nggak percaya? coba aja liat sekeliling..
banyak orang yg berubah karena uang.. gaya hidup.. pola pikir.. tindakan.. kebiasaa.. banyak hal.. sering kali harta bisa menjerumuskan orang hingga tergelincir ke jalan yang salah.. karena kaget.. karena nggak siap menghadapi sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa di alaminya..
orang yang tadinya miskin, kaya mendadak bisa jadi menghambur-hamburkannya untuk sesuatu yang percuma bahkan cenderung melakukan dosa.. dengan uang berlebih orang punya akses lebih untuk menikmati fasilitas-fasilitas yang nggak pernah di rasakan sebelumnya.. kalau biasanya nggak punya uang, di saat senggang dia duduk manis di rumah, sekarang ketika dia memiliki uang berlebih dia pergi ke tempat-tempat dimana dia bisa menikmati apa yg dia sebut “surga dunia”. ntah berbelanja.. bisa makanan, pakaian, banyak juga yang menghabiskan waktu dan uang mereka untuk clubbing atau bahkan sampai urusan xxx. yang kadang semua itu menghancurkan apa yang sudah dia miliki.. misalnya pekerjaan, keharmonisan keluarga atau bahkan kepribadian..
tidak hanya perubahan dari tidak berpunya menjadi berpunya.. begitu pula sebaliknya.. orang yang biasanya berpunya.. memiliki banyak hal… biasa menikmati segala macam fasilitas menurut kemampuannya, saat tiba-tiba tidak berpunya, dia menjadi labil dan bahkan tidak bisa menerima kenyataan.. ada yang menggunakan jalan singkat untuk tetap berada di tingkat ekonomi sosial yang sama.. memaksakan diri dengan berbagai cara agar masih bisa terus menikmati kenikmatan dunia yang semu itu.. ada pula yang tidak bisa menerima kenyataan bahkan malah memilih untuk menghakhiri penderitaannya itu.. (aaah.. itu sebuah bodoh ku rasa.. terlalu mudah menyerah..)
hmm.. jadi.. harus gimana? terus berpunya atau terus tidak berpunya?
ku rasa sesungguhnya bukan masalah berpunya atau tidak berpunya.. tapi bagaimana kita bisa melihat hidup.. bagaimana tetap bisa hidup bersahaja.. nggak masalah mereka punya uang atau nggak punya uang.. nyaris gak ada bedanya… jadi inget sinetron “keluarga cemara”, sebuah sinetron tentang seorang pengusaha kaya yang kehilangan seluruh kekayaannya dan akhirnya menjadi seorang penarik becak (klo gak salah
) telah hidup menjadi orang miskin, tapi si abah dan keluarganya tetap tabah menjalani hidup.. di salah satu episode dimana dia sempat kembali menjadi orang kaya, Ara (cemara) dan keluarganya tetap hidup bersahaja sampai akhirnya kekayaan mereka di ambil lagi.. *ahh.. gue kangen sinetron kayak gitu*
walaupun masih ada orang seperti itu, tapi rasanya jarang.. hmm.. IMHO, kayaknya orang-orang seperti itu biasanya adalah mereka yang sudah banyak makan asam garam kehidupan.. setidaknya pernah merasakan susah..
mudah-mudahan kita bisa selalu menjadi orang yang bersahaja seperti itu.. *gue sendiri masih berusaha keras untuk bisa seperti itu ^:)^*
