Kisah Horor bagi penakut

image

Percaya apa nggak, tapi konon seorang pencerita horor terbaik adalah mereka yang penakut. Setidaknya itu yang dibilang teman saya, saat mendorong beberapa penulis untuk menulis skenario atau kisah horor.

Bayangkan seorang penakut harus membayangkan begitu banyak adegan menyeramkan bahkan mengerikan sebelum mereka tulis atau ketik menjadi sebuah cerita untuk dibaca orang lain.. sebagai seorang penakut yang mencobamenulis cerita horor, izinkan saya berbagi pengalaman saat dulu menulis cerita horor…

Kalau ditanya gimana rasanya? Rasanya MENYEBALKAAAAAANNN!!!! :)))
Seriusan deh.. :))

Tapi ajaibnya banyak yang suka bahkan minta saya nulis lagi.. katanya beneran nyeremin dan berasa real.. errrr.. ya iyalah.. buat para penakut, mereka jadi akan lebih parno dan jadi lebih sensi serta membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Itu yang kemudian menurut banyak orang bikin cerita berasa lebih real dan lebih bagus.. apa lagi kalo di dukung pengalaman penulis yang beneran ngalamin kejadian “aneh”.. :))) beberapa adegannya beneran real bangeeet..

Jujur saya Ketagihan (dengan honornya) sih.. tapi prosesnya itu loh yang bikin nggak tahan…  :)) sport jantung dan deg2an terus.

Degn2annya gak cuma pas nulis. Tapi juga pasca nulis.. setelah nulis saya masih kebayang-bayang hantu yang suka mendadak muncul disaat dan tempat yang gak terduga.. atau mendadak nyolek, atau manggil2, tapi gak ada wujudnya.. dua kejadian terakhir sih emang real saya alamin saat dulu nulis horor.. hal bagusnya, bisa menginspirasi saya buat hulis hal yang lebih nyeremin lagi.. hal buruknya adalah, sejak itu saya gak mau tidur sendirian lagi 😐 OGAAAH!!!

So.. buat kalian para penakut.. berani nulis cerita horor?? 😉

Ibu Bumi Makin Tua..

Hari ini lagi browsing-browsing berita dan baca beberapa artikel soal Perubahan Iklim dan dampaknya dalam kehidupan kita.. agak serem buat saya.. Berasa banget kalau bumi makin tua.. makin sering sakit-sakitan.. 🙁

Saya jadi ingat obrolan saya sama beberapa teman blogger dengan pihak UNDP beberapa waktu yang lalu di acara Social Good Summit Indonesia. Waktu itu kita ngobrolin soal pemanasan Global dan perubahan iklim di bumi.

Saat kita ngebahas soal isu pemanasan global dan kesadaran masyarakat soal ini.. Kita sadar bahwa masyarakat sudah tahu soal isu ini. Tapi soal seberapa banyak orang yang sudah bertindak setelah tahu soal isu pemanasan global dan perubahan iklim ini,  kemudian jadi lain perkara..

Dari pengalaman yang sudah-sudah, soal pemanasan global, perubahan iklim dan sebagainya emang bakal ramai dibicarakan saat kampanye sedang berlangsung.. orang-orang jadi latah. semua ikut-ikut ngomongin pemanasan global dan perubahan iklim. Tapi.. setelah isu itu tak lagi hangat dibicarakan, ya mereka cuek-cuek lagi.. istilahnya.. anget-anget tahi ayam 😆

Well.. udah bagus sih, ada yang tergerak mau berubah.. tapi.. untuk menjadikan gaya hidup yang ramah lingkungan jadi bagian hidup sehari-hari kayaknya jadi PR bersama deh..

Untuk menjadikan sikap ramah lingkungan ini jadi bagian dari gaya hidup, sepertinya butuh sebuah perubahan paradigma (cara berpikir) dari kita semua.. mulai dari cara kita memperlakukan sampah, mengkonsumi barang-barang, sampai cara kita menciptakan lingkungan yang sejuk..

