Archive for the ‘my POV’ Category

Attitude

Wednesday, January 4th, 2012

nemu ini di page facebook-nya Love and Inspiration.

Absolutly agree!. semoga bisa jadi bacaan yang bermanfaat..

 

 

 

mencari peluang kerja

Wednesday, December 7th, 2011

ada yang punya pekerjaan buat saya? ada yang bisa kasih saya kerjaan? saya lagi cari kerjaan nih.. ada lowongan ga?

pertanyaan semacam itu sering kali terlontar dari para pencari kerja yang berusaha mencari peluang kerja.. mencari lowongan kerja melalui kawan, kerabat atau kenalan memang tak dipungkiri menjadi salah satu jalan untuk menemukan pekerjaan.. hingga saat ini, kesempatan kerja yang datang dengan koneksi atau referensi seseorang memang masih berlaku.

Kalau di pikir-pikir kenapa sih harus menjadi pekerja? kenapa gak menjadi pembuat peluang kerja? menjadi pemberi pekerjaan. Jangan bilang gak punya modal.. modal itu gak harus selalu berupa uang loh.. modal bisaberupa skill. bisa berupa koneksi.. tergantung bagaimana melihat peluang dan memanfaatkannya..

Bicara mengenai peluang kerja, cara orang dalam mencari kerja bisa bermacam-macam. Selain mencari lewat teman, iklan di koran, job fair ataupun melalui internet, bisa juga “menjual diri” seperti ini…

peluang kerja

saya gak sengaja bertemu dengan orang ini di jalan fatmawati kemarin siang. ini bukan pertama kalinya saya bertemu dengannya. ini kedua kali saya bertemu dengannya.

Di siang yang terik itu dia tampak berhenti dibawah pohon. Mengambil nafas dan kelihatan kelelahan.

saya ingin berhenti sejenak untuk mengobrol, tapi saya sedang bergegas. saya pun mengurungkan niat untuk menyapa dan mengobrol. lagi pula.. bingung juga.. saya belum memiliki peluang kerja yang bisa ditawarkan kepadanya.

Sepanjang jalan saya membayangkan. kira-kira skill apa yang dimilikinya. ijazah apa yang dia punya? berapa gaji yang dia minta? tanpa bermaksud merendahkan, tapi kebayang sih pekerjaan apa yang mungkin dia kerjakan.. mungkin kerja kasar yang gak butuh banyak persyaratan. well harusnya dari pada bertanya2 sendiri, saya harusnya berhenti sebentar dan tanya sendiri padanya ya? *toyor diri sendiri* :D

hmm.. Entah ya.. mungkin karena saya yang terlalu sering menggampangkan segala sesuatu. saya sering berpikir, kalau memang ada tekad dan kemauan, dijakarta itu banyak peluang kerja, apa aja bisa di jadiin uang (dengan halal), asal punya skill dan mau terus belajar. Yang tadinya kenek tukang batu, bukan gak mungkin akhirnya naik kelas jadi mandor? (ini contoh ekstrim yang riil terjadi loh..)

Di perjalanan siang itu saya cuma bisa berdoa. semoga dia segera mendapat pekerjaan.

buat yang punya kesempatan kerjaan, mungkin bisa di kasih ke dia tuh.. udah dua kali saya liat dia jalan kaki di pinggir jalan fatmawati. semoga berjodoh untuk pemberi kerja dan pencari kerja.. :D

peluang kerja

Buat yang belum dapat kerja, semangat ya.. jemputlah rezeki.. :) karena buat mereka yang tidak berhenti berusaha selalu ada peluang usaha atau peluang kerja.

 

peluang kerja

lowongan kerja

Tuesday, September 6th, 2011

Belakangan saya menyibukkan diri mencari info lowongan kerja di banyak forum & berbagai media. Ada banyak hal baru yang saya temui. bahkan saya menemukan beberapa ide cerita baru saat melihat info lowongan kerja. saya juga jadi nemu kerjaan sampingan loh.. huahahaha..

Emang seru banget pas nyari info lowongan kerja. Ada banyak peluang usaha & kesempatan kerja benar-benar terbuka luas disana. Andai dalam sehari saya punya 100 jam dan bisa kerja di tempat lain, tentu saya sudah mengambil banyak kerjaan itu.. :D

lowongan kerja

(more…)

kerja gampang gaji tinggi?

