Donor Beras

Sudah lima bulan berlalu dari waktu terakhir saya donor darah. telaat!

Makanya, beberapa hari yang lalu, saya bersama dua orang teman memutuskan untuk kembali mendonorkan darah di sela aktifitas yang cukup padat di hari itu. Selepas meeting di daerah kebon sirih, Saya dan Pidi bergerak ke PMI Pusat yang berlokasi di jalan Kramat Raya. Berhubung kartu donor saya hilang (untuk kesekian kalinya), saya pun di beri kartu donor baru oleh petugas disana.

 

Ada yang unik pada donor darah hari itu. Pertama, setelah selesai mendonorkan darah, saya mendapat pin donor darah, sesuai golongan darah saya. Pin-nya lucuuu!! saya suka banget! ini dia penampakannya.

Bukan cuma saya yang dapat pin, tapi Ben dan Pidi juga dapat pin, sesuai golongan darah masing-masing. Pidi dapat B, Ben dapat AB. lucu-lucuu! 😀

Tidak hanya itu.. ternyata, di hari itu sedang ada pembagian goodybag dari bank panin untuk para pendonor darah di hari itu, dalam rangka ulang tahun bank panin. pas barusan ngecek ke website-nya panin bank, ternyata memang mereka sedang ada program donor darah Panin bank yang temanya “setetes kasih sejuta harapan”. coba aja mampir ke website mereka untuk tahu lebih banyak soal progam itu. karena ternyata, kegiatan itu gak cuma ada di jakarta. tapi ada di 41 kota di indonesia. Gih mampir ke PMI terdekat!

 

Sebenernya kita cukup kaget pas di kasih goodybag itu. Gak nyangka. Dan lebih gak nyangka lagi pas liat isinya 😐 beras, cyyn! 5 kilo pula! 😐

Bukan apa-apa. masalahnya, malam itu kami akan datang ke acara premiere “mestakung”. gak mungkin dong datang ke sana, ngobrol haha-hihi dan ketemu banyak klien sambil masing-masing bawa beras 5 kilo.. 😐

Padahal mikirnya lumayan sih itu beras buat stock makan seminggu.. wahihihihi.. (dasar otak ibu2). Setelah ngobrol dan berpikir panjang, akhirnya kita pun memutuskan untuk memberikan beras-beras itu pada yang membutuhkan.. Makanya sebelum ke acara premiere kita pun mampir dulu ke sebuah panti asuhan yang lokasinya masih di jalan kramat raya.

 

Hehehehe.. Sepertinya memang Tuhan sudah menunjukkan jalan untuk kami agar tidak repot membawa banyak barang, sekaligus bisa membantu adik-adik disana.. haha.. klo di pikir-pikir.. jadilah hari itu kami donor beras.. :p

Jadi kepikiran.. Kenapa ya, kawan-kawan di panin bank gak langsung membantu menyerahkan beras-beras itu untuk adik-adik di panti asuhan ya? hmm.. ya mungkin mereka memang bermaksud memberikan ucapan terima kasih tersendiri untuk kawan-kawan yang sudah menyumbangkan darahnya.. ya… apapun tujuannya.. semoga semua kebaikan orang-orang di hari itu bisa bermanfaat dan mendapat balasan yang baik dari Allah Swt.. Amin..

Ayo kawan-kawan.. ikutan donor beras eh donor darah yuk..

jalan-jalan ke museum

Seperti yang sebelumnya saya ceritakan.. saya mendapat kesempatan untuk mendadak liburan. Dari beberapa tempat yang saya datangi saat di surabaya, Diantaranya museum-museum yang ada disana. Museum pertama yang saya datangi adalah Museum kapal selam. banyak menyingkatnya menjadi monkasel (monumen kapal selam).