So far, Menurut saya, salah satu cara yang paling efektif dan bermanfaat adalah dengan membuat bumi jadi lebih hijau. diantaranya berkebun. sejak tahun lalu sudah ada gerakan yang namanya Indonesia berkebun, Jakarta berkebun dan (kota2 lain) berkebun.

Walaupun kegiatannya masih pasang surut, tapi ini adalah sebuah embrio dari gerakan menghijaukan bumi. Dari semangat menghijaukan bumi ini, kita bisa melakukan berbagai hal yang kita bisa misalnya berkebun.

Keterbatasan lahan yang dimiliki bukanlah alasan untuk tidak berkebun. Salah seorang kawan saya, mencoba menularkan semangat berkebun dengan membuka  kebun kotak yang bisa disewa oleh siapa saja hanya dengan uang Rp 10.000,- termasuk bibit dan biaya perawatan. Tapi.. bukan berarti kemudian si penyewa menyerahkan sepenuhnya soal perawatan kepada pengurus kebun, Di harapkan penyewa ini juga ikut datang, mengurus setidaknya seminggu sekali.. dari situ bisa belajar dan menumbuhkan semangat berkebun..

Kak Lita, sang pengelola kebun kotak sendiri senang sekali melibatkan anak-anak untuk ikut berkebun. Dari sini diharapkan sejak usia dini, mereka sudah menyukai tanaman dan tidak lagi jijik atau malas berurusan dengan tanah dan tanaman.

Dan yang paling bikin anak-anak semangat adalah, setelah mereka menanam dan panen, Mereka bisa menjual hasil panen mereka loh.. sejak tahu bahwa bercocok tanam bisa menghasilkan, anak-anak ini jadi rajin sekali ikut bercocok tanam di kebun kotak.

Selain Kak Lita, saya juga cukup salut dengan cita-cita seorang kawan, yang ingin menjadi petani tentunya bukan sembarang petani. Tapi petani yang mampu membantu mengatasi krisis pangan yang ada saat ini. Semoga Cita-citanya segera bisa terwujud. Aamiin.. 🙂

Semoga, obrolan dengan pihak UNDP saat Social Good Summit bulan lalu tidak hanya menjadi sebuah obrolan belaka, tapi kita sendiri coba memulai beraksi untuk bumi.. Mari sayangi Ibu Bumi yang sudah semakin tua.. *peluk ibu bumi*

Dibawah ini, saya share foto-foto waktu acara Social Good Summit ya.. 🙂

 

Komitmen

Liburan panjang ini saya mendapat tugas membaca novel dan menonton banyak  film.. pagi ini rencananya saya membaca satu novel yang belum tersentu sama sekali. Novel ini sudah dibuat filmnya. judulnya testpack.

Sebelum membaca halaman pertama novel ini, saya malah membaca halaman terakhir novel ini. Isinya bab yang berjudul “How far a commitment will take you”.  Setelah membaca bab itu, saya jadi berpikir soal komitmen.

sumber : http://nurkhofifahbahru.blogspot.com/

Komitmen.. sebuah kata yang untuk banyak orang terdengar “menyeramkan”. karena menjalaninya, tentu tidak semudah membuat komitment itu di awal. Kalau kata seorang teman, harus istiqomah.

Komitmen yang saya bicarakan ini tidak hanya komitmen untuk urusan cinta ya… Komitmen ini berlaku untuk sesuatu yang umum.. Soal pekerjaan, Bisnis, kerja sama, ataupun soal komitmen untuk memperbaiki diri. Well… itu pun bisa jadi sebuah komitmen..

