nemu ini di page facebook-nya Love and Inspiration.
Absolutly agree!. semoga bisa jadi bacaan yang bermanfaat..

nemu ini di page facebook-nya Love and Inspiration.
Absolutly agree!. semoga bisa jadi bacaan yang bermanfaat..

ada yang punya pekerjaan buat saya? ada yang bisa kasih saya kerjaan? saya lagi cari kerjaan nih.. ada lowongan ga?
pertanyaan semacam itu sering kali terlontar dari para pencari kerja yang berusaha mencari peluang kerja.. mencari lowongan kerja melalui kawan, kerabat atau kenalan memang tak dipungkiri menjadi salah satu jalan untuk menemukan pekerjaan.. hingga saat ini, kesempatan kerja yang datang dengan koneksi atau referensi seseorang memang masih berlaku.
Kalau di pikir-pikir kenapa sih harus menjadi pekerja? kenapa gak menjadi pembuat peluang kerja? menjadi pemberi pekerjaan. Jangan bilang gak punya modal.. modal itu gak harus selalu berupa uang loh.. modal bisaberupa skill. bisa berupa koneksi.. tergantung bagaimana melihat peluang dan memanfaatkannya..
Bicara mengenai peluang kerja, cara orang dalam mencari kerja bisa bermacam-macam. Selain mencari lewat teman, iklan di koran, job fair ataupun melalui internet, bisa juga “menjual diri” seperti ini…

saya gak sengaja bertemu dengan orang ini di jalan fatmawati kemarin siang. ini bukan pertama kalinya saya bertemu dengannya. ini kedua kali saya bertemu dengannya.
Di siang yang terik itu dia tampak berhenti dibawah pohon. Mengambil nafas dan kelihatan kelelahan.
saya ingin berhenti sejenak untuk mengobrol, tapi saya sedang bergegas. saya pun mengurungkan niat untuk menyapa dan mengobrol. lagi pula.. bingung juga.. saya belum memiliki peluang kerja yang bisa ditawarkan kepadanya.
Sepanjang jalan saya membayangkan. kira-kira skill apa yang dimilikinya. ijazah apa yang dia punya? berapa gaji yang dia minta? tanpa bermaksud merendahkan, tapi kebayang sih pekerjaan apa yang mungkin dia kerjakan.. mungkin kerja kasar yang gak butuh banyak persyaratan. well harusnya dari pada bertanya2 sendiri, saya harusnya berhenti sebentar dan tanya sendiri padanya ya? *toyor diri sendiri*
hmm.. Entah ya.. mungkin karena saya yang terlalu sering menggampangkan segala sesuatu. saya sering berpikir, kalau memang ada tekad dan kemauan, dijakarta itu banyak peluang kerja, apa aja bisa di jadiin uang (dengan halal), asal punya skill dan mau terus belajar. Yang tadinya kenek tukang batu, bukan gak mungkin akhirnya naik kelas jadi mandor? (ini contoh ekstrim yang riil terjadi loh..)
Di perjalanan siang itu saya cuma bisa berdoa. semoga dia segera mendapat pekerjaan.
buat yang punya kesempatan kerjaan, mungkin bisa di kasih ke dia tuh.. udah dua kali saya liat dia jalan kaki di pinggir jalan fatmawati. semoga berjodoh untuk pemberi kerja dan pencari kerja..

Buat yang belum dapat kerja, semangat ya.. jemputlah rezeki..
karena buat mereka yang tidak berhenti berusaha selalu ada peluang usaha atau peluang kerja.
Belakangan saya menyibukkan diri mencari info lowongan kerja di banyak forum & berbagai media. Ada banyak hal baru yang saya temui. bahkan saya menemukan beberapa ide cerita baru saat melihat info lowongan kerja. saya juga jadi nemu kerjaan sampingan loh.. huahahaha..
Emang seru banget pas nyari info lowongan kerja. Ada banyak peluang usaha & kesempatan kerja benar-benar terbuka luas disana. Andai dalam sehari saya punya 100 jam dan bisa kerja di tempat lain, tentu saya sudah mengambil banyak kerjaan itu..