Monumen kapal selam ini sebenarnya adalah sebuah kapal selam yang sudah pensiun dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran masyarakat untuk tahu dengan jelas bagaimana wujud dan isi dari kapal selam yang sebenarnya. katanya sih waktu dibawa ke situ, kapalnya di belah menjadi tiga bagian dan kemudian di susun kembali seperti bentuknya semula.

Ternyata seru juga loh di dalamnya..

ketika melihat tempat ini saya teringat museum di jakarta yang dulu waktu jaman masih SD cukup sering saya kunjungi. yaitu museum satria mandala. kalau museum satria mandala ini adalah museum tentang senjata dan kendaraan TNI, kalau di monumen kapal selam ini hanya ada satu kapal saja. kita bisa masuk ke dalam kapal selam ini. ternyata di dalam cukup sempit.

ada beberapa pintu sekat untuk masuk antar ruangan. ukurannya sempit cyyyynn… *elap kringet*

membayangkan berlama-lama ada di dalam sana cukup menyeramkan buat saya.. saya termasuk Claustrophobia, yaitu takut berada di tempat yang sempit dan tertutup.

membayangkan ada di bawah air selama berbulan-bulan seperti kata guide resmi disana bikin saya langsung sesak nafas dan panik. padahal saya cuma sebentar disana. sementara para angkatan laut itu katanya bisa menghabiskan waktu beberapa bulan di dalam air. langsung bingung ngebayangin gimana pup, pipis, makan dan tidurnya ya? oh ya.. tempat tidurnya juga sempit loh. cuma seukuran badan dan di gantung di sisi dalam kapal selam. Gak bisa glundung-glundung di kasur deh kayaknya. 🙂

saya sempat membayangkan berada di bawah air apa kupingnya gak sakit ya? karena kan tekanan udaranya beda? tapi kata guide-nya mereka udah biasa dan ada tehnologi khusus yang bikin tekanan udara di dalam kapal sama dengan di darat.

Katanya selama dibawah air gak boleh banyak beraktifitas yang menghabiskan banyak oksigen. gak boleh lari-lari, marah-marah, berantem, nanti stok oksigen cepet abis katanya. sempat heran sih.. kalo bosen mereka ngapain ya? secara dibawah air susah nyari sinyal 3G. jadi ga bisa internetan gitu.. huehehehehe..

sebenarnya saya penasaran kegunaan semua alat-alat dan tombol-tombol yang ada disana. tapi sayangnya. bodyguard saya pelit banget. bolak-balik ngelarang pegang ini-itu.. :p toh torpedo-nya juga udah non aktif. gak akan meluncur dan meledak deeeeh.. *nyengir iblis* :p

pokoknya seru selama ada disana.. hihihihi..

oh ya.. Sebenarnya ada pemutaran film tentang kapal selam ini, tapi saya gak nonton.

tempat berikutnya yang saya kunjungi adalah Museum Kesehatan Dr Adhyatma, MPH. Museum kesehatan ini katanya gak begitu terkenal dan cukup jarang di datangi. sayang juga sih.. padahal murah loh biaya masuknya. cuma Rp. 1500,-

Tapi orang-orang di daerah surabaya mengenalnya dengan nama museum santet. nah lo.. museum kesehatan kok jadi museum santet?

jadi gini ceritanya.. setelah saya masuk ke museum yang letaknya tidak terlalu besar itu, isinya adalah berbagai macam alat-alat kesehatan, dari berbagai daerah di indonesia. dari berbagai jaman. menurut saya lumayan lengkap dan cukup memberi gambaran bagaimana masyarakat indonesia dari jaman ke jaman menjaga kesehatan mereka.

awalnya saya masuk ke sebuah ruangan yang berisi ijasah-ijasah atau sertifikat dari masa ke masa. ada juga baju dokter jaman dulu. ternyata waktu itu, pada masa sebelum kemerdekaan, dokter gak pake jubah putih kayak sekarang. tapi pake semacam jas hitam, bawahanya jarik (kain batik) trus pake blankon. mungkin karena gambarannya dokter di jawa kali ya?

lalu saya masuk ke ruangan yang lebih dalam ada banyak alat-alat kesehatan dari jaman dulu.

