10 Hal Sederhana Ini Bisa Anda Lakukan di Stasiun Saat Nunggu Kereta Datang

Bepergian dengan kereta sampai sekarang tetap menjadi pilihan masyarakat. Pasalnya, moda transportasi massal ini memang pas jika kita ingin merasakan perjalanan yang murah, nyaman, aman, leluasa, dan merakyat.

Sebagaimana dengan pesawat terbang, sebelum berangkat kita kerap harus tiba di stasiun lebih awal untuk mencegah ketinggalan kereta. Apalagi jika kita melakukan perjalanan di jam-jam ramai.

Normalnya, kita disarankan untuk tiba di stasiun kereta paling lambat satu jam sebelum keberangkatan. Sebab, ada proses cetak boarding pass dan verifikasi data diri sebelum Anda bisa naik kereta. Ini bisa lebih lama jika Anda membeli tiket langsung pada hari yang sama di stasiun tersebut.

Menyoal pemesanan tiket kereta api, sebaiknya Anda pesan online. Tiket kereta sekarang bisa dipesan online seperti Traveloka. Traveloka.com juga saat ini sudah meluncurkan layanan pembelian tiket kereta api di situs dan aplikasi ponselnya sehingga Anda bisa pesan tiket dengan cepat dan aman dari jauh-jauh hari.

Setelah pesan tiket KA di Traveloka, yang namanya menunggu, pastilah tidak menyenangkan bagi siapapun. Sebentar atau lama, menunggu selalu terasa membosankan. Sekarang, setelah Anda tiba di stasiun, apa saja sih yang bisa dilakukan selagi menunggu kereta datang? Yang pasti, cobalah 10 hal sederhana ini agar tidak bosan.

Ngopi santai

Sebelum naik kereta, manfaatkan waktu dengan menikmati secangkir kopi di kedai kopi yang kini mulai menghiasi stasiun-stasiun di Tanah Air. Pesan kopi kesukaan lalu seruput pelan-pelan sembari menikmati koneksi wifi gratis yang biasanya disediakan kedai tersebut.

Isi perut di restoran stasiun

Agar selama perjalanan tidak melulu kelaparan, Anda bisa isi perut dulu di salah satu restoran yang tersedia di stasiun. Makan secukupnya sembari menyimak panggilan boarding agar tidak ketinggalan akibat keasyikan makan. Pada beberapa stasiun daerah, restoran yang buka tentunya menawarkan kuliner khas yang layak untuk dicoba. Hitung-hitung wisata kulineran sebelum perjalanan jauh.

Jajan cemilan untuk perjalanan

Di stasiun pastinya ada mini market atau warung yang menjual aneka cemilan dan minuman. Sembari menunggu kereta tiba, jelajahilah toko tersebut lalu beli perbekalan yang asyik untuk menemani Anda di kereta api nanti. Anda juga boleh memakan beberapa bungkus cemilan yang Anda beli tersebut selagi menunggu kereta.

Tarik uang tunai di ATM

Pastikan uang tunai Anda cukup untuk perjalanan. Jaga-jaga siapa tahu Anda ingin belanja makanan atau minuman di dalam kereta. Oleh karena itu, carilah gerai ATM terdekat di stasiun untuk mengambil uang tunai secukupnya.

Baca buku

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu adalah membaca buku. Bawa buku kesukaan lalu nikmati di stasiun. Jika Anda lupa membawa buku, beberapa stasiun biasanya memiliki kedai majalah atau buku yang bisa Anda lirik sejenak.

Mendengarkan musik

Musik juga sangat bagus mengusir bosan. Nikmati musik kesukaan Anda agar mood tetap terjaga selagi menunggu kereta tiba. Pastikan volume disetel secukupnya, jangan terlalu keras agar Anda tetap bisa mendengar pengumuman atau panggilan boarding dari petugas stasiun.

Mengecek barang bawaan

Sebelum kereta datang, Anda juga bisa memanfaatkan waktu dengan mengecek barang bawaan sekali lagi, memastikan tidak ada yang ketinggalan. Periksa juga susunan dan pengemasannya, pastikan memisahkan barang yang mungkin Anda akan gunakan selama perjalanan dalam kereta. Pastikan juga tidak ada barang yang tercampur atau tumpah agar tidak menimbulkan masalah.

Siapkan tiket dan KTP untuk boarding

Beberapa menit sebelum boarding keluarkan tiket dan KTP dari dompet Anda. Siapkan dalam genggaman atau saku pakaian yang mudah dijangkau, sehingga pada saatnya pemeriksaan sebelum naik kereta nanti, Anda langsung sigap menunjukkan pada petugas untuk mencegah antrian panjang.

