Soang si penjaga rumah

siapa yang waktu kecil pernah di sosor soang? :)) *tunjuk tangan berjamaah*

Kemarin pas pulang dari daerah pondok labu, saya gak sengaja liat soang di pinggir jalan. mau gak mau kenangan waktu kecil kembali berputar di kepala. Dulu, di dekat SD saya, ada yang melihara soang. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, ada 2 keluarga lagi yang pelihara soang. Jadi.. setiap berangkat dan pulang sekolah, saya harus selalu tengok kanan-kiri kalo-kalo tiba-tiba di hadang oleh para soang ini.. :))

Kalau sekarang ngeliat soang sih kadang masih suka deg-deg ser.. kalah deh sama ngeliat pacar pas baru jadian… suer.. masih suka kebayang gimana sangarnya si soang ini kalo ketemu di jalan. apalagi kalo dia udah merentangkan sayapnya. beuuhh.. kayaknya dia jadi membesar 2x lipat.

Jadi inget juga cerita salah seorang sepupu. Pas masih kelas 1 atau 2 SD, dia pernah pulang sekolah sendirian di daerah kelapa gading. Waktu hampir sampai di depan rumah, tiba-tiba dia di hadang sekelompok soang. walau rumahnya sudah tinggal berjarak 5 meter, daripada mesti melewati sekumpulan soang itu, dia memilih kabur naik taksi ke kantor ibunya di daerah koja, jakarta utara.. gayaaaa… jangan tanya siapa yang bayar taksi.. tentu ibunya.. tapi masih pada heran, kok anak sekecil itu udah ngerti jalan yah.. dan gak takut loh dibawa kabur supir taksinya.. sepertinya ketakutan terhadap soang, mengalahkan segalanya.. hihihihi..

Saat ngobrol dengan pak suami.. dia bilang, kata soang ini sepertinya adalah serapan kata dari Swan, bahasa inggris dari Angsa. Bisa jadi sih.. secara penyebutannya mirip. Padahal Angsa sama soang ini sebenernya beda. Angsa itu bahasa inggrisnya Swan.. Kalau soang itu kalau di bahasa inggris dikenal dengan Goose. Soang kalau di bahasa indonesia versi wikipedia, mereka menyebutnya angsa berleher pendek. panjang yah sebutannya..

Angsa itu lebih banyak menghabiskan hidupnya di atas perairan karena makannya juga tumbuhan air, akar atau batangnya. Kadang nyaring plankton. Angsa-angsa ini juga bisa hidup di darat. bisa jalan biasa juga. Secara fisik, Angsa ini lehernya lebih panjang dari soang. Soang lehernya lebih pendek. walau suka main air, tapi soang lebih banyak menghabiskan hidup di darat.

Sejak dulu, soang ini banyak dipelihara, karena dia juga bisa berfungsi sebagai penjaga rumah. Serius. Soang ini banyak dipilih oleh keluarga muslim yang ingin rumahnya dijaga, namun tidak ingin ribet dengan anjing karena harus ribet membersihkan najis dari liur anjing.

Soang dipilih sebagai penjaga rumah, karena memiliki banyak persamaan sifat dengan anjing. Dia hewan yang sangat menjaga teritorial. Fanatik menjaga wilayahnya. mirip sama anjing. Kalau ada yang berani masuk wilayahnya, mereka bakal teriak, marah atau menyerang alias nyosor. Kalau liat yang punya rumah aja, kadang mereka bisa teriak loh.. apalagi orang yang gak dikenal.. terlebih kalau mereka lagi bertelur. tingkat kewaspadaan mereka bakal berlipat.. Teriakan mereka juga cukup dasyat.. lumayan buat bangunin orang-orang rumah dan tetangga kanan-kiri..