Alat-alat jaman dulu ternyata gede-gede banget.. nemu semodel CPU nyaris seukuran manusia. (entah itu CPU apa bukan. bentuknya sih mirip CPU. jiahahahaha..)

selain itu ada juga celana anti pemerkosaan. lucu kan?? ada rantai-nya gitu di celananya. ada juga yang model gembok. ya emang anti pemerkosaan sih. tapi kebayang susahnya kalau kebelet pipis dan ga bawa kunci gemboknya.

kemudian saya masuk ke ruangan lain. disini rasa penasaran saya tentang kenapa museum ini di sebut museum santet, mulai terjawab. selain memperlihatkan alat-alat kedokteran berbagai jaman, museum ini memperlihatkan alat-alat kesehatan dari berbagai suku, dan kepercayaan.

Dari jarum akupuntur, sampai kurungan ayam sampai cermin yang suka di gantung di depan rumah. lalu ada juga berbagai macam air. disitu sih ada keterangannya. air sumur apa.. air apa.. air apa lah gitu. macem-macem banget yang saya sendiri tidak mengerti apa gunanya.

gambar minjem dari sini.

Ilmu kedokteran memang di kenal sebagai sesuatu yang berdasar pada logika. makanya ada beberapa alat-alat disitu yang mencantumkan hasil penelitiannya. misalnya soal jarum, paku atau apapun lah itu yang di temukan di dalam telur atau binatang, mereka coba menelitinya. tapi ya.. gitu lah..

kalau menurut saya pribadi sih hal-hal seperti itu tergantung mind set dan kepercayaan masing-masing. saya tidak bilang percaya atau tidak percaya pada hal-hal semacam itu. tapi kenyataannya masih banyak orang-0rang di daerah yang tak terjamah oleh tehnologi yang masih mempercayai hal-hal semacam itu. atau bahkan kini mereka menggabungkan itu semua dengan kecanggihan tehnologi. ya saya tidak tahu pasti.. 😀

oh ya, ada satu foto yang paling terkenal di tempat itu. yaitu dua boneka yang menjadi semacam icon disana. yaitu jelangkung dan nini towok.

di situ sih keterangannya bahwa 2 boneka ini adalah alat permainan daerah anak-anak di jawa. tapi orang-orang dewasa sepertinya menjadikan itu icon bahkan inspirasi film horor yang malah laris.. hadeeh.. *tepok-tepok jidat*

tapi kalau di liat-liat emang nyeremin sih muka bonekanya.. hehehehe…

begitulah jalan-jalan saya ke museum hari itu.. berikutnya lanjut dengan wisata kuliner.. :p

langit musik

Hari sabtu kemarin saya mendapat undangan untuk hadir di ulang tahun langit musik. Sudah lama sekali rasanya saya tidak datang ke sebuah acara konser musik. Awalnya Salah satu alasan saya untuk datang adalah untuk melihat kinerja Event Organizer dalam menyenggarakan sebuah acara. Kebetulan saya memang sedang mencari sebuah Event organizer profesional untuk melaksanakan acara yang akan saya buat. berhubung saya malas datang sendiri, saya mengajak mpus untuk juga datang ke acara tersebut.

Sesampainya di tempat acara, penonton langsung di sambut dengan sebuah atraksi panggung dari Di-Da yang tampil memukai di zona langit musik 1. sementara di zona musik 2, tauruz juga tidak kalah bersemangat menghibur penonton yang hadir.

Ya.. langit musik memang menyiapkan dua zona musik. Outdoor dan indoor. Di koridor penghubung kedua zona ini sudah disiapkan sebuah dinding komentar, dimana pengunjung leluasa meninggalkan “jejak” mereka di sini.

