kotak dan bayang-bayang

Sebuah kotak kayu dengan gembok besar, tampak tersimpan rapi di atas sebuah lemari kayu tua. Tak ada yang menyentuhnya. Tak ada yang melihatnya setelah sekian lama. Dia telah terlupakan. Terabaikan. hanya seekor ibu laba-laba yang setia menemaninya dan menjadikannya rumah bagi anak-anaknya..

hingga suatu hari, seorang anak kecil dengan polos memanjat lemari, menarik sang kotak usang itu dan bermain dengannya.. anak kecil yang sedang belajar membaca, mengeja tulisan di atas kotak dengan terbata.. “pan-do-ra”. Anak kecil itu mengernyitkan dahi, tak mengerti arti tulisan tersebut. Rasa penasaran membuat anak kecil itu membuka paksa sang Pandora. Segala cara dia lakukan. Dia banting, congkel dan injak-injak kotak itu.

akhirnya sang Pandora pun terbuka.. sekelebat bayangan masa lalu keluar dari kotak itu.. menyeruak, mengisi setiap ruang kosong dengan rasa dingin, sakit dan luka yang mendalam.

Anak itu tetap tak mengerti apa yang telah di lakukannya. Dia tak menemukan apa yang dia cari. Dia pun pergi meninggalkan sang Pandora dengan keadaan terbuka. segala yang telah tersimpan di dalam kotak itu pun dibiarkannya begitu saja.

Kumpulan bayangan berwarna hitam itu kini terus menebal, menghancurkan semua yang ada. Kembali Meninggalkan segala luka dan derita.. banjir air mata tak mampu menenggelamkannya, topeng kebahagiaan tak mampu menyembunyikannya..

ku tanya pada bayangan hitam itu, “kapankah kamu akan pergi dari hidupku?”. bayangan hitam memberikan seuntai senyum licik “Tidak akan pernah! karena aku akan terus mengikutimu, dalam setiap derap langkah yang kamu ambil.. menghantui hidupmu.. selamanya..” suara itu langsung menghantar udara dingin yang membekukan hati dan pikiranku.. aku beku.. buntu..

akankah muncul seseorang untuk menangkap dan memerangkap sang bayangan kelam untuk menguncinya kembali ke dalam kotak ajaib bernama Pandora? Aku ingin melakukannya.. tapi tubuh ini terlalu lemah.. hati ini sedang terluka parah.. berharap keajaiban datang, mengambil semua luka yang ada dan membalut hati ini dengan kedamaian, kehangatan, untuk menebarkan berjuta kasih sayang dan cinta dimana-mana..

dingiiiiin…

 

Hujan sudah beranjak pergi.. Kini tinggal Angin dingin menerpa.. Udara dingin yang membawa rindu.. Rindu hangatnya berada di bawah selimut.. berada di dalam dekapan orang-orang yang tercinta.. Ku menatap jauh ke horizon. Ku lihat halimun berkumpul… Kelabu telah menghapus sang biru.

Aaaaah… Aku menggeliat.. Meluruskan urat-urat sendi yang berubah kaku karena jarang di gerakkan.. dingin.. itu jadi alasan mengapa ku enggan beranjak turun dari tempat tidur.. udara dingin itu meniupkan hawa kemalasan.. itu alasanku.. dasar manusia.. tidak pernah mau di anggap salah.. selalu mencari kambing hitam..

Saat seperti ini, ku rindukan matahari.. matahari yang memberi hangat di hati dan bumi ini.. kemanakan dia sekarang? Kenapa dia berada jauh sekali…. ingin ku peluk matahari itu agar tubuhku menghangat.. agar ku kembali bersemangat.. menyelesaikan pekerjaan yang kini tanpa hasrat..

hasrat? Apa hubungannya matahari dan hasrat? Ya.. hasrat.. semangat.. passion.. itu yang selalu ku butuhkan dalam hidup ini.. untuk membuat hidupku selalu cerah ceria penuh warna.. membuatku selalu optimis dalam menghadapi semua masalah yang ada.. membuatku lebih cepat bangkit dari segala kesedihan dan keterpurukan… menerpa segala rintangan yang selalu menghadang… yah… terdengar sangat dramatis..  tapi itulah aku…

ku kumpulkan serpihan-serpihan semangat itu.. saat ku dengar sebuah kabar baru.. kabar yang menyalakan satu lilin semangatku.. namun di saat yang sama juga mulai mengembuskan angin kekhawatiran di lilin-lilin ku yang lain.. sudahlah.. ku jalani saja semuanya.. kini saatnya bangkit dan melakukan yang terbaik.. menggeliat dari mimpi-mimpi dan mulai membangun tangga rencana logis untuk meraih semua impian yang sudah ku bangun dan ku gantungkan tinggi, bersanding bersama bintang dan matahari serta bulan…