Mengobrol

Jika Anda melakukan perjalanan bersama orang lain, tentunya menunggu tidak akan menjadi masalah karena Anda bisa mengisi waktu dengan mengobrol. Tapi, jikapun Anda datang sendiri, Anda bisa beranikan diri untuk berkenalan dan mengajak ngobrol orang di dekat Anda. Selama Anda sopan dan ramah, orang lain pasti menyambut.

Foto-foto

Jaman sekarang, fotografi tak lagi eksklusif milik fotografer. Siapapun bisa memoto apapun dan memajangnya di sosial media. Terutama jika Anda berada di stasiun yang memiliki arsitektural dan interior menarik (seperti di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Kualanamu Medan), cobalah isi waktu dengan memotret objek menarik di stasiun tersebut. Anda bisa gunakan kamera ponsel atau kamera saku. Objek yang bisa difoto juga sebenarnya beragam, termasuk aktivitas orang, suasana peron, maupun alam sekitar. Siapa tahu foto Anda bagus dan bisa dikirimkan untuk dimuat di media..

serba-serbi belanja di supermarket

Siapa sih yang gak pernah belanja di supermarket alias pasar swalayan? Pasar swalayan sangat khas dengan suasana belanja yang nyaman (ber-AC) dan keleluasaan memilih barang. Ga takut diboongin karena gak pinter nawar, dsb karena harganya sudah fix, gak bisa ditawar-tawar. Kalo mau beli ya diambil dan bayar, kalo gak mau ya monggo pulang..

Awalnya saya pikir berbelanja di pasar tradisional, udah pasti lebih murah daripada berbelanja di pasar swalayan alias supermarket. Bisa iya. bisa tidak. Semua tergantung dari barang yang dibeli, jumlah barang yang dibeli, dan waktu pembelian, dan jenis serta merk supermarketnya.

Barang yang dibeli

Untuk beberapa barang misalnya paket sayur asem, atau paket sayur lodeh, tentu harganya akan lebih mahal, dibanding kita beli di pasar atau di abang sayur keliling. Tapi kalo beli Minyak goreng kemasan, bisa jadi, kalo beli di supermarket, harganya lebih murah daripada di kios pasar, atau di warung dekat rumah atau abang tukang sayur keliling sekalipun.

Jumlah barang yang dibeli 

Nah.. seperti contoh minyak tadi. Ukuran tertentu bisa jadi akan lebih murah daripada ukuran lain. walau merknya sama. Misal. Belakangan Harga Minyak ukuran 2 liter, berpotensi lebih murah jatuhnya di banding minyak ukuran 1 liter, atau 5 liter. aneh kan? emang! minyak merk tropic* di waktu tertentu bisa dibeli dengan harga sekitar 20rban. gak sampe 21rb. Tapi harga ukuran 1 liter bisa jadi 12-13rb. sementara galon yang 16 liter bisa 200rban lebih. Well.. gitu deeh.. 😀

Waktu pembelian

waktu pembelian ini ngaruh banget. karena biasanya ada minggu-minggu tertentu, barang-barang ada yang di diskon. ini mesti pinter-pinter cari info. kalo di S*perindo, biasanya setiap 3-4 hari, mereka punya barang-barang tertentu yang di diskon. harganya menarik. G*ant dan h*permart juga ada aja diskonnya. jadi rajin-rajin aja cari info. misal liat spanduknya (mereka selalu pasang spanduk di depan supermarketnya), atau via online.

soal waktu belanja ini pun berpengaruh saat kita berbelanja di pasar tradisional. harganya bisa beda, walau yang jual sama. ini terjadi di pasar minggu yang pasarnya gak ada matinya.. maybe next time saya share soal ini.. 🙂

Jenis dan Merk supermarketnya. 

Supermarket itu jenisnya banyak yah.. ada Minimarket, supermarket, hypermarket dan grosir. pilihan berbelanja di masing-masing kelas, memberi kita pilihan untuk berbelanja.

Makin kecil spotnya, biasanya harganya makin agak mahal. karena jatuhnya ngecer. Biasanya minimarket banyak digunakan untuk membeli barang-barang sehari-hari yang jumlahnya sedikit. saya pernah tanya, umumnya yang belanja di minimarket, jumlah transaksinya dibawah 100rb tiap transaksi. Kalo pun tiap transaksi lebih dari 100rb, biasanya karena beli susu bayi.

