surat untuk lelaki yang (masih) ku cinta

Posted By luvie
Categorized Under: ngelantur
Comments (10)

kamu tentu tahu, hari ini adalah 1 syawal 1430 H.. hari Raya Idul Fitri.. dimana semua orang merayakan hari kemenangannya setelah sebulan penuh berpuasa, menahan hawa nafsu.. hari ini dimana seharusnya semua marah, dosa dan hal-hal buruk lainnya terhapus sehingga kita kembali dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru lahir..

hari ini adalah hari dimana semua orang berkumpul dengan keluarga dan kerabat serta sahabatnya.. hari dimana semua silaturahmi yang sempat renggang bahkan terputus, kembali terjalin dengan erat..

tadi pagi aku menelepon mu.. sayangnya semua telepon mu mati.. aku telepon ke rumah, ternyata kamu pergi.. aku ingin ketemu kamu..  karena aku tahu kamu punya banyak salah sama aku.. makanya aku mau datang supaya kamu bisa minta maaf sama aku.. supaya aku bisa memaafkan kamu.. kalau menurut semua orang itu suatu hal yang aneh, tapi apa yang ku lakukan adalah yang terbaik.. karena aku tahu kamu tidak akan pernah mau mendatangi aku untuk meminta maaf.. maka aku lah yang seharusnya mendatangi kamu.. walau itu tidak bisa menghapus semua luka yang pernah ada.. tapi aku ingin menghapus semua amarah yang selama bertahun-tahun menyesakkan rongga dada.. tapi tenyata.. kesempatan itu belum datang.. :) ya sudahlah.. aku akan tetap mendoakan mu dari sini.. semoga kamu selalu berada di dalam lindungan-Nya.. jaga kesehatan.. kurangi rokoknya dan bergadang.. angin malam tak baik untuk kesehatan…

aku gak akan bisa memungkiri bahwa dalam setiap helaan nafas yang ku hembuskan.. ada separuh jiwa mu yang telah menyatu dalam diriku.. sifat keras kepala-mu.. ego-mu.. ada cinta yang berubah menjadi amarah membuncah.. semua ada disini.. masih ada disini.. sampai detik ini..

namun semua itu tidak akan membakar ku.. aku tahu betul bagaimana mendinginkan kepala dan hatiku.. kini.. semua sudah mulai dingin kembali.. aku akan belajar benar2 memaafkan mu, tanpa harus menunggumu mengucap kata ajaib itu.. karena sampai detik ini.. aku (masih) mencintaimu..

kotak dan bayang-bayang

Posted By luvie
Categorized Under: ngelantur, story
Comments (18)

Sebuah kotak kayu dengan gembok besar, tampak tersimpan rapi di atas sebuah lemari kayu tua. Tak ada yang menyentuhnya. Tak ada yang melihatnya setelah sekian lama. Dia telah terlupakan. Terabaikan. hanya seekor ibu laba-laba yang setia menemaninya dan menjadikannya rumah bagi anak-anaknya..

hingga suatu hari, seorang anak kecil dengan polos memanjat lemari, menarik sang kotak usang itu dan bermain dengannya.. anak kecil yang sedang belajar membaca, mengeja tulisan di atas kotak dengan terbata.. “pan-do-ra”. Anak kecil itu mengernyitkan dahi, tak mengerti arti tulisan tersebut. Rasa penasaran membuat anak kecil itu membuka paksa sang Pandora. Segala cara dia lakukan. Dia banting, congkel dan injak-injak kotak itu.

akhirnya sang Pandora pun terbuka.. sekelebat bayangan masa lalu keluar dari kotak itu.. menyeruak, mengisi setiap ruang kosong dengan rasa dingin, sakit dan luka yang mendalam.

Anak itu tetap tak mengerti apa yang telah di lakukannya. Dia tak menemukan apa yang dia cari. Dia pun pergi meninggalkan sang Pandora dengan keadaan terbuka. segala yang telah tersimpan di dalam kotak itu pun dibiarkannya begitu saja.