Soang ini juga gampang terusik dengan kehadiran manusia. Makanya gak heran, dia suka nyosor kalo liat ada yang kira-kira mau ganggu mereka atau anak-anaknya.. ini adalah bentuk pertahanan diri. Soal rayu merayu, Kalau anjing, bisa aja di rayu pake daging steak lezat.. atau tulang atau makanan kesukaan mereka lainnya.. nah soang ini gak mempan di sogok.. lolos deh dari pengawasan KPK. Soang-soang ini kalau di kasih makan, bukannya diem, malah teriak-teriak..

Walau mereka tidak akan membunuh saat menyerang, tapi soang-soang ini punya gigi-gigi dan lidah yang tajam, sehingga bisa melukai siapapun yang mereka serang. gak heran, soang ini termasuk ditakuti dan cocok menjadi penjaga rumah, bukan?

pengen melihara mereka? tunggu dulu.. soang-soang ini juga senengnya guyub alias rame-rame.. mereka sukanya hidup berkelompok. jiwa sosialnya juga tinggi. mereka suka saling menjaga satu sama lain.. jadi.. kalau berniat melihara soang, jangan melihara satu yah.. kasian.. nanti dia sedih..

hal lain yang perlu diperhatikan adalah hobi mereka yang suka pup sembarangan. well.. gak heran sih.. mereka kan suka berasa di rumah sendiri.. jadi mungkin menurut mereka bisa bebas pup dimana aja.. tapi baunya itu looohh.. bikin pingsan.. hahaha..

Apa yang penting buatmu?

Apakah kamu tau, apa yang penting buatmu saat ini? ya.. saat ini.. bukan kemarin.. bukan bulan lalu.. bukan tahun lalu.. atau 10 tahun yang lalu..

Pertanyaan ini tiba-tiba muncul di kepala, siang ini. saat saya duduk di sudut kedai kopi di kota kasablanka. Dari tempat saya duduk, saya bisa melihat begitu banyak orang yang lalu-lalang. Ada yang berjalan bergegas. Ada yang berjalan santai, menikmati setiap detik hidup mereka. sendiri, atau bersama orang tersayang.

Saya melihat sekumpulan remaja tanggung yang sibuk berdebat mau kemana. Sekelompok satpam yang sibuk menjalankan tugasnya. Seorang office boy yang berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh, membersihkan bekas permen karet di lantai. Sementara di sudut lain, seorang bapak yang masuk dengan tergesa-gesa ke kedai kopi ini dan langsung mencolokkan chargernya dan beberapa menit kemudian baru memesan kopi.. hmm.. kira-kira apa yang penting buat mereka sekarang.. kebersamaan dengan sahabat? HP yang selalu menyala? promosi dari atasan? atau sekedar perut kenyang untuk bisa melanjutkan hidup?

saya teringat seorang sepupu yang bertekad mencari kerja dijakarta. well.. dia beruntung, akhirnya dia bisa bekerja di Jakarta dengan gaji sedikit diatas UMR. Bagi fresh graduate sepertinya, itu tentu sesuatu yang sangat membanggakan. saya pernah bertanya.. apa yang penting baginya sekarang? kenapa dia begitu bertekad ingin ke Jakarta. Ingin pergi ke kedai kopi ternama dan duduk-duduk santai disana.

Dia bilang, ingin terlihat keren. Sangat penting baginya, agar teman-temannya (di kota kecil di jawa tengah sana), tau bahwa sekarang dia sudah kerja di JAKARTA, bisa kerja di TV, Bisa minum kopi mahal hampir tiap minggu.

hmmm… well.. saat ini, itu yang penting baginya. tidak salah memang. mungkin hal itu yang akan membuatnya berjuang untuk tetap bekerja dijakarta. menerjang macetnya jakarta tiap pagi. mengganti HP dengan yang lebih mahal, walau harus mencicil atau berhutang. Buat sebagian orang, itu aneh. tapi buat dia, itu penting! Demi terlihat “wah”, versi dia dan teman-temannya.

saya tidak akan men-judge atau menggurui. semua orang punya prioritas. semua orang punya hal yang penting baginya dan ingin dia kejar. Semua hal itu malah membuat saya bertanya kepada diri sendiri. Sebenarnya apa yang penting buat saya sekarang? 😀

Sepertinya saya harus membuat mimpi-mimpi baru.. menyusun prioritas baru..