Tapi kalo supermarket  tentu karena lokasinya agak lebih jauh dari tempat tinggal, biasanya orang agak niat kalo mau dateng ke situ.. so at least 1-2 minggu sekali. sementara kalo udah hypermart biasanya buat belanja bulanan. Kalo grosir biasanya yang belanja disitu selain belanja bulanan keluarga, banyak juga pedagang-pedagang yang belanja disitu untuk dijual kembali. kalo grosir ini, memang harganya lebih murah. tapi belanjanya gak bisa dalam jumlah dikit.. 😀

TIPS BELANJA

klo soal tips belanja di supermarket, pasti udah banyak yang ngeshare soal itu yah.. dari soal bawa uang ngepas, bawa list belanja, sampe belanja dalam keadaan kenyang biar gak laper mata.

nah… yang mau saya bagi disini adalah soal memilih barang yang mau di beli saat berbelanja disupermarket, hypermarket ataupun grosir berdasarkan pengalaman saya..

Bagian makanan laut

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah ikan dalam kondisi seperti ini di salah satu supermarket besar yang biasa saya datangi.

ikan dalam ikan..

iya.. itu ada ikan kecil di mulut ikan besar.. Duluuuuu.. lama sebelum kejadian ini, saya juga pernah membeli cumi-cumi ukuran besar di supermarket. pas sampai di rumah, saat saya mencucinya, saya menemukan ikan kecil yang sudah tidak segar, ada di dalam badan cumi-cumi itu. gak cuma 1, ada 3 ekor. itu gak cuma kejadian sekali. waktu saya membeli cumi-cumi di supermarket yang lain, kejadiannya pun hampir sama. ada ikan di dalam badan cumi-cumi.

Awalnya saya pikir, kasian amat itu cumi-cumi baru makan udah di tangkep sama nelayan. Tapi kok saat itu, saya udah berasa rugi. karena beratnya si cumi2 jadi nambah gara-gara ikan2 kecil itu. Eh tapi kok setelah melihat foto tadi, saya makin curiga ada kesengajaan peletakan ikan kecil di dalam ikan besar atau cumi-cumi ini untuk menambah berat si ikan atau cumi-cumi.

kesalahannya ada dimana, saya tidak tau. saya tidak menuduh si supermarket yang nakal. bisa jadi dari nelayannya. atau memang si ikan dan cumi-cumi ini baru makan trus di tangkep sama nelayan seperti dugaan awal saya.

jadii.. yang perlu diperhatikan betul saat memilih ikan segar saat berbelanja di supermarket adalah pastikan saat membeli ikan, dan makanan laut lainnya, kondisinya masih segar dan bersih dari segala tambahan benda lain.

Hal lain yang perlu di perhatikan adalah saat membeli ikan yang sudah dibersihkan atau sudah dibumbui, kondisi si ikan kemungkinan sudah tidak terlalu segar. Walau mungkin masih bagus, tapi gak sesegar yang masih utuh. Memang akan lebih murah sih. Bukan tidak boleh beli yang seperti itu, tapi…kalo mau beli yang seperti itu, pastikan segera dimasak. Jangan di simpan lebih lama lagi di kulkas kita.

Bahan makanan beku

soal makanan beku ini saya khusus membahas soal daging dan ayam beku yang biasa di jual di supermarket. kalau diperhatikan, supermarket biasanya menjual 2 jenis daging sapi dan daging ayam ini. ada yang versi fresh, ada juga yang versi beku. Suka perhatikan gak, kalau harga yang beku biasanya lebih murah daripada yang tidak beku. Kok bisa?? ya bisa..

sumber : topiktrend dot com

 

Biasanya yang beku mengandung kadar air yang lebih tinggi. saya gak tau alasannya. tapi yang pasti, kalo saya beli daging atau ayam beku, mereka menyusut beratnya saat sudah gak beku. Nyusutnya juga bisa sampai 10%-15%. Banyak yak? emang!

Makanya.. lain kali, kalo nemu harga jual daging sapi atau ayam yang murah.. perhatikan dulu. Itu beku atau fresh. Kalo harga yang beku lebih murahnya 20% dari harga yang fresh, itu artinya harganya bagus. kalo cuma beda-beda tipis, ya di itung lagi aja bedanya. jangan sampe rugi gara-gara salah beli. soalnya itu daging atau ayam bakal berkurang loh beratnya.. Hihihihi..

selain itu, kalau membeli daging sapi beku, kita tidak bisa memilih bagian mana dari daging sapi itu. tentu kita tau kan ya.. beda bagian, beda tipe urat dan seratnya. ngaruhnya sama cepat empuk atau nggak. selain itu, kalau daging beku biasanya udah di potong kotak-kotak atau di bungkus dalam ukuran tertentu dimana suka banyak bagian berlemaknya yang jumlahnya suka gak kira-kira.. 😀

oh iya.. kalau beli daging beku, kalo bisa di kemas di kulkas seukuran kita mau masak aja ya.. biar si daging gak bolak-balik di cairkan. supaya kesegarannya tidak berkurang.