Saya cukup menikmati penampilan sebuah band bernama “Music for sale” di zona musik 2. Walau saya tidak mengenal lagu-lagu yang dinyanyikan, tapi lagunya cukup asik untuk didengarkan. terbukti banyak sekali pengunjung yang larut dalam suasana.

Diantaranya muda-mudi di hadapan saya, begitu music for sale menyanyikan sebuah lagu romantis tentang ungkapan perasaan seorang pria kepada pacarnya, muda-mudi ini langsung saling berangkulan mesra seakan lagu itu khusus di persembahkan untuk mereka.

hadeeh.. gak sadar apa ya, ini tempat umum.. >_< *plaaak* ah.. dasar anak muda jaman sekarang.. *mlengos sambil oles krim anti-aging*


Selepas magrib, satu band yang saya tunggu-tunggu pun hadir. Mereka adalah Andre Harihandoyo & Sonic People (AHSP).

saya sudah cukup lama tahu soal band ini dari mbak tatut. Dia sangat menggila-gilai si vokalis, Andre Harihandoyo.

setelah saya melihat sendiri penampilan panggungnya, ya.. saya akui.. dia memang tampan dan suaranya mengagumkan.

Tapi saya lebih tergila-gila oleh sang pemain klarinet dan akordion, Andreas Arianto. Dia kereeeeeeen!!!

Andreas benar-benar pandai memainkan kedua alat musik ini. Tidak heran bila dia dipercaya untuk mengajar Orkestrasi dan Ensembel Big Band di Universitas Pelita Harapan, ia juga memimpin orkestra anak muda di komunitasnya.

Tapi Entah kenapa begitu saya melihat Andreas main klarinet, selain terpesona dengan suara klarinet yang begitu menghanyutkan. saya kok jadi membayangkan Mr. Squidward yang sedang bermain klarinet ya?

gambar diambil dari sini.

Jiahahaha.. maaf.. tapi kayaknya Squidward harus belajar klarinet sama kamu deh, andreas.. :p

Malam itu begitu banyak band yang tampil di kedua zona musik. Namun selain AHSP, saya tertarik menyaksikan penampilan dari white shoes and the couples company.

Band yang anggotanya jebolan IKJ ini, lagu-lagunya sempat mengisi OST dari “Janji Joni” dan “Berbagi suami”. Yang saya salut, begitu banyak penonton disana yang begitu ngefans dengan mereka.

Darimana saya tau? karena saya ketemu dengan beberapa teman saya anak-anak IKJ yang datang untuk menyaksikan penampilan mereka. Udah gitu, belum nyanyi aja, sebagian penonton sudah meneriakkan nama Sari sang vokalis. Sari memang memiliki suara yang sangat khas. Di dukung dengan warna musik, kostum dan style mereka, kita seakan benar-benar dibawa ke era 70-an.

Saya sempat melihat dua mas-mas londo yang begitu kagum dengan penampilan mereka dan kelihatan begitu menikmati musik yang dibawakan white shoes and the couples company.

Yang saya dengar white shoes and the couples company ini memang sempat mendapat kesempatan untuk merilis album pertama White Shoes & The Couples Company di lima wilayah yaitu Amerika Serikat, Mexico, Kanada, Australia dan Jepang. keren banget kan? 😀

hohoho.. Ternyata seru juga datang ke acara musik seperti ini.. thank you pito dan rara atas invitationnya.. 😉

Semoga acara seperti ini bisa jalan terus. menggalakkan kembali industri musik di indonesia. Biar band-band baru terus bermunculan dan makin eksis..

ah iya.. ada satu hal yang sangat menyentuh saat saya nonton kemarin. Ketika saya melihat andre harihandoyo main gitar dan andreas meniup klarinet di atas panggung sambil memejamkan mata. Mereka tampak begitu menikmati permainan musiknya sendiri. Mereka larut serta begitu menyatu dengan musik mereka.