semalam, bekas tetangga datang ke rumah. Tujuannya masih sama seperti waktu-waktu sebelumnya. minta di carikan pekerjaan. jujur saya agak kapok mencarikannya pekerjaan.. soalnya senengannya nawar!
kalo lagi kepepet, bilang mau kerja apa aja. pas udah di cariin, alasannya ini-itu.. ujung-ujungnya ketauan kalo maunya kerjaan gampang, gak capek, tapi gaji tinggi.. errrr… dengan kriteria kayak gini udah bikin ribet.. dan parahnya dia gak punya skill apa-apa. kalau udah kayak gini, kerjaan apa dong yang pas buat dia??
Saat ini sebenarnya dia baru kerja sebulan di toko emas. tapi sejak seminggu pertama kerja, dia sempat menemui nyokap dan minta di cariin kerjaan lain cuma gara-gara di tempatnya kerja itu dia ditegur sama pegawai senior di depan pemilik toko. Dia ga terima terus mau cari kerja ditempat lain.. pas denger cerita ini dari nyokap, jujur aja saya langsung ngakak bukan kepalang… sorry.. bukannya ga prihatin dengan keadaannya. tapi lucu aja dengan sikapnya menganggapi kejadian seperti itu.. FYI, klo emang salah, di tegur itu masih wajar. klo di dunia kerja ada banyak orang ngalamin hal yang jauuuuuuh lebih ga enak dari yang dia alami.. bagian dari pembentukan mental menurutku..
ya.. bekas tetanggga saya ini memang belum pernah benar-benar kerja dengan orang lain.. kalo pun pernah bekerja, tak lebih dari 2 bulan.. itu pun dia mau kerja saat sedang bertengkar dengan kakaknya.. Dia selalu bilang ingin membuktikan kalau tanpa sokongan kakaknya, dia bisa mandiri.. tapi.. saat pertengkaran mereka usai, dia akan berhenti kerja.. hadeeeh… pertanda labil…
semalam dia bercerita banyak soal rencana dia mencari pekerjaan baru… yang bikin saya takjub adalah dia lebih memilih pekerjaan sebagai office girl.. err.. tanpa merendahkan pekerjaan ini.. saya merasa agak prihatin mendengar pilihan teman saya ini. bagaimana tidak, untuk ukuran orang yang pernah mengenyam bangku kuliah, saya pikir seharusnya ada lebih banyak pilihan pekerjaan lain untuknya.. tapi begitu saya mendengar alasannya, saya pun langsung prihatin pada siapapun yang menerimanya bekerja.. *muka shock*
kenapa begitu? ya.. karena tidak lain alasannya mau jadi office girl adalah sepertinya kerjaannya santai, bisa kerja shif jadi dia gak bosan.. sumpah deh.. begitu mendengar hal ini saya cuma bisa shock berkali-kali… ga tau mesti komentar apa… tapi yang pasti klo saya punya perusahaanpun (amin), sepertinya saya enggan mempekerjakannya..
coba deh tanya pada setiap pemilik usaha di dunia ini. Baik perusahaan besar atau perusahaan kecil bahkan industri rumah tangga.. pegawai seperti apa yang mereka inginkan… kemungkinan besar semua memilki jawaban yang sama.. yaitu pegawai yang bisa memberi keuntungan bagi perusahaannya.. belum tentu untuk di manfaatkan dalam arti negatif. tapi dalam arti.. keberadaan pegawai ini berguna untuk membantu mereka menggerakkan roda usaha.. dan perusahaan menghargai mereka dengan memberi upah/gaji/honor atas usaha para pegawainya ini..
perusahaan kan bukan badan amal yang mau menggaji orang untuk sekedar bersenang-senang..
dear temanku.. ga ada yang mudah di dunia ini… mental yang kuat, usaha dan kerja keras itu sangat penting.. kalau kamu melihat pekerjaan yang saya lakukan itu sangat mudah dan tidak butuh usaha berat, kamu salah.. percayalah.. tidak ada yang benar-benar mudah dilakukan di dunia ini.. semua butuh usaha dan kerja keras… bahkan semut pun bekerja siang malam mengangkat makanan yang beratnya bisa mencapai 100x berat badan mereka sendiri, demi sekedar mengumpulkan makanan.. apa kamu tidak malu hanya berpangku tangan dan menginginkan dunia ada di genggamanmu?