Sayuran 

kalo sayuran segar, so far saya masih menemukan bahwa pasar tradisional masih juaranya soal sayuran segar. harganya masih lebih murah.

sepertinya itu dulu yang bisa saya ceritakan untuk edisi belanja di supermarket.. So.. mesti belajar dari smart buyer lah yaa.. happy shoping.. 🙂

Menikmati lezatnya udang goreng tepung

Pagi ini, menu katering harian adalah udang goreng tepung. Ini adalah salah satu menu yang cukup disukai pelanggan ufairah catering. Jarang sekali ada orang yang tidak menyukai udang, kecuali mereka yang alergi dengan makanan laut. Selain rasanya yang lezat, makannya juga terbilang mudah, dibanding seafood lain seperti kerang atau kepiting. saya sangat suka sama yang namanya udang ini. kadang, sambil menggoreng, sambil sibuk nyicipin.. (untung gak sampe abis >_<).

Udang memang terbilang cukup mahal harganya. Makin besar makin mahal. Tapi memang sih.. kalau beli dalam jumlah banyak, tentu akan dapat diskon dari si penjual. Makanya saya sering membeli agak banyak.. Setidaknya beberapa kilo, untuk stok seminggu. Asal disimpan dengan baik, udang akan tetap bagus kondisinya.

Tips Memilih dan Menyimpan Udang

Paling mudah, menyimpan udang atau seafood lain adalah di dalam kulkas, alias lemari pendingin. sekarang ini lemari pendingin tuh canggih-canggih.. saya paling suka yang kapasitas besar. terus terbagi dalam beberapa bagian. untuk tempat es, daging- daging, bakso, dsb. Jadi baunya gak campur aduk dan bisa diatur kebutuhan suhunya untuk masing-masing bagian (terutama untuk kulkas 2 pintu atau lebih yah..) canggih deh pokoknya.. Soal membeli lemari pendingin paling enak, kita percayakannya di MatahariMall aja. Transaksi online aman di MatahariMall bikin kita jadi tidak ragu lagi untuk mendapatkan lemari pendingin di toko online istimewa yang satu ini.

Kalau udang menjadi salah satu bahan makanan favorit keluarga di rumah, sudah pasti kita akan sering beli kan ya.. trus sama kayak saya.. sukanya menyimpannya dalam jumlah banyak. bisa buat campuran tumisan atau lauk dll. nah.. Sebelum memilih dan menyimpan udang di lemari pendingin, supaya kondisi udang yang akan kita pakai tetap bagus.. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, nih..

Aroma Khas Udang Segar

Udang segar yang dijual di pasar maupun supermarket memiliki aroma khas laut. Namun aroma udang segar tidak terlalu amis menyengat seperti udang yang sudah tidak segar. Jadi, mending diteliti banget deh.. dengan cara mencium aroma udang, sebelum memutuskan untuk membelinya. sayang kan, udah beli mahal-mahal tapi kondisinya gak fresh?

Udang Utuh Jauh Lebih Baik

Membeli udang utuh yang masih menempel dengan kulit, ekor, dan kepalanya adalah pilihan yang baik. Karena kita jadi bisa mengamati tingkat kesegaran udang secara cermat. Udang utuh yang segar memiliki warna keabu-abuan dengan bagian tubuh yang masih terasa kenyal dan menempel erat. Sebaliknya, udang yang sudah tidak segar akan berwarna kemerahan dan kepalanya mudah lepas saat kita sentuh.

Menyimpan Udang Dalam Waktu Lama

Udang yang ingin disimpan dalam waktu yang lama sebaiknya diletakkan di freezer. Bersihkan dahulu bagian kepala, kulit, dan kotoran udang sebelum disimpan di freezer. Nanti ketika kita ingin mengolah udang beku, kita tinggal mengeluarkannya dari freezer dan mencairkannya.