Dulu saya sering kali tidak habis pikir pada orang-orang yang sulit sekali membuat berkomitmen..  Karena saya bukan termasuk orang yang butuh berpikir panjang x lebar x tinggi, untuk membuat suatu keputusan.. Saya terbiasa menerima atau menolak sesuatu dengan cepat tanpa pikir panjang. 😆 Banyak orang menyebutnya impulsif.. 😆

Saya sering bertanya pada orang-orang yang termasuk sulit membuat komitmen itu.. apa sih yang jadi alasan mereka?

Orang-orang yang sulit membuat suatu komitmen baru, biasanya.. akan cukup hati-hati menjaga komitmen yang sudah dia buat sebelumnya.. Ini bisa berarti bagus atau jelek sih buat saya.. Positifnya.. kalau mereka sudah berani membuat komitmen, biasanya mereka akan lebih kuat menjaga komitmen itu.. Negatifnya.. Mereka sulit mengambil kesempatan baru yang datang.. hihihihi..

Kalau di pikir-pikir.. untuk urusan cinta.. orang-orang yang teguh membuat komitmen, ini mungkin adalah orang yang berharga untuk di jadikan pasangan… Tapi.. Kalau untuk urusan bisnis.. emmm.. kelamaan mikir dan susah bikin deal kerjasama baru karena setia dengan komitmen yang sudah ada, tentu ini bikin ribet.. bikin usaha butuh waktu lebih lama untuk berkembang.. iya gak sih? 😆

Well.. CMIIW.. ini cuma sekedar corat-coret pagi untuk menjalai komitmen saya bersama pekerjaan saya di kantor.. 😆

 

mencari peluang kerja

ada yang punya pekerjaan buat saya? ada yang bisa kasih saya kerjaan? saya lagi cari kerjaan nih.. ada lowongan ga?

pertanyaan semacam itu sering kali terlontar dari para pencari kerja yang berusaha mencari peluang kerja.. mencari lowongan kerja melalui kawan, kerabat atau kenalan memang tak dipungkiri menjadi salah satu jalan untuk menemukan pekerjaan.. hingga saat ini, kesempatan kerja yang datang dengan koneksi atau referensi seseorang memang masih berlaku.

Kalau di pikir-pikir kenapa sih harus menjadi pekerja? kenapa gak menjadi pembuat peluang kerja? menjadi pemberi pekerjaan. Jangan bilang gak punya modal.. modal itu gak harus selalu berupa uang loh.. modal bisaberupa skill. bisa berupa koneksi.. tergantung bagaimana melihat peluang dan memanfaatkannya..

Bicara mengenai peluang kerja, cara orang dalam mencari kerja bisa bermacam-macam. Selain mencari lewat teman, iklan di koran, job fair ataupun melalui internet, bisa juga “menjual diri” seperti ini…

saya gak sengaja bertemu dengan orang ini di jalan fatmawati kemarin siang. ini bukan pertama kalinya saya bertemu dengannya. ini kedua kali saya bertemu dengannya.

Di siang yang terik itu dia tampak berhenti dibawah pohon. Mengambil nafas dan kelihatan kelelahan.

saya ingin berhenti sejenak untuk mengobrol, tapi saya sedang bergegas. saya pun mengurungkan niat untuk menyapa dan mengobrol. lagi pula.. bingung juga.. saya belum memiliki peluang kerja yang bisa ditawarkan kepadanya.

Sepanjang jalan saya membayangkan. kira-kira skill apa yang dimilikinya. ijazah apa yang dia punya? berapa gaji yang dia minta? tanpa bermaksud merendahkan, tapi kebayang sih pekerjaan apa yang mungkin dia kerjakan.. mungkin kerja kasar yang gak butuh banyak persyaratan. well harusnya dari pada bertanya2 sendiri, saya harusnya berhenti sebentar dan tanya sendiri padanya ya? *toyor diri sendiri* 😀

hmm.. Entah ya.. mungkin karena saya yang terlalu sering menggampangkan segala sesuatu. saya sering berpikir, kalau memang ada tekad dan kemauan, dijakarta itu banyak peluang kerja, apa aja bisa di jadiin uang (dengan halal), asal punya skill dan mau terus belajar. Yang tadinya kenek tukang batu, bukan gak mungkin akhirnya naik kelas jadi mandor? (ini contoh ekstrim yang riil terjadi loh..)