Jadi.. apa kamu sudah tau, apa yang penting buatmu sekarang?

 

 

Bahagia itu sederhana

Pas laper, pas ada semangkok mie ayam bakso rusuk..

pas mau beli ini itu, pas ada hujan orderan datang..

pas HP mulai ngambek mulu, pas ada yang nawarin HP baru..

Pas pengen memperluas bisnis, pas ada yang ngebukain peluang..

 

Alhamdulillah.. disyukuri aja semuanyaaaa… ^_^

#Eh

 

Jadi inget waktu itu ada yang pernah nanya, kok kayaknya saya gak pernah sedih sih.. ketawaaa mulu hobinya? err.. kayaknya yang nanya ini gak pernah liat status galau saya di sosmed atau baca postingan galau saya di sini.. :p

well.. buat aku sih gak susah kok buat bahagia.. bikin semuanya jadi simpel aja kali yaa.. secara hidup di dunia cuma sebentar banget. cuma sekali pula disini.. gak bisa di ulang lagi.. jadi ya dibikin simpel aja.. kalau bukan kita yang bikin hidup ini lebih ceria, siapa lagi.. la wong semua udah punya masalah masing-masing.. hihihihi.. 🙂

Yuk mari terus bersyukur… ^_^

Doa

Pernahkah bingung saat berdoa? Bingung mau meminta apa padaNya?

Ya.. gitu deh…lagi bingung minta didoakan apa.. bukan karena gak punya permintaan apapun. bahkan sebaliknya. kebanyakan minta. Sampe malu padaNya. Ini edisi galau ditanya sama nyokap mau minta di doain apa sama nyokap… 😐

hmm… bilang gak ya? apa berdoa sendiri aja? errr.. entahlah… liat nanti aja.. 😐

Waktu yang akan menyembuhkan segala luka

Sejak kita lahir ke dunia ini, kita akan selalu belajar melalui berbagai petualangan yang kita lewati. Mendaki anak tangga seakan mendaki gunung terjal, merambat di pinggiran tempat tidur seakan berjalan di pinggir jurang, dan berjingkat di atas lantai beton teras yang panas seakan melewati rumput api yang membakar kaki..

saat belajar, sering kali kita tidak bisa melepaskan diri dari luka. Saat belajar, kita jatuh, tergores, terluka.. Namun itu yang kemudian membuat kita jadi lebih kuat dari sebelumnya.

Mungkin kita sudah sering mendengar bahwa “waktu akan menyembuhkan segalanya”. Ya..saya percaya.. saya yakin akan hal itu. Waktu akan membuat luka itu mengering, walau tak menghilangkan bekas luka, tapi seiring berjalannya waktu kita bisa belajar untuk hidup dengan luka itu atau bahkan belajar untuk memaafkan penyebab luka tersebut..

Entah karena pendewasaan atau karena sedang mempersiapkan diri untuk tahap kehidupan berikutnya, luka itu makin sembuh.. hubungan yang dulu begitu rumit, perlahan mulai menjadi lebih sederhana.. benang kusut yang dulu membelit, kini mulai terurai.. Saya tak lagi menunggu.. kini saya melangkah dan mencoba memperbaiki banyak hal..

Satu hal yang pasti, ini bukan hanya karena usaha saya sendiri.. tapi karena dia pun berusaha.. berusaha jujur dengan perasaannya.. berusaha jujur dengan keadaannya.. Semuanya kini membaik.. semuanya mulai berjalan normal.. dan aku sangat menikmatinya.. 🙂

Semoga ini tak hanya sementara… semoga ini bisa selamanya.. tapi aku sadar, waktu kami tidak lama.. 🙂

Orang (yang punya niat) Jahat itu banyak, ya?