Memasak Udang yang Disimpan Di Freezer

Alangkah baiknya jika menyimpan udang dalam kemasan-kemasan kecil difreezer. Jadi pas mau dipake, kita bisa mengeluarkan udang dalam jumlah yang sesuai. Tak perlu mengeluarkan seluruh udang dari freezer. ini berlaku untuk daging atau ayam juga yah.. karena udang, daging atau ayam yang keluar masuk freezer, akan membuat kondisinya kurang bagus lagi.

Kalau sudah menguasai tips memilih dan menyimpan udang kali ini, kira-kira menu udang apa yang ingin dicoba besok? kayaknya saya pengen bikin udang lada hitam deh.. kalau kamu.. pengen bikin apa?

Tantangan menabung 52 minggu!

SELAMAT TAHUN BARUUUUU!!!

 

Tahun baru biasanya orang-orang ramai membicarakan resolusi tahun baru, yah..

pagi ini, saya menemukan sebuah artikel yang sangat menarik.. yaitu tantangan menabung dalam 52 minggu alias 52 weeks money saving challange.

Isi tantangannya adalah bisakah saya menabung 1 dollar dengan progresif setiap minggunya. Kalau ada jenis tabungan yang nilainya konstan setiap minggu, bisakah kali ini saya menabung dengan progresif.

Misalnya minggu pertama 1 dollar, minggu kedua 2 dollar, minggu ketiga 3 dollar, hingga minggu ke 52 adalah 52 dollar. kira-kira seperti ini chart-nya bila dalam bentuk dollar.

Menabung memang jadi sesuatu yang butuh pembiasaan, butuh ketekunan dan kedisiplinan.. bisakah saya melakukannya? di awal-awal tahun sih mungkin gak akan begitu berasa.. di akhir tahun nih bakal berasa banget..

Bayangin aja.. kalau pake kurs dollar 10 rb, paling nabung di minggu-minggu pertama sih sekitar 10rb, 20rb, 30rb, dst.. Nabung segitu sih masih bisa dijalani dengan mata tertutup.. ya paling ngurangi jajan somay pas makan siang…

tapi coba bayangin apa yang terjadi minggu-minggu terakhir di bulan november-desember.. di minggu ke 49, 50, 51, 52.. hiks.. saya harus menabung 490rb, 500rb, 510rb, 520rb setiap minggu.. huhu..*ngemut dompet* 

Tapi optimis ajaaaah… pasti bisaaaaa.. kayaknya supaya beneran kejadian, untuk nabung sebanyak itu di akhir tahun, strateginya gak cuma ngurangi uang jajan, tapi harus nambah sumber-sumber penghasilan baru supaya tetep bisa jajan dan nabung yang banyak.. hihihihi.. mari semangaaaat!

semoga di akhir tahun, toples tabungan saya bisa penuuuuuuh.. :-*

Pada dasarnya, tantangan ini membuat kita berani menabung dengan progresif. Prinsipnya hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini.. Berapapun uang yang kita putuskan untuk angka awalan saat menabung tidak masalah.. yang terpenting adalah konsistensi, disiplin dan juga keteguhan kita dalam menabung.. 😀 

jadi mari sama-sama menabung, yuk.. berarpapun jumlah awalannya.. bisa seribu.. dua ribu.. atau bahkan seratus ribu per minggu.. 🙂

 

 

note : mengingat dollar lagi ajrut-ajrutan gini, mending ngitung satuan per dollarnya 10rb, atau 15rb sekalian ya per dollar? *kais2 dompet* #MulaiAmbisius :))

 

 

What do I desire?

Kalau kamu boleh milih melakukan sesuatu yang kamu suka, tanpa harus memikirkan soal uang, kamu akan melakukan apa? kalau saya? saya memilih melakukan segala hal yang berhubungan dengan kuliner dan menulis.. dan saya happy karena saya sudah bisa melakukannya sekarang.. 😉

So.. what is your desire?

Kisah Horor bagi penakut

image

Percaya apa nggak, tapi konon seorang pencerita horor terbaik adalah mereka yang penakut. Setidaknya itu yang dibilang teman saya, saat mendorong beberapa penulis untuk menulis skenario atau kisah horor.

Bayangkan seorang penakut harus membayangkan begitu banyak adegan menyeramkan bahkan mengerikan sebelum mereka tulis atau ketik menjadi sebuah cerita untuk dibaca orang lain.. sebagai seorang penakut yang mencobamenulis cerita horor, izinkan saya berbagi pengalaman saat dulu menulis cerita horor…

Kalau ditanya gimana rasanya? Rasanya MENYEBALKAAAAAANNN!!!! :)))
Seriusan deh.. :))

Tapi ajaibnya banyak yang suka bahkan minta saya nulis lagi.. katanya beneran nyeremin dan berasa real.. errrr.. ya iyalah.. buat para penakut, mereka jadi akan lebih parno dan jadi lebih sensi serta membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Itu yang kemudian menurut banyak orang bikin cerita berasa lebih real dan lebih bagus.. apa lagi kalo di dukung pengalaman penulis yang beneran ngalamin kejadian “aneh”.. :))) beberapa adegannya beneran real bangeeet..