Di perjalanan siang itu saya cuma bisa berdoa. semoga dia segera mendapat pekerjaan.

buat yang punya kesempatan kerjaan, mungkin bisa di kasih ke dia tuh.. udah dua kali saya liat dia jalan kaki di pinggir jalan fatmawati. semoga berjodoh untuk pemberi kerja dan pencari kerja.. 😀

Buat yang belum dapat kerja, semangat ya.. jemputlah rezeki.. 🙂 karena buat mereka yang tidak berhenti berusaha selalu ada peluang usaha atau peluang kerja.

 

lowongan kerja

Belakangan saya menyibukkan diri mencari info lowongan kerja di banyak forum & berbagai media. Ada banyak hal baru yang saya temui. bahkan saya menemukan beberapa ide cerita baru saat melihat info lowongan kerja. saya juga jadi nemu kerjaan sampingan loh.. huahahaha..

Emang seru banget pas nyari info lowongan kerja. Ada banyak peluang usaha & kesempatan kerja benar-benar terbuka luas disana. Andai dalam sehari saya punya 100 jam dan bisa kerja di tempat lain, tentu saya sudah mengambil banyak kerjaan itu.. 😀

Continue reading “lowongan kerja”

kerja gampang gaji tinggi?

semalam, bekas tetangga datang ke rumah. Tujuannya masih sama seperti waktu-waktu sebelumnya. minta di carikan pekerjaan. jujur saya agak kapok mencarikannya pekerjaan.. soalnya senengannya nawar! 🙂

kalo lagi kepepet, bilang mau kerja apa aja. pas udah di cariin, alasannya ini-itu.. ujung-ujungnya ketauan kalo maunya kerjaan gampang, gak capek, tapi gaji tinggi.. errrr… dengan kriteria kayak gini udah bikin ribet.. dan parahnya dia gak punya skill apa-apa. kalau udah kayak gini, kerjaan apa dong yang pas buat dia??

Saat ini sebenarnya dia baru kerja sebulan di toko emas. tapi sejak seminggu pertama kerja, dia sempat menemui nyokap dan minta di cariin kerjaan lain cuma gara-gara di tempatnya kerja itu dia ditegur sama pegawai senior di depan pemilik toko. Dia ga terima terus mau cari kerja ditempat lain.. pas denger cerita ini dari nyokap, jujur aja saya langsung ngakak bukan kepalang… sorry.. bukannya ga prihatin dengan keadaannya. tapi lucu aja dengan sikapnya menganggapi kejadian seperti itu.. FYI, klo emang salah, di tegur itu masih wajar. klo di dunia kerja ada banyak orang ngalamin hal yang jauuuuuuh lebih ga enak dari yang dia alami.. bagian dari pembentukan mental menurutku..

ya.. bekas tetanggga saya ini memang belum pernah benar-benar kerja dengan orang lain.. kalo pun pernah bekerja, tak lebih dari 2 bulan.. itu pun dia mau kerja saat sedang bertengkar dengan kakaknya.. Dia selalu bilang ingin membuktikan kalau tanpa sokongan kakaknya, dia bisa mandiri.. tapi.. saat pertengkaran mereka usai, dia akan berhenti kerja.. hadeeeh… pertanda labil…

semalam dia bercerita banyak soal rencana dia mencari pekerjaan baru… yang bikin saya takjub adalah dia lebih memilih pekerjaan sebagai office girl.. err.. tanpa merendahkan pekerjaan ini.. saya merasa agak prihatin mendengar pilihan teman saya ini. bagaimana tidak, untuk ukuran orang yang pernah mengenyam bangku kuliah, saya pikir seharusnya ada lebih banyak pilihan pekerjaan lain untuknya.. tapi begitu saya mendengar alasannya, saya pun langsung prihatin pada siapapun yang menerimanya bekerja.. *muka shock*

