serunya belajar skenario

hihihi.. lama gak posting.. abisnya belakangan hidup gue rada ribet…  (halah, gaya!) 😀

beberapa waktu yang lalu gue di tawarin untuk ngajar.. sebuah kesempatan yang udah lama banget gue tunggu.. terus terang… mengajar adalah cita-cita gue, sebelum akhirnya gue nyangkut jadi penulis.. bahkan gue sendiri pun mengambil kuliah di pendidikan ekonomi. dengan harapan bisa mengajar setelah lulus..

harapan untuk mengajar sempat gue pendam setelah gue memilih profesi sebagai tukang ketik penulis. tapi Allah memberikan gue kesempatan untuk mewujudkan mimpi gue dan tetap menjalani profesi gue ini.. yaitu memberi kursus menulis skenario di lembaga kursus menulis skenario . hmm… kursus menulis skenario?? sebuah hal yang baru di dengar mungkin.. beda banget dengan kursus menggambar, menulis atau membatik, setelah mengikuti kursus ini di harapkan nantinya setelah belajar ditempat ini, para siswanya bisa memilki kemampuan menulis skenario yang belum banyak di miliki di industri perfilman di Indonesia.. pengen dong ngeliat film, acara TV, atau karya2 yang beda, dalam beberapa waktu kedepan?? mudah2an ini jadi jalan buat mereka yang ingin belajar tentang skenario dan membuat gebrakan baru di dunia film, program TV, dan animasi..

pilihan kelasnya juga banyak banget loh..

selain jam belajar yang bisa di pilih sendiri, pengajarnya juga silahkan di pilih..  naaah… siapa yang mau belajar skenario sama gue atau yang lainnyaaaaaaaaaaa… hayo ikutan.. nanti belajar dan bersenang-senang bersama-sama.. pasti seruuuu..

btw.. ayo bantu promosiin.. dan doakan semoga semua lancar, yah.. amiiiiin.. 😀

mamma mia

Mamma mia.. pernah denger lagu ini???

   Mamma mia, here I go again
   My my, how can I resist you?
   Mamma mia, does it show again?
   My my, just how much I’ve missed you
   Yes, I’ve been brokenhearted
   Blue since the day we parted
   Why
, why did I ever let you go?
   Mamma mia, now I really know,
   My my, I could never let you go.

yups.. itu adalah potongan dari lagu mamma mia yang di populerkan oleh kelompok musik ABBA yang tenar pada tahun 70-an.. (gue aja belum lahir, tuh..). ABBA yang merupakan singkatan dari nama ke 4 orang anggotanya yaitu Agnetha Faltskog, Benny Andersson, Bjoern Ulvaeus, dan Anni-Frid Lyngstad yang mereka berempat ini adalah 2 pasang suami istri.. lucu, ya.. hihi.. tapi sayangnya mereka bubar dan melakukan pertunjukan terakhir pada tahun 1986. walaupun udah di tawarin uang senilai 1 milyar dollar untuk melakukan tour dunia, tapi mereka nggak mau dan tetap dengan keputusan mereka untuk tidak akan naik panggung lagi.. (keren.. keren.. gue suka dengan keputusan mereka.. emang duit bukan segala-galanya, kok..)

nah.. tahun ini, Phyllida Lloyd dan Catherine Johnson berkolaborasi untuk memproduksi sebuah film dengan judul Mamma mia yang bercerita tentang usaha seorang gadis akan menikah, untuk mencari tahu siapa ayah kandungnya. setelah menunggu selama 20 tahun dan menunggu-nunggu kedatangan ayah kandungnya, muncullah tiga pria paruh baya yang mengaku sebagai ayahnya dan siap menjadi wali dalam pernikahannya.. tinggalan ibu dan anak itu yang bingung, yang manakah ayah kandung dari gadis itu??? nah lo??

cerita bergenre drama musikal untuk remaja ini, di selingi banyak sekali lagu (ada yang menyebut 19, ada yang bilang 22. gue males gak ngitungin, tapi yang pasti banyak, deh..) semua lagu2 itu, di populerkan oleh ABBA, namun di nyanyikan ulang oleh para pemainnya..

secara umum, menurut gue, film ini cukup bagus.. alur cerita yang smooth, dengan di selingi lagu-lagu yang tepat. dengan penempatan lagu yang tepat ini malah menguatkan dramatisasi cerita bukan malah mengganggu alur cerita. penempatan lagu-lagu disini sukses membius para penonton untuk makin larut dalam cerita, sekaligus bernostalgia dengan lagu-lagu ABBA yang legendaris. terutama untuk mereka yang hidup di era 70an sudah tua berumur banyak ^^v.

lagu-lagu ABBA ini juga di nyanyikan sendiri oleh para pemainnya.. hal ini menjadi nilai plus sekaligus nilai minus dalam film ini. klo yang bisa nyanyi dan suaranya bagus sih enak dengernya.. tapi pas yang nyanyi suaranya ble’e dan fals ya repot.. menurut gue, penyanyi sekaligus pemain unggulan dalamfilm ini adalah Donna (Meryl Streep) dan Sophie (Amanda Seyfried). suara mereka bagus dan pejiwaan karakternya juga ok. klo seyfried ini memang lebih unggul dalam suara di banding meryl streep, tapi soal penjiwaan dan akting, beuughhh… belum ada yang nandingin jeng streep ini.. hiihihihi.. walaupun penampilan Sam (Pierce Brosnan) cukup mempesona gue, tapi soal suara, nilainya masih 6 dalam skala 1-10. tapi gue beneran termehek-mehek pas denger lagu “S.O.S”, “the winner takes it all”, sama “I Do I Do I Do I Do I Do”, yang di nyanyiin sama pierce brosnan.. om brosnan keliatan ganteng banget, disitu.. makin tua makin ganteng, je! kereeeeeeeen…

yang paling unggul dan bikin film ini keren banget adalah koreografinya.. sumpah, keren.. soal koreografi ini gue kasih nilai 9, deh..

jadi secara umum sih nilai buat film ini dari gue ya 8, lah.. layak tonton.

oh iya.. ada satu hal yang cukup menggelitik gue.. jadi pertama kan gue nonton sama temen-temen penulis. pas pertama nonton gue dan teman-teman sangat terkesan dengan film ini. kedua gue nonton sama teman lain.. nah.. yang kedua ini temen2 gue ini ngerasa gak begitu dapet feel ceritanya.. padahal menurut gue, yang menyentuh banget adalah saat meryl streep menyanyikan lagu setelah ada kejadian apa gitu.. nah.. cerita di lagu itu tuh nyambung dan bikin cerita makin dramatis. setelah gue tanya, ternyata ini di sebabkan oleh ada beberapa temen gue yang (sory) tidak bisa fasih bahasa inggris. nah.. makanya mereka jadi gak dapet feel dramatis dari cerita itu.. (masa gue di suruh transelate tiap lagu yang lagi di puter, sih… Doooh… ampun, deh..)

cuma ini sih cukup menimpulkan pertanyaan yang menggelitik. perlukan teks lagu dalam film itu di transelate juga?? enak gak sih di dengernya.. (hmm.. gue jadi berasa nonton VCD bajakan gitu, yang semuanya di transelate..) yah.. pilihannya adalah tidak mengerti dengan arti lagunya, atau terganggu dengan lirik lagu yang di transelate, di sepanjang cerita drama musikal itu..