Jujur saya Ketagihan (dengan honornya) sih.. tapi prosesnya itu loh yang bikin nggak tahan…  :)) sport jantung dan deg2an terus.

Degn2annya gak cuma pas nulis. Tapi juga pasca nulis.. setelah nulis saya masih kebayang-bayang hantu yang suka mendadak muncul disaat dan tempat yang gak terduga.. atau mendadak nyolek, atau manggil2, tapi gak ada wujudnya.. dua kejadian terakhir sih emang real saya alamin saat dulu nulis horor.. hal bagusnya, bisa menginspirasi saya buat hulis hal yang lebih nyeremin lagi.. hal buruknya adalah, sejak itu saya gak mau tidur sendirian lagi 😐 OGAAAH!!!

So.. buat kalian para penakut.. berani nulis cerita horor?? 😉

Mencicipi Terapi Pijat Cimande Haji Naim

Jumat lalu, saat berangkat ke kantor, saya sempat “terpaksa akrobat” yang menyebabkan bahu saya retak dan harus mendapatkan sedikit perawatan. Tidak puas hanya dengan perawatan medis, Hari itu saya juga dibawa ke terapi pijat Cimande Haji Naim yang terkenal bisa memperbaiki patah tulang, keseleo, dan sebagainya.

Cerita ini sebenarnya bermula saat saya berangkat ke kantor, di perempatan lampu merah sebelum mampang prapatan, sebuah motor tiba-tiba muncul dari sebelah kiri dengan kecepatan tinggi dan menghantam motor saya dan membuat saya terpelanting beberapa meter. Karena tidak sanggup bangun, saya di tolong warga sekitar untuk ke pinggir. Sialnya penabrak itu kabur.

Berhubung kelihatannya mengalami pendarahan yang cukup serius di bagian kepala, saya memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor. Karena dalam keadaan pusing saya tidak bisa menemukan kartu asuransi yang biasanya ada di dompet saya. Akhirnya diantar pulang ke rumah. eh.. sampe di rumah, ternyata kartu asuransi saya ada di dompet aja gitu 😐 #SelfToyor. 

Dengan diantar nyokap, akhirnya saya ke dokter. Si Dokter nan ganteng dan masih muda yang merawat saya, bilang kalau keadaan saya baik-baik saja. tidak ada luka serius. luka di kepala tidak perlu di jahit, dan tidak ada patah tulang (alhamdulillah), tapi kok kepala saya pusing dan kayaknya ada yang salah dengan luka di bahu saya ini.

Tapi berhubung si dokter yang masih muda dan ganteng ini menekankan bahwa saya tidak apa-apa, saya gak terlalu khawatir. Katanya wajar pusing dan bahunya sakit, namanya juga ke bentur. Rona wajah saya yang pucat pun katanya karena shock. hmm.. baiklah 😐

Atas rekomendasi nyokap dan temannya, sepulang dari dokter saya tetap dibawa ke tempat pijat haji naim. Lumayan jauh sih.. Agak susah di akses kalau gak bawa kendaraaan sendiri. beruntung supir taksi yang mengantar saya sudah tau tempat pijat ini jadi saya tidak kesulitan menemukan tempat pijat Haji Naim yang berlokasi di Jalan MPR III dalam No. 24, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Kalau naik angkutan umum, Dari Blok M naik Kopaja 615 ke arah Cipete. Turun 100 meter setelah pasar Cipete. Ada gang tembus di situ lewat masjid. Kalau bingung, bisa tanya orang situ sih dimana tempat pijat Haji Naim.

Sumber : infoidonesia.wordpress.com

Sampai di lokasi, beruntung tanpa perlu mengantri saya sudah bisa langsung masuk dan di urut oleh salah seorang pemijat disana. Padahal katanya kalau kesana itu ngantrinya super lama dan panjang. Ya memang sih.. setelah saya selesai di terapi, ternyata antrian cukup banyak yang berdatangan. Beruntung sekali saat datang saya bisa langsung dilayani. Kebetulan yang sangat menyenangkan.