Dulu waktu jaman kuliah saya pikir untuk bekerja cukup butuh banyak skill yang dibutuhkan perusahaan.. tap seiring dengan perjalanan waktu saya sadar, tak cuma cukup skill.. butuh mental pekerja keras dan pantang menyerah untuk bisa sukses di bidang apapun.. saya sudah melihat banyak orang-orang yang punya skill sedikit di atas rata-rata namun gagal.. ya.. kebanyakan karena mereka malas dan tidak sungguh-sungguh memaksimalkan kemampuan mereka dalam berusaha..
hehehe.. yang udah punya skill aja masih mungkin gagal, ini mau sukses tapi gak punya skill, malas-malasan dan gak mau berusaha keras.. yaaa… saying bye-bye aja deh… *melambai ke kamera*
Tanpa sadar kita sering kali mengeluh, marah, kesal bahkan menangis begitu menemui kesulitan. Kita kadang lupa bahwa setelah kesulitan-kesulitan yang kita lalui, Insya Allah akan ada banyak kebahagiaan yang sudah siap menyambut kita.
SESUATU YANG MUDAH DIDAPAT, NYARIS TAK BERNILAI.
SESUATU YANG SULIT DIPEROLEH AKAN JADI SANGAT BERHARGA.
setuju dengan pendapat di atas? ya.. sudah dari sananya kalau sesuatu yang susah di dapat akan di nilai / di hargai begitu tinggi.. uang, kebahagiaan, permata, emas, berlian, benda antik, nyawa.. gak ada yang menghargainya dengan murah..
Entah kenapa pada dasarnya setiap orang selalu berharap melakukan semuanya dengan mudah, cepat, murah.. namun mendapatkan hasil yang luar biasa berharga..
ya.. bisa aja sih.. itu bukan tidak mungkin.. ada banyak cara-cara “kotor” yang bisa kamu lakukan. itu bukan tidak mungkin. tapi saya percaya.. hal-hal seperti itu tidak akan pernah memberi kebahagiaan sejati..
Buat saya, itu sama saja seperti membangun istana di atas pasir. begitu sekali tersapu ombak, semua dengan mudah hanyut terbawa air laut..
Barangkali sebagian dari kita sudah sering melihat bahkan merasakan.. sesuatu yang instan tidak pernah membawa hasil baik.. makanan instan yang berdampak buruk bagi kesehatan… kepopuleran instan yang didapat dengan sensasi, sering kali berujung dengan terkuaknya aib atau perlahan menghilang begitu saja setelah euforia itu hilang.. atau bahkan uang tak halal yang di dapat dengan cara cepat. percaya deh.. semua itu gak akan membawa kebahagiaan..
Di saat kita nyaris putus asa menghadapi sulitnya masalah, kita kadang lupa bahwa bila masalah itu berhasil kita lalui dengan baik, kita akan di ganjar dengan setidaknya dengan pengalaman.. atau bahkan lebih menarik lagi ada banya “bayaran-bayaran” yang akan kita terima setelah kita menyelesaikan masalah tersebut.
Tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Semakin sulit masalah yang kita hadapi.. semakin terjal gunung yang harus kita daki, yakinlah bahwa di balik gunung itu dan setelah masalah berlalu, ada “hadiah” yang menanti untuk kita rengkuh..
batu permata yang mahal pun hanya bisa di dapat setelah di tempa oleh alam selama ratusan tahun..

Bersabarlah, teman-temanku.. karena Tuhan menyukai orang-orang yang berhati sabar..
janganlah pernah berhenti berusaha..
semua akan indah pada waktunya..
![]()
huehehehehe.. standart quote banget! tapi sepakat kaaan?