Mencari Suplier Ayam Yang Bisa Diandalkan

Berbisnis katering, memang membutuhkan banyak suplier bahan baku untuk mendukung kelangsungan bisnisnya. Saya memang biasa berbelanja segala sesuatunya sendiri, supaya bisa memastikan harga dan kualitas dari barang yang saya beli.

Kecuali ayam. Selama beberapa tahun berjalan, saya memang belum menemukan suplier ayam yang benar-benar cocok. Saya pernah mencoba berlangganan dari beberapa pedagang dipasar. Sayangnya mereka tidak bisa memastikan supply ayam kepada sayang. Ukurannya pun tidak bisa sama. Maklum mereka pedagang kecil.

Ketika mbak pegawai saya menawarkan suplier ayam kepada saya, saya pun tertarik untuk mengambil ayam dari suplier tersebut.

Sayangnya, Beberapa kali saya dikecewakan oleh suplier ini. Dia mengirimkan ayam yang tidak sesuai ukuran yang dijanjikan.. Terutama ayam-ayam ukuran besar.. Janjinya ukuran 1,4 kilo, yang datang ukuran 1,2 kilo atau 1,1 kilo. Jauh kan bedanya?

Ketika saya komplain, dia alasannya ukuran 1,4 itu pas hidup. Jadi pas diambil bulu dan jeroannya, ukurannya nyusut..

Laaah.. Kan saya gak terima bulu dan jeroannya.. Saya beli dalam keadaan bersih. Awal-awal saya komplain gitu, dia ngambek.. Dia bilang ya adanya kondisinya gitu..

Saya bilang, saya minta dikasih ukuran yang bener deh.. Tetep ga kejadian sampe sekarang. Pernah juga tiba-tiba dia mengirimi saya ayam yang ukurannya mungil banget, dengan alasan harga naik. Sementara saya retur, dia gak mau. Tentu ini bikin saya kecewa berat.. Padahal dia bisa mengabari saya kalau harga ayam memang  sedang naik. Tinggal buat penyesuaian harga. Ga sulit, bukan?

Kalau begini kondisinya jadinya saya yang rugi. Rugi dua kali. Karena Saya gak mungkin mengecewakan pemesan katering yang sudah berharap mendapat ayam ukuran tertentu. Jadilah saya kelimpungan membeli ayam-ayam baru di tempat lain dengan harga yang jauh lebih mahal tentunya karena beli dadakan.. Kebayang dong kerugian yang saya tanggung? Belum lagi ayam yang tidak mau dia retur itu. Mau buat apa?

Baru-baru ini dia kembali berulah.. Dia ngambek berat pas tau saya membeli ayam ukuran besar di tempat lain, sementara tetap membeli ayam ukuran kecil untuk pecel ayam sama dia.

Besoknya dia mogok mengirimkan ayam tanpa memberi kabar apapun. Bahkan ketika pegawai saya datang untuk mengambil ayam, kata-katanya malah bicara dengan ketus dan kasar. Menyuruh beli ayam di tempat lain saja.

Di kabari begitu, saya pun akhirnya mencari ayam sendiri di pasar. Allah Maha Baik. Saya dapat ayam yang seharga ayam yang suplier itu tawarkan. Rupanya ayam yang dia tawarkan gak murah-murah amat kok. Saya bisa dapat harga dan kualitas yang sama dipasar.

Bahkan sekarang saya dapat suplier baru yang lebih ramah, beragam daging yang lebih lengkap dan yang paling menyenangkan, suplier ini memberikan harga yang lebih murah dari harga yang di tawarkan suplier yang pertama.. Tentunya dengan timbangan yang benar.. Hahaha..

Eh, lagi asik-asiknya memesan ini-itu pada suplier baru, tiba-tiba si mbak pegawai bilang.. Katanya suplier lama nanyain kok gak pesen ayam lagi.. Hmmm.. Menurut ngana?

Walau saya adalah pembeli, saya tidak berharap diperlakukan seperti raja. Karena saya punya raja-raja lain yang harus saya jamu diluar sana.. Saya hanya berharap diberi kebebasan memilih. Memilih sesama pedagang yang bisa diajak bekerja sama.. Lagipula.. Allah sudah mengatur rezeki kita bukan? Tidak akan tertukar walau satu rupiah pun. Tapi.. Allah juga Maha Melihat. Bila kita tidak bersyukur atas apa yang sudah diberikanNya, mungkin dia akan menegur kita dengan caraNya sendiri.. Wallahualam.

wahai ayam.. segeralah kembali ke harga semula.. >_<

Ayam saus mentega dan tahu cah ayam

sesuai janji saya di postingan sebelumnya, saya akan share 2 resep yang saya coba masak di acara parade masak 1000 perempuan, yang saya masak bersama brencia. Kedua masakan itu adalah :

 

AYAM SAUS MENTEGA

Bahan-bahan :

  •  2 potong paha ayam, (tiap paha di potong jadi 6 bagian)
  • 1 cangkir tepung sagu tani
  • 1 buah bawang Bombay ukuran besar iris tipis memanjang
  • 1 ruas jahe
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah jeruk purut
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdm margarine
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 cangkir minyak sayur
  • 2 cabai merah
  • Air, garam, merica & gula secukupnya

 

Cara Memasak

  • Lumuri ayam dengan kecap asin, biarkan meresap beberapa saat
  • Lumuri ayam dengan sagu tani hingga kering.
  • Panaskan minyak sayur lalu goreng hingga berwarna keemasan. Tiriskan.
  • Tumis jahe dan bawang putih, masukkan saus tiram dan 1 sdm kecap asin, jeruk purut & margarin.
  • Setelah mendidih, masukkan ayam goreng dan bawang bombay secara bersamaaan.
  • Tambahkan garam, merica, gula dan air secukupnya. Aduk beberapa saat
  • Sajikan panas.

(note : awal memasak saya kebanyakan pakai air jeruk purut. Saya sarankan untuk 2 potong ayam, ambil air dari setengah butir jeruk purut)

 

TAHU CAH AYAM

Bahan-bahan :

  • 1 buah tahu cina ukuran besar, potong dadu
  • 2 sdm minyak sayur
  • 2 ruas jahe
  • 4 siung bawang putih, cincang kasar
  • 1 sdm daun bawang, iris tipis
  • 100 gram ayam cincang
  • 1 butir putih telur ayam
  • 1 cangkir kaldu ayam
  • 1 sdm saus tiram
  • 1 sdt maizena, campur dengan sedikit air
  • 1 sdt kecap asin
  • 2 buah cabai merah potong miring
  • 10 gram paprika hijau
  • Merica, garam & gula secukupnya.

 

Cara memasak :

  • Panaskan minyak sayur, tumis jahe & bawang putih hingga harum, tambahkan ayam cincang dan saus tiram. Aduk hingga matang.
  • Tuangkan kaldu ayam, biarkan hingga mendidih. Kecilkan api, masukkan tahu, tutup wajan selama 5 menit.
  • Angkat tahu dan susun di atas mangkuk saji.
  • Masak kembali air rebusan yang terisisa. Tambahkan daun bawang, cabai merah, paprika, kecap asin dan merica secukupnya.
  • Tuangkan putih telur sambil terus di aduk. Kentalkan dengan maizena. Hidangkan panas.
selamat mencoba.. klo enak kirim-kirim ke saya yaaaa… 😆