Saat itu, si terapis yang memijat saya adalah salah satu anak dari Almarhum Haji Naim. katanya Anak Haji Naim sendiri ada 12 orang. Semuanya meneruskan profesi ayahnya sebagai pemijat patah tulang. Walau bukan haji Naim sendiri yang memegang, ternyata kemampuannya mereka juga cukup bagus kok. terbukti masih banyak yang percaya pada kemampuan anak-anak Haji Naim ini.

Saat masuk ke rumah itu, ada beberapa orang yang sedang di pijat, mereka dibetulkan tulangnya. Banyak yang teriak-teriak kesakitan. Lucunya, saya sama sekali gak teriak kesakitan, tapi yang ada saya marah-marah dan jadi super galak sama bapak yang mijat. bayangin aja, pas dia pegang untuk ngecek bahu, saya reflek nepis tangannya sambil nabok dan bentak “Heh! Jangan pegang-pegang! sakit!”. 😆 Reflek sih.. pas di jalan saya juga mikir, lah kalau gak di pegang, gimana ngobatinnya, neng.. 😆

Terapinya sendiri tidak berlangsung lama, sekitar lima menit. Si Pemijat selalu ngajak ngobrol pasien, ngajak bercanda dan ngobrol hal-hal lain, tujuannya adalah mengalihkan perhatian pasien, supaya  gak kaku atau meronta saat tulangnya di kembalikan posisinya.

Tapi, untuk kasus saya, karena saya marah-marah mulu, dan si terapis bingung mau ngomong apalagi, si terapisnya akhirnya bilang baik-baik untuk saya gak meronta dan ngikutin arah gerakan yang dilakukan si terapis. Saya pun menurut dan mencoba rileks, Benar saja. Dalam sekejap posisi tulang bahu saya yang agak menonjol, agak kembali ke posisi semula.

Setelah itu bahu saja di bebat dengan perban dengan disangga oleh semacam bilah bambu tipis, setelah sebelumnya bahu saya di olesi semacam minyak yang baunya sih saya gak suka. pas tanya-tanya orang, katanya itu minyak cimande.

Setelah diberi selembar kertas berisi list pantangan, saya diminta kembali lima hari lagi untuk terapi berikutnya. hmm.. bagimana terapi selanjutnya.. ya kita liat aja nanti deh yaaaa.. 😆

oh ya.. ini list pantangannya :

  • daging : ayam dan kambing
  • Ikan : Tongkol, udang, dan Bandeng (produk laut)
  • Buah : Durian, Pisang, Nanas dan Nangka
  • Minuman : Es dan Minuman Beralkohol
  • Lain-lain : Telur Asin, Super mie, Indomie dan sejenisnya (mie instan).

Ongkos yang dikenakan untuk terapi ini sebenarnya tidak di tentukan. Paling yang di tentukan adalah ongkos perban yang saya gunakan. itu sebesar Rp. 70.000,- sementara untuk ongkos terapisnya seikhlasnya saja dan langsung di kasih ke terapis/pemijat.

Semoga saja saya segera sembuh dan kembali beraktifitas dengan normal.

 

Ibu Bumi Makin Tua..

Hari ini lagi browsing-browsing berita dan baca beberapa artikel soal Perubahan Iklim dan dampaknya dalam kehidupan kita.. agak serem buat saya.. Berasa banget kalau bumi makin tua.. makin sering sakit-sakitan.. 🙁

Saya jadi ingat obrolan saya sama beberapa teman blogger dengan pihak UNDP beberapa waktu yang lalu di acara Social Good Summit Indonesia. Waktu itu kita ngobrolin soal pemanasan Global dan perubahan iklim di bumi.

Saat kita ngebahas soal isu pemanasan global dan kesadaran masyarakat soal ini.. Kita sadar bahwa masyarakat sudah tahu soal isu ini. Tapi soal seberapa banyak orang yang sudah bertindak setelah tahu soal isu pemanasan global dan perubahan iklim ini,  kemudian jadi lain perkara..

Dari pengalaman yang sudah-sudah, soal pemanasan global, perubahan iklim dan sebagainya emang bakal ramai dibicarakan saat kampanye sedang berlangsung.. orang-orang jadi latah. semua ikut-ikut ngomongin pemanasan global dan perubahan iklim. Tapi.. setelah isu itu tak lagi hangat dibicarakan, ya mereka cuek-cuek lagi.. istilahnya.. anget-anget tahi ayam 😆

Well.. udah bagus sih, ada yang tergerak mau berubah.. tapi.. untuk menjadikan gaya hidup yang ramah lingkungan jadi bagian hidup sehari-hari kayaknya jadi PR bersama deh..

