jujur

di sebuah taman, terdapat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sedang berbincang. si wanita terlihat berdandan minimalis, namun tetap terlihat elegan. sepatu dan tas yang di kenakannya terlihat bermerk mahal. sementara yang laki-laki memakai kaus dan jeans mahal. walaupun berusaha tampil menawan, tetap terlihat dari wajah pria ini, dia bukanlah pria dari kalangan berada. tangannya yang kasar dengan kulit hitam terbakar matahari menandakan dia adalah seorang pekerja keras yang biasa kerja di lapangan.

saat itu, mereka berdua kelihatan canggung satu sama lain. si pria berusaha terlihat cuek, walaupun sesekali dia melirik dan mencuri pandang ke arah si perempuan, dengan sorot mata kagum.

Laki-laki (L) : kok kamu mau sih dateng kesini dan nunggu aku sampe hampir satu jam.. Emang kamu mau nunggu berapa lama? lagian kok kamu yakin banget sih, kalau aku bakal tetap datang??

perempuan (P) : ya.. aku datang karena aku udah janji mau datang.. dan lagiaaan.. aku pengen ketemu kamu..dan buktinya.. sekarang kamu dateng, kan??

laki-laki itu terperangah kaget, sekaligus tersipu menahan malu. laki-laki itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bingung dan tampak tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.

L : kania.. kania.. kok kamu jadi orang, jujur banget, sih.. kamu tuh polos banget tahu nggak.. apa kamu nggak pernah sakit hati dan kecewa karena selalu bersikap jujur begini?

perempuan itu terdiam sejenak dan kemudian tersenyum.

P : aku udah mutusin untuk selalu bersikap jujur. semenyakitkan apapun itu.. aku lebih suka kejujuran. karena sekali kita bohong, kita harus terus berbohong untuk menutupi kebohongan kita sebelumnya.. banyak yang menganggap aku naif.. tapi.. dengan bohong hidup kita jadi nggak tenang.. aku merasa hidup ini sangat pendek.. dari pada menghabiskan banyak energi untuk merasakan ketidaktenangkan yang seharusnya tidak perlu terjadi bukankah lebih baik hidup tenang dan damai menikmati setiap tarikan nafas dan menjalani setiap detik hidup ini dengan senyum mengembang.. iya, kan??

Laki-laki itu menggeleng-geleng melihat sikap perempuan yang dikenalnya bernama Kania.

L : ah.. kamu itu hidup di dunia mimpi, ya?? jaman sekarang, mana ada orang yang benar-benar jujur?? kalau terlalu jujur, kamu akan tertindas oleh mereka-mereka yang tidak jujur dan berpikir picik.

P : kalau kita tahu apa yang mereka lakukan itu tidak benar, kenapa kita harus jadi bagian dari mereka yang tidak benar itu??

L : kamu terlalu naif..

P : bukan naif.. tapi hidup ini masalah pilihan.. setiap orang boleh memilih dan setiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia. apapun kata orang, aku merasa lebih bahagia dengan pilihanku ini..

L : bukannya aku tidak suka dengan kejujuranmu.. tapi aku takut.. aku takut kamu akan terluka saat mengetahui begitu banyak kenyataan yang tidak sesuai dengan realita..

P : kenyataan tidak akan menyakitkan.. kebohonganlah yang menyakitkan.. kita tidak akan sakit bilang kita tetap di tanah, yang menyakitkan adalah ketika kita berusaha membuat diri kita terbang, namun pada akhirnya kita sadar kalau kita tidak bisa terbang, saat terhempas pada kenyataan itulah yang menyakitkan.. jadi.. janganlah menyalahkan kenyataan.. dan tetaplah hidup di alam nyata..

pembicaraan di lanjutkan dengan pengakuan laki-laki itu, kalau dia sebenarnya bukan orang kaya dan bukan seorang mahasiswa kedokteran di universitas ternama di negeri itu.. namun hanyalah pekerja bangkel yang tidak pernah lulus SMP. akankah perempuan itu sanggup menerima kenyataan dan tetap menerima laki-laki itu apa adanya???