Friday, May 27th, 2011

semalam, bekas tetangga datang ke rumah. Tujuannya masih sama seperti waktu-waktu sebelumnya. minta di carikan pekerjaan. jujur saya agak kapok mencarikannya pekerjaan.. soalnya senengannya nawar! :)

kalo lagi kepepet, bilang mau kerja apa aja. pas udah di cariin, alasannya ini-itu.. ujung-ujungnya ketauan kalo maunya kerjaan gampang, gak capek, tapi gaji tinggi.. errrr… dengan kriteria kayak gini udah bikin ribet.. dan parahnya dia gak punya skill apa-apa. kalau udah kayak gini, kerjaan apa dong yang pas buat dia??

Saat ini sebenarnya dia baru kerja sebulan di toko emas. tapi sejak seminggu pertama kerja, dia sempat menemui nyokap dan minta di cariin kerjaan lain cuma gara-gara di tempatnya kerja itu dia ditegur sama pegawai senior di depan pemilik toko. Dia ga terima terus mau cari kerja ditempat lain.. pas denger cerita ini dari nyokap, jujur aja saya langsung ngakak bukan kepalang… sorry.. bukannya ga prihatin dengan keadaannya. tapi lucu aja dengan sikapnya menganggapi kejadian seperti itu.. FYI, klo emang salah, di tegur itu masih wajar. klo di dunia kerja ada banyak orang ngalamin hal yang jauuuuuuh lebih ga enak dari yang dia alami.. bagian dari pembentukan mental menurutku..

ya.. bekas tetanggga saya ini memang belum pernah benar-benar kerja dengan orang lain.. kalo pun pernah bekerja, tak lebih dari 2 bulan.. itu pun dia mau kerja saat sedang bertengkar dengan kakaknya.. Dia selalu bilang ingin membuktikan kalau tanpa sokongan kakaknya, dia bisa mandiri.. tapi.. saat pertengkaran mereka usai, dia akan berhenti kerja.. hadeeeh… pertanda labil…

semalam dia bercerita banyak soal rencana dia mencari pekerjaan baru… yang bikin saya takjub adalah dia lebih memilih pekerjaan sebagai office girl.. err.. tanpa merendahkan pekerjaan ini.. saya merasa agak prihatin mendengar pilihan teman saya ini. bagaimana tidak, untuk ukuran orang yang pernah mengenyam bangku kuliah, saya pikir seharusnya ada lebih banyak pilihan pekerjaan lain untuknya.. tapi begitu saya mendengar alasannya, saya pun langsung prihatin pada siapapun yang menerimanya bekerja.. *muka shock*

kenapa begitu? ya.. karena tidak lain alasannya mau jadi office girl adalah sepertinya kerjaannya santai, bisa kerja shif jadi dia gak bosan.. sumpah deh.. begitu mendengar hal ini saya cuma bisa shock berkali-kali… ga tau mesti komentar apa… tapi yang pasti klo saya punya perusahaanpun (amin), sepertinya saya enggan mempekerjakannya.. :)

coba deh tanya pada setiap pemilik usaha di dunia ini. Baik perusahaan besar atau perusahaan kecil bahkan industri rumah tangga.. pegawai seperti apa yang mereka inginkan… kemungkinan besar semua memilki jawaban yang sama.. yaitu pegawai yang bisa memberi keuntungan bagi perusahaannya.. belum tentu untuk di manfaatkan dalam arti negatif. tapi dalam arti.. keberadaan pegawai ini berguna untuk membantu mereka menggerakkan roda usaha.. dan perusahaan menghargai mereka dengan memberi upah/gaji/honor atas usaha para pegawainya ini..

perusahaan kan bukan badan amal yang mau menggaji orang untuk sekedar bersenang-senang.. ;)

dear temanku.. ga ada yang mudah di dunia ini… mental yang kuat, usaha dan kerja keras itu sangat penting.. kalau kamu melihat pekerjaan yang saya lakukan itu sangat mudah dan tidak butuh usaha berat, kamu salah.. percayalah.. tidak ada yang benar-benar mudah dilakukan di dunia ini.. semua butuh usaha dan kerja keras… bahkan semut pun bekerja siang malam mengangkat makanan yang beratnya bisa mencapai 100x berat badan mereka sendiri, demi sekedar mengumpulkan makanan.. apa kamu tidak malu hanya berpangku tangan dan menginginkan dunia ada di genggamanmu? ;)

Dulu waktu jaman kuliah saya pikir untuk bekerja cukup butuh banyak skill yang dibutuhkan perusahaan..  tap seiring dengan perjalanan waktu saya sadar, tak cuma cukup skill.. butuh mental pekerja keras dan pantang menyerah untuk bisa sukses di bidang apapun.. saya sudah melihat banyak orang-orang yang punya skill sedikit di atas rata-rata namun gagal.. ya.. kebanyakan karena mereka malas dan tidak sungguh-sungguh memaksimalkan kemampuan mereka dalam berusaha..

hehehe.. yang udah punya skill aja masih mungkin gagal, ini mau sukses tapi gak punya skill, malas-malasan dan gak mau berusaha keras.. yaaa… saying bye-bye aja deh… *melambai ke kamera*

sumber gambar dari sini dan sini.