Untuk menjadikan sikap ramah lingkungan ini jadi bagian dari gaya hidup, sepertinya butuh sebuah perubahan paradigma (cara berpikir) dari kita semua.. mulai dari cara kita memperlakukan sampah, mengkonsumi barang-barang, sampai cara kita menciptakan lingkungan yang sejuk..

So far, Menurut saya, salah satu cara yang paling efektif dan bermanfaat adalah dengan membuat bumi jadi lebih hijau. diantaranya berkebun. sejak tahun lalu sudah ada gerakan yang namanya Indonesia berkebun, Jakarta berkebun dan (kota2 lain) berkebun.

Walaupun kegiatannya masih pasang surut, tapi ini adalah sebuah embrio dari gerakan menghijaukan bumi. Dari semangat menghijaukan bumi ini, kita bisa melakukan berbagai hal yang kita bisa misalnya berkebun.

Keterbatasan lahan yang dimiliki bukanlah alasan untuk tidak berkebun. Salah seorang kawan saya, mencoba menularkan semangat berkebun dengan membuka  kebun kotak yang bisa disewa oleh siapa saja hanya dengan uang Rp 10.000,- termasuk bibit dan biaya perawatan. Tapi.. bukan berarti kemudian si penyewa menyerahkan sepenuhnya soal perawatan kepada pengurus kebun, Di harapkan penyewa ini juga ikut datang, mengurus setidaknya seminggu sekali.. dari situ bisa belajar dan menumbuhkan semangat berkebun..

Kak Lita, sang pengelola kebun kotak sendiri senang sekali melibatkan anak-anak untuk ikut berkebun. Dari sini diharapkan sejak usia dini, mereka sudah menyukai tanaman dan tidak lagi jijik atau malas berurusan dengan tanah dan tanaman.

Dan yang paling bikin anak-anak semangat adalah, setelah mereka menanam dan panen, Mereka bisa menjual hasil panen mereka loh.. sejak tahu bahwa bercocok tanam bisa menghasilkan, anak-anak ini jadi rajin sekali ikut bercocok tanam di kebun kotak.

Selain Kak Lita, saya juga cukup salut dengan cita-cita seorang kawan, yang ingin menjadi petani tentunya bukan sembarang petani. Tapi petani yang mampu membantu mengatasi krisis pangan yang ada saat ini. Semoga Cita-citanya segera bisa terwujud. Aamiin.. 🙂

Semoga, obrolan dengan pihak UNDP saat Social Good Summit bulan lalu tidak hanya menjadi sebuah obrolan belaka, tapi kita sendiri coba memulai beraksi untuk bumi.. Mari sayangi Ibu Bumi yang sudah semakin tua.. *peluk ibu bumi*

Dibawah ini, saya share foto-foto waktu acara Social Good Summit ya.. 🙂

 

belajar fokus

Fokus? kalau menurut KBBI, salah satu artinya adalah pusat, berpusat, atau pusat perhatian.

Sejak dulu saya selalu berusaha untuk Fokus. Terus terang, saya ini orang yang sulit fokus. Sangat mudah terpecah konsentrasinya. Di saat melakukan sesuatu, saya cenderung tergerak mengerjakan hal lain. Apapun itu.

Saya merasakan hal ini ditahun-tahun terakhir kuliah dan mulai bekerja. Awalnya ini terjadi dari kebiasaan multitasking. Dulu saya terbiasa mengerjakan dua atau tiga pekerjaan sekaligus.. (sekarang pun masih). Dampaknya.. saya jadi terbiasa menyambi-nyambi pekerjaan..

 

Fatalnya.. saat saya tidak perlu lagi menyambi pekerjaan, saya tetap menyambi.. bukan menyambi pekerjaan lain.. tapi menyambi main atau melakukan hal-hal tidak penting lainnya.. >_<

Continue reading “belajar fokus”

goal, need, and want

Goal, need and want. tiga kata kunci yang selalu saya tekankan dalam kelas skenario, saat partisipan membuat karakter dalam dunia cerita yang mereka buat.

 

Tiga hal ini adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap karakter yang ingin hidup atau di hidupkan. Tanpa tiga hal itu, sosok karakter biasa yang tidak menarik untuk di ceritakan.

 

Goal dapat diartikan sebagai Tujuan. Tujuan hidup baik jangka panjang, jangka menengah ataupun jangka pendek.

www.effective-time-management-strategies.com

Continue reading “goal, need, and want”