liburan (healing-healing kalo bahasa anak sekarang). Kalau kita gak kerja, gak bisa memenuhi itu semua. Nah itu masalahnya.. Kebanyakan dari kita, kemudian bekerja hanya sekedar memenuhi itu semua. Parahnya, sering kali yang dipenuhi bukan lagi kebutuhan (need), tapi keinginan (want) yang tidak terbatas.

Balik ke pembahasan judul, FIRE! Beberapa tahun terakhir, para penggiat finansial banyak yang membicarakan mengenai FIRE Movement. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan FIRE movement ini?

Bila diterjemahkan secara langsung FIRE merupakan kependekan dari Financial Independence Retire Early. FIRE Movement ini adalah gerakan untuk mencapai kemandirian financial dan/atau pensiun dini.

Kemandirian finansial bisa juga dikatakan sebagai kebebasan finansial. Suatu kondisi dimana kita bisa bebas membuat keputusan yang terkait dengan finansial. Tentu menjadi suatu hal yang menyenangkan dimana kita bisa memutuskan mau makan apa hari ini? mau liburan kemana minggu ini, tanpa harus pusing menghitung rupiah demi rupiah yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan kesenangan itu.

Istilah retire early atau pensiun dini tentu sudah sering kita dengar. Yang kita bayangkan saat mendengar kata pensiun tentunya adalah pegawai negeri yang sudah tua (alias usia 58-65 tahun), yang sudah puluhan tahun bekerja di suatu instansi dan sudah waktunya beristirahat. Dimana saat pensiun mereka tidak lagi harus bekerja, tapi tetap dapat uang bulanan dalam bentuk dana pensiun. Situasi seperti ini adalah situasi impian kaum bloomer yang menjadikan status pegawai negeri sangat di agung-agungkan di kala itu. Gimana dengan sekarang? Apa masih sama?

Tentunya semua sudah bergeser, namun kenyamanan memiliki pasive income seperti gaji pensiunan tapi gak kerja, tentu tidak dapat dipungkiri. Siapa yang mau menghabiskan seumur hidup menjadi budak koorporat atau tua di jalan karena mengejar absen? Gerakan FIRE ini tidak selalu berujung membuat kita berhenti bekerja seperti para pensiunan pegawai negeri. Namun dengan mencapai kondisi FIRE, kita jadi bisa membuat keputusan-keputusan rasional untuk melakukan apa yang kita sukai di masa depan/masa tua.

Alih-alih puluhan tahun bekerja di belakang meja, dibalik komputer, ada orang yang punya cita-cita hidup di desa dan jadi petani. Apa itu mungkin kalau tidak ada modalnya? Sangat konyol rasanya bila kita mencempungkan diri ke suatu lahan baru tanpa ada jaring pengaman finanasial sebelumnya. Namun dengan memiliki kemandirian finansial yang kita bahas di awal, semua itu menjadi sangat mungkin.

Gampangnya nih, FIRE movement ini sama kayak kita punya kos-kosan 15 pintu seharga sejuta per bulan per kamar, yang terisi penuh sepanjang tahun. Si 15 pintu kamar kos ini yang akan menghidupi kita sampai hari tua. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya perbaikan/penyusutan kos-kosan, angka inflasi dll.

Nah apa bentuk investasinya harus berupa kos-kosan? kalau semua punya kos-kosan, yang ngekos siapa? Hahaha.. Itu contoh gampangnya. Investasi kan bentuknya macem-macem. Ada saham, deposito, emas, properti dll. Pilih deh mana bentuk investasi paling nyaman buat kamu.

Sebenarnya berapa besaran FIRE yang harus kita capai? Mari kita masuk ke bagian yang bikin mumet. Let’s take a deep breath.. Dengan menggunakan perhitungan 4% rules (soal 4% rules bakal aku tulis di postingan lain yaaa). Kita bisa gunakan perhitungan pengeluaran setahun dibagi 4%. Itu lah fire number yang harus dicapai.

Misalnya gini nih.. pengeluaran tahunan saya 60 juta, dengan asumsi pengeluaran bulanan setara UMR, sekitar 5 juta per bulan. Kalau pakai perhitungan FIRE berarti dana yang harus saya persiapkan adalah: 60 juta dibagi 4% hasilnya = 1,5 Milyar. WAAAKK!! banyaaak.!!! EMANG! Hahaha.. Itu kalau pengeluaran saya 5 juta per bulan. kalau pengeluaran kamu lebih atau kurang dari itu, silahkan hitung sendiri.. hahaha..

Nah.. dari angka FIRE tersebut, kita tinggal investasikan dana tersebut ke dalam bentuk investasi yang bisa memberi kita penghasilan minimal 5%. Kenapa 5%? karena kita harus menyisihkan minimal 1% untuk faktor inflasi. Jadi apa cukup mencari bentuk investasi yang memberi return 5%? nggak! carilah yang bisa memberi return 10%. Lah kok jadi banyak? Yaa.. kan buat aman yaa..

Tingkat Inflasi Tahunan 2010-2020
sumber: https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/inflasi-indonesia-tahunan-2010-2020-1609755106

Jadi gini.. selama 10 tahun terakhir, rata-rata tingkat inflasi di Indonesia itu sekitar 5 persen. Jadi yang harus dipersiapkan adalah return investasi senilai (4% + 1% + 5%) = 10%.

Dengan perhitungan nilai FIRE saya tadi senilai 1,5 Milyar, saya harus cari invetasi yang menghasilkan keuntungan 10% per tahun yaitu sekitar 150 juta rupiah. dari 150 juta, saya bisa ambil 4%-nya, yaitu si 60 juta yang saya butuhkan tadi per tahun, dan sisanya bisa investasikan kembali untuk menambah modal atau menutupi penyusutan-penyusutan yang ada. kalaupun saya tidak bisa mendapatkan return atau keuntungan investasi sebesar 10%, setidaknya minimal saya harus dapat 4-5% untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari tanpa harus mengurangi modal yang saya punya. Worst case-nya, dengan uang segitu, saya masih bisa hidup kurang lebih untuk 25 tahun ke depan. Aman kaaan?? Hahaha..

Begitulah kira-kira cara pensiun dini ala FIRE. Berminat? saya sih minat ya.. makanya lagi belajar teruuusss..

Hal lain akan saya bahas di postingan lain yaa.. see you on next post! Cheers!