kenapa begitu? ya.. karena tidak lain alasannya mau jadi office girl adalah sepertinya kerjaannya santai, bisa kerja shif jadi dia gak bosan.. sumpah deh.. begitu mendengar hal ini saya cuma bisa shock berkali-kali… ga tau mesti komentar apa… tapi yang pasti klo saya punya perusahaanpun (amin), sepertinya saya enggan mempekerjakannya.. 🙂

coba deh tanya pada setiap pemilik usaha di dunia ini. Baik perusahaan besar atau perusahaan kecil bahkan industri rumah tangga.. pegawai seperti apa yang mereka inginkan… kemungkinan besar semua memilki jawaban yang sama.. yaitu pegawai yang bisa memberi keuntungan bagi perusahaannya.. belum tentu untuk di manfaatkan dalam arti negatif. tapi dalam arti.. keberadaan pegawai ini berguna untuk membantu mereka menggerakkan roda usaha.. dan perusahaan menghargai mereka dengan memberi upah/gaji/honor atas usaha para pegawainya ini..

perusahaan kan bukan badan amal yang mau menggaji orang untuk sekedar bersenang-senang.. 😉

dear temanku.. ga ada yang mudah di dunia ini… mental yang kuat, usaha dan kerja keras itu sangat penting.. kalau kamu melihat pekerjaan yang saya lakukan itu sangat mudah dan tidak butuh usaha berat, kamu salah.. percayalah.. tidak ada yang benar-benar mudah dilakukan di dunia ini.. semua butuh usaha dan kerja keras… bahkan semut pun bekerja siang malam mengangkat makanan yang beratnya bisa mencapai 100x berat badan mereka sendiri, demi sekedar mengumpulkan makanan.. apa kamu tidak malu hanya berpangku tangan dan menginginkan dunia ada di genggamanmu? 😉

Dulu waktu jaman kuliah saya pikir untuk bekerja cukup butuh banyak skill yang dibutuhkan perusahaan..  tap seiring dengan perjalanan waktu saya sadar, tak cuma cukup skill.. butuh mental pekerja keras dan pantang menyerah untuk bisa sukses di bidang apapun.. saya sudah melihat banyak orang-orang yang punya skill sedikit di atas rata-rata namun gagal.. ya.. kebanyakan karena mereka malas dan tidak sungguh-sungguh memaksimalkan kemampuan mereka dalam berusaha..

hehehe.. yang udah punya skill aja masih mungkin gagal, ini mau sukses tapi gak punya skill, malas-malasan dan gak mau berusaha keras.. yaaa… saying bye-bye aja deh… *melambai ke kamera*

sumber gambar dari sini dan sini.

nilai sebuah kesulitan..

Tanpa sadar kita sering kali mengeluh, marah, kesal bahkan menangis begitu menemui kesulitan. Kita kadang lupa bahwa setelah kesulitan-kesulitan yang kita lalui, Insya Allah akan ada banyak kebahagiaan yang sudah siap menyambut kita.

SESUATU YANG MUDAH DIDAPAT, NYARIS TAK BERNILAI.

SESUATU YANG SULIT DIPEROLEH AKAN JADI SANGAT BERHARGA.

setuju dengan pendapat di atas? ya.. sudah dari sananya kalau sesuatu yang susah di dapat akan di nilai / di hargai begitu tinggi.. uang, kebahagiaan, permata, emas, berlian, benda antik, nyawa.. gak ada yang menghargainya dengan murah..

Entah kenapa pada dasarnya setiap orang selalu berharap melakukan semuanya dengan mudah, cepat, murah.. namun mendapatkan hasil yang luar biasa berharga..

ya.. bisa aja sih.. itu bukan tidak mungkin.. ada banyak cara-cara “kotor” yang bisa kamu lakukan. itu bukan tidak mungkin. tapi saya percaya.. hal-hal seperti itu tidak akan pernah memberi kebahagiaan sejati..