Kumpulan bayangan berwarna hitam itu kini terus menebal, menghancurkan semua yang ada. Kembali Meninggalkan segala luka dan derita.. banjir air mata tak mampu menenggelamkannya, topeng kebahagiaan tak mampu menyembunyikannya..

ku tanya pada bayangan hitam itu, “kapankah kamu akan pergi dari hidupku?”. bayangan hitam memberikan seuntai senyum licik “Tidak akan pernah! karena aku akan terus mengikutimu, dalam setiap derap langkah yang kamu ambil.. menghantui hidupmu.. selamanya..” suara itu langsung menghantar udara dingin yang membekukan hati dan pikiranku.. aku beku.. buntu..

akankah muncul seseorang untuk menangkap dan memerangkap sang bayangan kelam untuk menguncinya kembali ke dalam kotak ajaib bernama Pandora? Aku ingin melakukannya.. tapi tubuh ini terlalu lemah.. hati ini sedang terluka parah.. berharap keajaiban datang, mengambil semua luka yang ada dan membalut hati ini dengan kedamaian, kehangatan, untuk menebarkan berjuta kasih sayang dan cinta dimana-mana..

gadis kecil dan sang hujan

Posted By luvie
Categorized Under: story
Comments (17)

Seorang gadis kecil berdiri di depan jendela dengan wajah sendu. matanya menatap kosong ke arah guyuran hujan yang jatuh membasahi bumi. Menatap pohon-pohon yang bermandikan air hujan. jalanan terlihat lengang. hanya satu dua orang yang berlari menerobos hujan dengan payung di tangan. semua memilih meringkuk di dalam rumah yang hangat dengan segelas minuman hangat dan gorengan pengganjal perut.

Gadis kecil itu terdiam membayangkan andai saja rumahnya bisa sehangat itu. gadis kecil menoleh ke dalam rumah. di lihatnya rumah besar yang kosong melompong. tidak ada tawa renyah disana. apa lagi segelas coklat hangat dan wangi pisang goreng panas kesukaannya di atas meja. gadis kecil itu menghela nafas panjang.

Tidak lama, terdengar suara celoteh dan tawa riang anak-anak kecil. gadis kecil itu buru-buru berlari ke jendela dan menatap keluar rumah. di lihatnya banyak anak-anak kecil sebayanya berlarian di tengah hujan. menari di bawah guyuran air. semua tampak riang gembira. mata gadis kecil itu langsung berbinar senang. harapan untuk bermain bersama tersirat di wajahnya. sesaat ingatannya melayang ke masa lalu, saat dia dan kakak laki-lakinya bermain air di taman rumah. ayah mereka menyemprotkan air dari selang membuat hujan buatan untuk mereka. gadis kecil dan kakak laki-lakinya berlarian kesana-kemari menyiramkan air ke ayah mereka. rumah itu penuh gelak tawa dan kebahagiaan. Hingga sang ibu datang membawakan handuk dan segelas susu hangat dan meminta mereka berhenti main air. Gadis kecil itu tersenyum mengingat itu semua.

Seorang anak laki-laki sebayanya menghampiri jendela rumah gadis kecil itu. “ayo main ujan-ujanan. seru tauu..” ujar anak itu yang tampak menggigil kedinginan di bawah hujan. gadis kecil hanya menggeleng dengan wajah sedih. “aku nggak boleh hujan-hujanan sama mama.. kalo mama tahu, aku bisa di marahin.. lagian bentar lagi papa ku pulang.. aku mau main sama papa aja”. anak laki-laki itu tertawa. “ah.. payah lo..” anak laki-laki itu kembali berlarian bersama teman-temannya. mereka tertawa gembira. gadis kecil itu hanya menatap dari balik jendela. dilema antara memuaskan keinginannya atau mematuhi kata-kata orang tuanya.

Gadis itu hanya berucap membesarkan hatinya “nggak usah main sama temen-temen deh.. sebentar lagi kan papa pulang.. aku bisa main sama papa..”

gadis kecil itu menunggu dan terus menunggu.. hingga dewasa pun dia masih terus menunggu…

.

pasir di tanganku…

Posted By luvie
Categorized Under: narsissism
Comments (8)

semakin pasir itu digenggam erat di tangan, akan makin banyak yang berjatuhan.. dan akhirnya pasir itu pun menghilang.. 

ya.. tapi bila kita memegang pasir itu dengan tangan terbuka… apa yang akan terjadi.. pasir-pasir itu akan tetap berterbangan juga… tetap tergelincir jatuh dari tangan.. 

kecuali pasir adalah pasir basah.. tapi sampai kapan pasir-pasir itu akan basah?toh nantinya juga pasir-pasir itu akan mengering.. 

memang sulit untuk terus menjaga pasir di tangan.. kecuali bila pasir itu selalu basah.. 

 

pria ibarat pasir di tangan.. di genggam erat, dia cari celah untuk berlari.. di pegang dengan tangan terbuka dia tetap pergi dan terbang dengan bebas.. 