Disclaimer : mungkin postingan ini berasa naif banget..

Ya gimana gak dianggap naif? hari gini masih kaget aja sama banyaknya orang jahat yang ada di sekitar kita? yaaaa.. gak kaget sih.. cuma heran aja.. hari gini masih jaman ya jadi orang jahat? yaaa.. selain pemeran antagonis di sinetron-sinetron, gak jarang di kehidupan sehari-hari kita pun menemukan orang-orang yang emang punya niat jahat aja gitu.. dulu sih saya sempat gak percaya bahwa di dunia ini ada orang yang benar-benar jahat atau benar-benar baik.. manusia bertindak karena adanya dorongan.. tapi.. ternyata ada aja sih.. orang-orang yang jadi jahat bukan karena dorongan.. tapi karena kebiasaan, atau karena emang niat..

sumber : ipangrock.com

cuma ya, dari pengalamanku yang pernah mau punya niat jahat,*umpetin tanduk*. rasanya mau berbuat jahat itu susah loh.. kadang lebih susah dari mau jadi orang baik.. sumpah deh.. ini pengalaman jaman duluuuu banget.. waktu lagi nakal-nakalnya.. dulu tuh berniat mau ngebales temen yang udah jahatin, udah bikin rencana.. tapi kayaknya kok capek ya ngelakuinnya.. butuh effort gede. ku pikir-pikir, dari pada ngabisin energi kesitu, mending bobo-bobo manis di rumah.. ya dasar saya yang males, rencana hanya tinggalan rencana.. rencana jahat itu gak pernah terwujud.. Astagfirullah.. alhamdulillah.. hahahahaha..

makanya sejak saat itu berniat jadi orang baik aja.. klo pun belum jadi orang baik, setidaknya jadi orang biasa-biasa aja.. gak mau jadi orang yang punya berniat jahat… soalnya mau jadi orang jahat itu susah banget.. udah gitu dosa, lagi.. -__-

Yaaa.. semoga 0rang-orang yang jahat itu mendapat balasan dari Tuhan. Dan orang-orang yang berbuat baik juga diberi ganjaran kebaikan oleh Tuhan.. Well.. karma does exist.

 

Jadi… kira-kira mendingan jadi orang baik atau jadi orang jahat yak? 😀

 

 

Lelah..

Kepala penuh.. Dada membuncah.. Banyak kata yang tersangkut di kepala.. Butuh disampaikan tapi terhalang emosi yang tak kunjung padam..

Everybody just want to be happy.. Sebegitu rumit & sulitkan mewujudkan itu? Well.. Harusnya tak serumit itu bila bahagia itu hanyalah milik pribadi.. Mudah untuk membahagiakan diri sendiri. Namun.. Bila ingin membahagiakan orang lain.. Tentu tak semudah itu.. Banyak hal yang harus dikerjakan.. Banyak target yang harus dikejar.. Banyak mimpi yang harus dibangun..

Mari serahkan semua padaNya. Pada Dia yang Maha Mencipta, pada Dia pemilik segala rencana.. Pada Dia satu-satunya Dzat yang bisa diandalkan.. Semoga Dia mengambulkan setiap doa yang terucap ataupun tersembunyi di sudut hati..

Aamiin.. 🙂

-Luvie Melati-
Posted from WordPress for BlackBerry.

menunggu (tujuan)

 

Pagi ini, ku liat puluhan langkah kaki bergerak cepat di sepanjang trotoar.. Mereka berlomba dengan waktu. Berlari menuju tempat yang mereka tuju..
Langkah-langkah kaki itu terlihat begitu mantap melangkah..
Bahkan beberapa mengambil langkah besar.. Agar cepat sampai tujuan..

Semua itu terlihat berbeda 180 derajat denganku.. Sejak lama Aku hanya duduk diam disudut jendela sambil menatap keluar..