Buat saya, itu sama saja seperti membangun istana di atas pasir. begitu sekali tersapu ombak, semua dengan mudah hanyut terbawa air laut..

Barangkali sebagian dari kita sudah sering melihat bahkan merasakan.. sesuatu yang instan tidak pernah membawa hasil baik.. makanan instan yang berdampak buruk bagi kesehatan… kepopuleran instan yang didapat dengan sensasi, sering kali berujung dengan terkuaknya aib atau perlahan menghilang begitu saja setelah euforia itu hilang.. atau bahkan uang tak halal yang di dapat dengan cara cepat. percaya deh.. semua itu gak akan membawa kebahagiaan.. 😉

Di saat kita nyaris putus asa menghadapi sulitnya masalah, kita kadang lupa bahwa bila masalah itu berhasil kita lalui dengan baik, kita akan di ganjar dengan setidaknya dengan pengalaman.. atau bahkan lebih menarik lagi ada banya “bayaran-bayaran” yang akan kita terima setelah kita menyelesaikan masalah tersebut.

Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semakin sulit masalah yang kita hadapi.. semakin terjal gunung yang harus kita daki, yakinlah bahwa di balik gunung itu dan setelah masalah berlalu, ada “hadiah” yang menanti untuk kita rengkuh..

batu permata yang mahal pun hanya bisa di dapat setelah di tempa oleh alam selama ratusan tahun..

Bersabarlah, teman-temanku.. karena Tuhan menyukai orang-orang yang berhati sabar.. 😉 janganlah pernah berhenti berusaha..

semua akan indah pada waktunya.. 🙂

huehehehehe.. standart quote banget! tapi sepakat kaaan? 😉

Pemimpi

Hampir setiap hari saya mendengar orang-orang berkata pada saya bahwa mereka ingin menjadi seorang penulis skenario profesional. Laki-laki, perempuan, tua, muda..  semua punya impian yang sama.. menjadi seorang scriptwriter.

Awalnya saya sangat senang mendengarnya. Begitu semangat membantu mereka, membukakan jalan. mensuport ini-itu. tapi apa yang terjadi kemudian? Ada yang meragu setelah diberi gambaran “medan perang” yang harus mereka lalui… Ada banyak yang menyerah di tengah jalan, setelah menemui beberapa kesulitan… Ada lebih banyak yang hanya diam berpangku tangan berharap menjadi seorang penulis adalah “pemberian” dari orang lain.

Oh no, dear.. not at all.. it’s your dream.. you should run for it! dare to dream, dare to achieve all the things that you wish for..

Tidak salah menjadi seorang pemimpi.. asal kamu siap menerima segala konsekuensinya..

Seberapa tangguhnya seseorang juga dinilai dari bagaimana dia mempertahankan impiannya. Bagaimana orang itu mengatasi semua masalah dan kesulitan untuk mewujudkan impiannya. Maka jadilah pemimpi yang tangguh!

Mendengar kata pemimpi, saya teringat telenovela jaman saya SD. judulnya Gadis Pemimpi.. buat yang tidak pernah menonton telenovela ini, kisahnya adalah tentang seorang gadis yatim piatu yang sangat percaya pada impiannya untuk menjadi orang sukses, walau dia hanya cucu dari seorang satpam mall.

Buat saya PEMIMPI memilki 2 arti. Arti yang pertama adalah (1) PEMIMPI = Pemilik Mimpi. (2) PEMIMPI = Pemilik Impian.

Rancu dengan arti mimpi dan impian? Mimpi dan impian itu memang mirip tapi ada perbedaan mendasar yang menjadikannya berbeda jauh.

Mimpi kita kenal sebagai bunga tidur yang menemani waktu tidur kita. Mimpi biasanya berhenti sebatas teman tidur, amat jarang mimpi yang dapat menjadi kenyataan.

