surat untuk lelaki yang (masih) ku cinta

kamu tentu tahu, hari ini adalah 1 syawal 1430 H.. hari Raya Idul Fitri.. dimana semua orang merayakan hari kemenangannya setelah sebulan penuh berpuasa, menahan hawa nafsu.. hari ini dimana seharusnya semua marah, dosa dan hal-hal buruk lainnya terhapus sehingga kita kembali dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru lahir..

hari ini adalah hari dimana semua orang berkumpul dengan keluarga dan kerabat serta sahabatnya.. hari dimana semua silaturahmi yang sempat renggang bahkan terputus, kembali terjalin dengan erat..

tadi pagi aku menelepon mu.. sayangnya semua telepon mu mati.. aku telepon ke rumah, ternyata kamu pergi.. aku ingin ketemu kamu..  karena aku tahu kamu punya banyak salah sama aku.. makanya aku mau datang supaya kamu bisa minta maaf sama aku.. supaya aku bisa memaafkan kamu.. kalau menurut semua orang itu suatu hal yang aneh, tapi apa yang ku lakukan adalah yang terbaik.. karena aku tahu kamu tidak akan pernah mau mendatangi aku untuk meminta maaf.. maka aku lah yang seharusnya mendatangi kamu.. walau itu tidak bisa menghapus semua luka yang pernah ada.. tapi aku ingin menghapus semua amarah yang selama bertahun-tahun menyesakkan rongga dada.. tapi tenyata.. kesempatan itu belum datang.. 🙂 ya sudahlah.. aku akan tetap mendoakan mu dari sini.. semoga kamu selalu berada di dalam lindungan-Nya.. jaga kesehatan.. kurangi rokoknya dan bergadang.. angin malam tak baik untuk kesehatan…

aku gak akan bisa memungkiri bahwa dalam setiap helaan nafas yang ku hembuskan.. ada separuh jiwa mu yang telah menyatu dalam diriku.. sifat keras kepala-mu.. ego-mu.. ada cinta yang berubah menjadi amarah membuncah.. semua ada disini.. masih ada disini.. sampai detik ini..

namun semua itu tidak akan membakar ku.. aku tahu betul bagaimana mendinginkan kepala dan hatiku.. kini.. semua sudah mulai dingin kembali.. aku akan belajar benar2 memaafkan mu, tanpa harus menunggumu mengucap kata ajaib itu.. karena sampai detik ini.. aku (masih) mencintaimu..

meledak

Hari ini ku bangun dengan serangan migrain yang makin parah di kepala. ku pikir setelah tidur semalaman akan mengurangi rasa sakit itu.. ternyata tidak.. gimana rasanya?? sangat malas ku gambarkan.. ku coba abaikan semua rasa sakit itu…namun.. sepertinya Tuhan tidak cukup mengujiku dengan rasa sakit kepala itu.. sejak pagi.. semua terasa begitu menyebalkan.. semua begitu menyakitkan..  entah kenapa.. sepertinya rasa sakit kepala ini membuat semuanya terlihat menjadi lebih buruk..

Belum lagi pagi2 udah harus menyaksikan 2 orang yang saling membenci.. membuat suasana hati ikut panas… ingin menutup mata dan tidak ingin menyaksikan semuanya.. ingin menjawuh malah di tarik makin mendekat.. maaf.. terpaksa ku tutup pintu.. ku sedang ingin sendiri.. namun ternyata.. ku tak bisa benar2 sendiri..

everything seems getting worst.. mpus bikin masalah.. hal kecil akhirnya jadi masalah besar.. argh!!! Semua berujung kemarahan.. sebenernya udah memendam kemarahan dari pagi.. tidak ingin marah.. namun pada titik ini emosi menjadi tidak terkendali.. benci saat harus marah.. karena pasti ada yang terluka.. arrgh!!! Sakit kepala ini memperburuk semuanya.. ya Allah.. Hilangkan amarah di dada ini.. gantilah dengan rasa damai dan bahagia di hati ini.. 

 

 

marah

 

Gue kadang bertanya-tanya sama tuhan.. Han.. kenapa sih, Engkau menciptakan rasa yang namanya Marah? Sesuatu yang sangat menghabiskan energi.. sesuatu yang bisa melukai diri sendiri dan orang lain?  kenapa, Han?

Rasa marah itu juga sering banget loh Han, bikin orang jadi gak bahagia… bikin muka cemberut, kusut, dan gak enak di liatnya.. padahal ya, Han.. andai aja rasa marah itu nggak ada, mungkin semua orang akan selalu terlihat tersenyum dan bahagia.. hihihi.. ;))

Ya.. hamba-Mu yang serba tidak tahu ini sadar banget, kok… Engkau Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segala hal.. Engkau menciptakan rasa marah itu mungkin sebagai penyaluran energi negatif yang ada… dan mungkin masih banyak lagi tujuan-tujuannya yang aku sendiri masih belum tahu..

terima kasih Tuhan atas semua yang telah kau ciptakan.. terima kasih Engkau masih memberiku kesempatan untuk menikmati semua rasa yang Kau ciptakan.. terima kasih atas semua kesempatan mengenal berbagai mahluk ciptaan-Mu.. makin ku menghitung nikmat-Mu, makin tidak habisnya ku bersyukur.. Terima kasih Ya Allah.. Alhamdulilah..

*sempat merasa gundah karena begitu banyak amarah yang ada dalam diri orang-orang di sekitar, namun kini sudah lebih bisa menghadapinya sambil tersenyum dan hati yang lebih ringan*

Kadang gue Merasa kasihan aja sama orang-orang yang hidupnya selalu di liputi rasa marah, iri, dengki, cemburu dan sirik kepada orang lain.. kok gue ngeliatnya mereka gak pernah sempat bersyukur dan menikmati semua yang sudah di berikan Allah kepadanya.. yang ada di kepalanya Cuma marah, kesel, sebel.. soalnya kadang yang gue liat itu marah untuk sesuatu yang gak perlu.. 😀 

ya.. andai mau melihat ke “bawah”,  tentunya mereka akan masih merasa beruntung dan mensyukuri semuanya.. gue harap mereka penyesalan mereka gak datang terlambat.. tanpa sadar mereka sudah menyakiti orang-orang yang sesungguhnya sayang pada mereka.. kebayang gak sih di kepala mereka andai orang-orang yang mereka marahi itu udah nggak ada lagi di dunia ini.. atau perasaan sayang orang-orang itu berubah menjadi benci? Siapa sih yang suka hidup dengan di benci oleh orang lain? apa lagi orang yang pernah dekat.. ayo lah.. jaga teman-temanmu.. jaga orang-orang yang kamu kasihi dan mengasihimu… Hidup terlalu indah untuk disia-siakan.. apa lagi untuk bergelut dengan emosi negatif yang membuat hati tidak bahagia.. 

 

*semoga aku bisa menghilangkan rasa marah dalam diri dan tidak khilaf terbawa emosi sampai menyakiti orang-orang yang ku sayang* *satu jari nunjuk ke orang lain, jari2 yang lain nunjuk ke gue* :))