 

wahai pasir di tangan.. katakan.. apa yang harus ku lakukan padamu.. 

dont know what to do

Posted By luvie
Categorized Under: ngelantur
Comments (3)

i wish i know what i want.. :( so i can do what i want to do.. 8-|

banyak hal sebenarnya yang bisa di kerjain.. banyak hal yang ingin di lakukan.. tapi.. ntah harus memulainya dari mana..

hati mendingin.. pikiran membeku.. angan terus larut terduduk di sudut kamar yang kotor.. saat imajinasi tak lagi melayang.. saat hasrat yang biasa membara kini nyalanya mulai padam.. tak tahu apa yang harus di lakukan.. ingin segera bangkit dan kembali melangkah… tapi ntah harus mulai menggerakkan syaraf yang mana.. 

Tuhan.. isi lah hati ini dengan cahaya-Mu.. Isi pikiran ini untuk selalu bersyukur dengan semua rezeki yang kau beri.. tetapkan aku untuk selalu di Jalan-Mu.. Jalan yang Engkau ridhoi.. :)

ku tarik nafas panjang di malam yang dingin ini.. sendiri.. sepi.. menatap jam dinding yang terus berdetak tanpa henti.. tak perduli apapun yang terjadi, dia terus berjalan.. tak terpengaruh rasa dan suasana hati.. ya.. itu pasti karena dia tak punya hati.. haruskan ku seperti itu? menjadi mesin tak berhati agar terus berjalan konstan tanpa henti walau apapun yang terjadi? Tidak!! aku tidak bisa melakukannya.. aku bukan robot. tubuh ini tidak terbuat dari onderdil-onderdil berbahan besi yang mampu bekerja tanpa henti. tubuh ini terbuat dari daging, darah, tulang yang di balut dengan rasa.. balutan itu yang mempengaruhi hidupku.. mempengaruhi cara pandangku, pola pikirku, keputusan dalam hidupku.. ya.. mempengaruhi banyak hal… dan itu karena satu hal.. RASA.. 

ku kumpulkan semua mimpi dan asa yang pernah tercipta. mengumpulkannya di dalam satu kotak dan menguncinya rapat-rapat. menguburnya di relung hati.. berpikir bahwa dengan begitu semua akan menjadi lebih baik..   

ku mulai pejam kan mata untuk mengumpulkan energi.. agar ku bisa bekerja kembali.. menjadi robot yang hidup.. menjadi mesin yang berhati..

ahh.. ku benar-benar jenuh.. ku ingin berteriak dan melakukan apapun yang ku mau tanpa memperdulikan apapun.. aku benar-benar ingin melakukannya.. tapi saat itu ku sadar.. ada begitu banyak tanggung jawab yang ku pegang.. mungkin benar kata salah satu teman.. paling enak menjadi anak-anak.. tidak perlu memikirkan banyak hal. tidak perlu terbenani dengan begitu banyak masalah.. itulah sebabnya muncul peterpan syndrome.. menjadi dewasa memang benar-benar menjadi sebuah pilihan.. tidak ada yang salah dengan menjadi anak-anak..

walau kita pikir dengan menjadi “anak-anak” kita bisa melakukan apapun yang kita mau, tapi tidak semudah itu.. kita adalah mahluk sosial yang dimana kita bisa hidup sebebas-bebasnya, selama kebebasan kita tidak mengganggu orang lain.. kalau kita pikir kenyamanan yang muncul atas apa yang kita lakukan sudah merupakan jawaban, alasan serta pembenaran dari semua tindakan kita, kita salah besar. karena pada kenyataannya tidak segampang itu. Dari begitu banyak orang-orang yang perduli dan sayang pada kita, tentu banyak pula keinginan dan harapan mereka yang mestinya sebaiknya kita perdulikan.. kita tidak dapat begitu saja menutup mata dan telinga atas keinginan dan harapan orang-orang terdekat kita..

fuiiih.. kadang berharap hidup ku bisa berjalan di jalan tol yang sering macet bebas hambatan. tapi saat itu ku sadar kalau hidup ku menjadi lebih indah dan berwarna seperti sekarang, karena begitu banyak kerikil-kerikil kecil yang mengisi jalanku sekarang.. yang membuatku berjalan sedikit lebih lambat sehingga ku dapat memiliki kesempatan melihat sekeliling dan menikmati setiap langkah yang ku jalani.. tetap bersyukur sajalah.. O:-)

 

Ps : menulis dengan beban berat yang menumpuk di dada, dan kini mulai terasa lebih ringan.. :)