Aku diam bukan tanpa tujuan.. Aku masih menunggu seseorang hari ini..
Dia berjanji akan datang.. Aku menikmati proses menunggu ini..
Tapi.. Kulihat jam.. Waktu terus bergerak.. Hari semakin siang..

Teringat pada beberapa orang yang sudah mengajakku pergi sejak tadi.. Tapi sayangnya aku sudah punya janji..

Hanya diam menunggu tidak pernah jadi hal yang menyenangkan.. Aku sempat menelepon kawan yang ku ajak janjian. Menanyakan dimana posisinya. Ku tawarkan agar aku yang menghampirinya agar kami bertemu lebih cepat. Tapi sayang dia menolak. Dia memintaku tetap menunggu disini..

Baiklah.. Aku mencoba bersabar.. Aku mengisi waktu dan menyibukkan diri dalam pekerjaan.. Hingga aku bahkan terlalu sibuk agar lupa bahwa aku masih harus terus menunggunya..

Hampir menjelang pukul 2. Dia masih memintaku menunggu dan berjanji akan datang walau tak tau jam berapa.. Aku teringat aku punya janji lain jam 5 nanti bareng pidi dan santo. Janji yang sudah lama kami buat. Tapi sayangnya, sampai sekarang Belum ada tanda-tanda Kawan yang satu ini akan datang.. Padahal aku harus datang bersama seseorang dan kami masih harus membeli banyak barang sebelum aku bertemu pidi dan santo..

Sebenarnya bukan janjian dengan santo dan pidi yg ku khawatirkan. Tapi soal kapan si kawan ini datang. *sigh*

Waktu terus berjalan.. Hari sudah semakin sore.. Tak tau apa aku masih punya waktu lagi untuk menunggu.. Kian sore, sekitarku semakin ramai. tempat ini sudah tak lagi nyaman sebagai tempat menunggu..

Ya sudahlah.. mari tutup telinga dulu.. mari menikmati hidup barang beberapa  menit.. menghabiskan kopi yang sudah mulai dingin ini..

Setelah itu baru berpikir.. apa yang akan ku lakukan nanti..

Que Sera-sera.. what ever will be.. will be.. 

 

 

 

liburan usai..

yah.. sebentar lagi liburan usai.. untuk banyak orang, dalam hitungan kurang dari 24 jam, mereka sudah harus kembali memulai aktifitas mereka. kembali bangun pagi.. menghadapi macetnya jalanan.. atau uyel-uyelan di transportasi publik..

Buat orang-orang seperti saya..  walau tidak harus ngalamin hal-hal di atas, tapi berarti dimulainya kembalinya hantu-hantu deadline ke dalam hidup saya.. mengingat ada banyak deadline cerita yang menanti saya di hari senin nanti.. huaaa.. XD

Dan yang saya benci bekerja setelah libur adalah saya tipe orang butuh waktu yang cukup lama untuk memanaskan otak.. untuk kembali produktif.. untuk bisa kembali menemukan ide-ide dalam menulis.. masa liburan ini memang sangat menyenangkan.. tapi dia membekukan otakku..

hadeh.. piye iki deadline tulisan yang satu ini.. gak juga sreg dengan hasilnya.. tapi gak nemu mood yang ok untuk membangun cerita yang satu ini.. 😐 musnahlah kamu #writesblock. 👿

Dulu saya memang pernah ngasih tips menghadapi yang namanya writers block via twitter.. tapi kayaknya agak sulit di praktekin.. karena mood menulisnya belum juga kebangun.. :p *ngeles*

kok lebih gampang nulis blog ya, dari pada nulis cerita.. :p ya iyalah vie.. di blog, lo cukup curhat.. klo yang satu lagi ada banyak pakem yang harus lo patuhi.. *keplak diri sendiri* :bandit:

Dah ah.. coba mandi dulu.. siapa tau nemu inspirasi baru.. *samber anduk*

*sumber gambar dari kolomdetik.com dan hasil googling*