Mendadak saya melihat bayangan diri saya ketika menarikan jari di atas keyboard. ketika ide-ide begitu lancar mengalir. Seakan tak perduli apapun di sekitar saya. Hanya saya dan tulisan saya. Saat itu pun saya sadar.. Mereka bermain dengan hati. Itu passion mereka.

Di saat yang sama saya teringat dosa-dosa kecil (tapi banyak) yang pernah saya lakukan. PIRACY.. PEMBAJAKAN..

gambar diambil dari sini.

Kita kadang dengan mudah menekan tombol “unduh/download” di rapidshare, 4shared, dll. Tapi kadang kita lupa.. ada orang-orang hebat yang dengan seluruh hati dan jiwanya menulis dan mencipta semua itu untuk kita nikmati. Masih kah kita tega melakukan pembajakan? Tidak untuk saya.. 🙂

semua kenangan itu kembali

Di atas bumi ini ku berpijak
Pada jiwa yangg tenang di hatiku
Tak pernah ada duka yg terlintas
Ku bahagia

Ingin ku lukis semua hidup ini
Dengan cinta dan cita yang terindah
Masa muda yang tak pernah kan mendung
Ku bahagia

Chorus:
Dalam hidup ini
Arungi semua cerita indahku
Saat saat remaja yang terindah
Tak bisa terulang

Ku ingin nikmati
Segala jalan yang ada di hadapku
Kan ku tanamkan cinta tuk kasih ku agar
Ku bahagia

lirik lagu ku bahagia-melly goeslaw yang di jadikan salah satu soundtrack di film Ada Apa Dengan Cinta benar-benar menggambarkan masa-masa di SMA.. banyak orang yang bilang, masa ini adalah masa-masa tak terlupakan, masa emas dimana ada banyak rasa disana.. dimana kita mulai mengenal apa itu cinta.. kenal apa itu persahabatan.. kesetiakawanan.. disertai kerumitan dan tanggung jawab untuk melanjutkan kuliah atau pekerjaan.. semua mulai terasa disana.. INDAH.. banyak yang menggambarkannya demikian..

benar kata senior-seniorku dulu.. masa sma memang masa yang paling indah.. saat-saat kuliah itu saat-saat menyenangkan dan penuh petualangan…

kemarin, semua kenangan itu kembali.. menyeruak ingatan, muncul perlahan, membawa semua rasa yang pernah ada.. dari mulai pasang segala macam aksi dan gaya untuk mencontek, ada yang sakit perut karena duduk di bawah kipas angin, sampai dengan sebal dengan guru yang genitsampe berharap boleh bawa payung ke dalam kelas untuk menghadapi guru yang memberikanhujan lokal, gara2 saking semangatnya ngajar.. semua benar-benar membuat tertawa saat di ingat kembali..

bahagianya bisa mendengar cerita dari teman-teman.. ada yang bahagia mengurus gadis kecilnya yang takut dengan ikan mas koki, ada yang sekarang sudah kerja di word bank (bank dunia), ada yang bekerja memutuskan “kabur” keluar pulau karena untuk mengadu nasib, ada yang sedang menikmati saat-saat menegangkan menunggu kelahiran bayinya, ada juga yang sibuk menggendutkan badan karena merasa terlalu kurus.. sampe penasaran dengan nasib anak yang paling ogah di foto dan sekarang berhasil jadi Agen rahasia.. (no wonder dari dulu dia enggan di foto.. ternyata sukanya main sembunyi2an..) hohohohoho..

belum lagi menemukan cerita-cerita baru yang menjadi “pasword-pasword” yang selalu berhasil menimbulkan gelak tawa..

belum lagi cerita-cerita lama yang jika di ingat hanya membuat wajah bersemu merah..

senang mendengar kabar kalian semua.. mudah-mudahan nantinya kita bisa hadir full tim.. teman-teman yang sedang berada di luar kota pun mudah-mudahan bisa bergabung..

thank you for that lovely day..