Pemimpi

Wednesday, May 4th, 2011

Hampir setiap hari saya mendengar orang-orang berkata pada saya bahwa mereka ingin menjadi seorang penulis skenario profesional. Laki-laki, perempuan, tua, muda..  semua punya impian yang sama.. menjadi seorang scriptwriter.

Awalnya saya sangat senang mendengarnya. Begitu semangat membantu mereka, membukakan jalan. mensuport ini-itu. tapi apa yang terjadi kemudian? Ada yang meragu setelah diberi gambaran “medan perang” yang harus mereka lalui… Ada banyak yang menyerah di tengah jalan, setelah menemui beberapa kesulitan… Ada lebih banyak yang hanya diam berpangku tangan berharap menjadi seorang penulis adalah “pemberian” dari orang lain.

Oh no, dear.. not at all.. it’s your dream.. you should run for it! dare to dream, dare to achieve all the things that you wish for..

Tidak salah menjadi seorang pemimpi.. asal kamu siap menerima segala konsekuensinya..

Seberapa tangguhnya seseorang juga dinilai dari bagaimana dia mempertahankan impiannya. Bagaimana orang itu mengatasi semua masalah dan kesulitan untuk mewujudkan impiannya. Maka jadilah pemimpi yang tangguh!

Mendengar kata pemimpi, saya teringat telenovela jaman saya SD. judulnya Gadis Pemimpi.. buat yang tidak pernah menonton telenovela ini, kisahnya adalah tentang seorang gadis yatim piatu yang sangat percaya pada impiannya untuk menjadi orang sukses, walau dia hanya cucu dari seorang satpam mall.

Buat saya PEMIMPI memilki 2 arti. Arti yang pertama adalah (1) PEMIMPI = Pemilik Mimpi. (2) PEMIMPI = Pemilik Impian.

Rancu dengan arti mimpi dan impian? Mimpi dan impian itu memang mirip tapi ada perbedaan mendasar yang menjadikannya berbeda jauh.

Mimpi kita kenal sebagai bunga tidur yang menemani waktu tidur kita. Mimpi biasanya berhenti sebatas teman tidur, amat jarang mimpi yang dapat menjadi kenyataan.

Sedangkan Impian mungkin lebih dekat dengan visi dan misi kita, karena itu impian tidak berhenti pada angan-angan atau khayalan kita. Besar atau kecilnya kemungkinan impian menjadi kenyataan merupakan pilihan kita untuk berusaha mewujudkannya.

Jadi.. yang sangat membedakan disini adalah USAHA! usaha untuk mewujudkannya. Impian hanya akan jadi sekedar mimpi di siang bolong kalau tidak ada usaha untuk mewujudkannya.

Saya selalu bertanya bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri di masa depan dalam 5 tahun mendatang. Ada banyak yang bingung.. ada banyak yang belum tahu.. Tidak sedikit yang asal bunyi hanya untuk membuat saya kagum.. :D

tapi pertanyaan berikutnya tidak kalah sulit. kalau mereka sudah memiliki mimpi.. apa yang sudah dan akan mereka lakukan untuk mewujudkannya? Banyak yang terjebak disini.

Bagaimanapun dalam menjalani hidup.. setiap orang HARUS punya target yang ingin di capai.. baik itu target jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang..

Saat target-target itu telah tercapai, dia harus cepat membuat impian-impian baru.. agar langkahnya tak terhenti.. agar semangatnya tidak hilang.. agar passionnya tidak sirna..

Saya pernah berada dimasa dimana saya merasa hampa, setelah impian saya terwujud.. setelah euforia sirna.. saya bingung harus apa.. saya seakan tidak punya lagi tujuan hidup.. tak ada lagi yang perlu saya capai.. hahahaha.. sungguh pemikiran yang bodoh.. begitu melihat teman-teman yang terus “berlari” mengejar impian mereka, saya sadar bahwa saya harus membuat impian-impian baru agar saya terus berlari..

saya tidak ingin menjadi pemimpi yang tak memiliki impian… saya tak ingin menjadi zombie yang hanya menjalani hidup tanpa gairah dan semangat hidup!

Kita diberi akal, pikiran dan nyawa untuk menggerakkan tubuh yang diberikan Tuhan. so? buat apa kita sia-siakan..

Mari bermimpi!! Mari terus berlari mengejar apa yang sudah kita impikan!