Sedangkan Impian mungkin lebih dekat dengan visi dan misi kita, karena itu impian tidak berhenti pada angan-angan atau khayalan kita. Besar atau kecilnya kemungkinan impian menjadi kenyataan merupakan pilihan kita untuk berusaha mewujudkannya.

Jadi.. yang sangat membedakan disini adalah USAHA! usaha untuk mewujudkannya. Impian hanya akan jadi sekedar mimpi di siang bolong kalau tidak ada usaha untuk mewujudkannya.

Saya selalu bertanya bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri di masa depan dalam 5 tahun mendatang. Ada banyak yang bingung.. ada banyak yang belum tahu.. Tidak sedikit yang asal bunyi hanya untuk membuat saya kagum.. 😀

tapi pertanyaan berikutnya tidak kalah sulit. kalau mereka sudah memiliki mimpi.. apa yang sudah dan akan mereka lakukan untuk mewujudkannya? Banyak yang terjebak disini.

Bagaimanapun dalam menjalani hidup.. setiap orang HARUS punya target yang ingin di capai.. baik itu target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang..

Saat target-target itu telah tercapai, dia harus cepat membuat impian-impian baru.. agar langkahnya tak terhenti.. agar semangatnya tidak hilang.. agar passionnya tidak sirna..

Saya pernah berada dimasa dimana saya merasa hampa, setelah impian saya terwujud.. setelah euforia sirna.. saya bingung harus apa.. saya seakan tidak punya lagi tujuan hidup.. tak ada lagi yang perlu saya capai.. hahahaha.. sungguh pemikiran yang bodoh.. begitu melihat teman-teman yang terus “berlari” mengejar impian mereka, saya sadar bahwa saya harus membuat impian-impian baru agar saya terus berlari..

saya tidak ingin menjadi pemimpi yang tak memiliki impian… saya tak ingin menjadi zombie yang hanya menjalani hidup tanpa gairah dan semangat hidup!

Kita diberi akal, pikiran dan nyawa untuk menggerakkan tubuh yang diberikan Tuhan. so? buat apa kita sia-siakan..

Mari bermimpi!! Mari terus berlari mengejar apa yang sudah kita impikan!

belajar berkomunikasi

komunikasi sepertinya hanya satu kata sederhana. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu.

Komunikasi yang baik, butuh interaksi yang baik antara dua orang atau lebih. Interaksi yang baik ini meliputi emosi dan reaksi. Komunikasi pun memiliki dua elemen yang sangat penting. Berbicara dan mendengar.

Saya pikir tidak semua orang bisa berkomunikasi dengan baik. Sebagian orang menganggap orang yang pendiam dan tidak banyak bicara biasanya tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Walau itu ada benarnya, Tapi sebenarnya tidak melulu orang-orang pendiam itu yang memiliki masalah dalam komunikasi. Bisa jadi dalam banyak kasus, orang-orang yang banyak bicara / cerewet / bawel juga memiliki masalah dalam komunikasi.

Bila orang-orang pendiam bermasalah dengan berbicara dan mengungkapkan apa yang mereka pikir dan rasakan, orang-orang yang cerewet biasanya bermasalah dengan mendengar. Karena mereka biasanya lebih sibuk berbicara, mengungkap apa yang mereka rasa dan pikirkan. Tidak jarang mereka melakukan itu semua tanpa memperdulikan perasaan dan reaksi lawan bicaranya.

Tentu hal seperti ini banyak ditemui di sekita kita.

Di sadari atau tidak, Komunikasi termasuk hal penting dalam kehidupan. Penting juga untuk tahu dan bisa menempatkan diri saat berkomunikasi dengan lawan bicara kita. Hal ini bisa dipelajari dari buku-buku atau kebiasaan bergaul dan bertemu orang-orang.

Sudahkah kamu berkomunikasi efektif dengan orang-orang disekitarmu?