Jalan-jalan ke Kampoeng Djamoe Organik

Kunjungan ke Kampoeng Djamoe Organik beberapa waktu lalu lalu, sepertinya bikin saya sadar bahwa banyak yang belum tahu bahwa Martha Tilaar punya sebuah lahan khusus untuk pelestarian dan pengembangan tanaman obat.

Tempat ini memang bukan tempat rekreasi, tapi merupakan bagian dari lahan yang disiapkan pihak Martha Tilaar untuk mengembangkan budi daya tanaman obat.

Di lahan seluas 9 hektar ini, saya berkesempatan berkeliling melihat berbagai tanaman obat yang ada. Tidak hanya nama tanaman, tapi di plang nama tiap tanaman, juga di cantumkan khasiat dari tanaman tersebut. Jadi kita gak bingung cari informasi apa manfaat tanaman-tanaman yang ada disitu.

Kalau di perhatikan sebenarnya tanaman-tanaman ini dulu sering saya temui saat saya kecil. Dari pohon mangkok-mangkokan, pohon jarak, pohon mengkudu, dan sebagainya. Bahkan tanaman-tanaman ini jadi bagian dari bahan permainan saya waktu kecil.

Tapi sayang,  dengan semakin padatnya penduduk jakarta. Lahan untuk tanaman-tanaman ini jauh berkurang dengan drastis. Saat saya datang ke Kampoeng Djamoe Organik ini, saya seakan kembali ke masa lalu dimana saya menemukan banyak tanaman yang saya kenal. Dulu karena masih anak-anak, saya tidak mengenal semua fungsi tanaman-tanaman ini.

Dulu memang sih kalau saya atau teman sempat jatuh, luka, atau gatal-gatal karena sengatan serangga, kami sering mengobati diri sendiri dengan tanaman-tanaman yang ada di sekitar. Sepertinya hal semacam ini sudah tidak lagi dikenali oleh anak-anak kecil jaman sekarang lebih percaya pada obat-obatan kimia atau percaya kata-kata sakti dokter yang memberikan mereka resep obat-obatan mahal. Padahal.. Indonesia ini kaya banget loh dengan berbagai tanaman obat..

Saya jadi ketawa saat salah satu pegawai Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) ini membahas soal klorofil produksi luar negeri yang katanya bagus untuk kesehatan tapi harganya selangit. Pegawai KaDO ini malah memberikan saya segelas cincau hijau yang kaya zat hijau atau klorofil ini. ya.. walau mungkin fungsinya tidak benar-benar sama, tapi saya faham maksud beliau. Dari pada membuang uang ratusan ribu untuk membeli suplemen yang sudah di olah secara kimiawi, lebih baik kembali memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.. apa yang ada di alam.. sungguh pengalaman yang sangat mengesankan..

Kalau ada rombongan yang ingin main ke Kampoeng Djamoe Organik, saya sarankan menghubungi pihak Martha Tilaar. Bisa cari infonya melalui twitter @Martha_Tilaar.

oh ya… di akhir kunjungan, saya dan teman-teman masing-masing diberi sebuah tanaman obat di dalam pot. saya memutuskan memilih sirih merah.. sampai sekarang sih alhamdulillah tumbuh subur.. sepertinya harus digalakkan lagi nih pengadaan lahan untuk tanaman obat dan bumbu-bumbu dapur. gak susah kok. Karena kita bisa tanam di pot. jadi.. Gak ada lahan bukan alasan..

Rasanya pengen deh bikin postingan list tanaman obat dan fungsinya.. mari kumpulkan data-datanya dulu.. 😀 ayo menanam tanaman obat! 😀

ps. thank you irma atas foto kembang sepatunya.. 🙂

 

One Reply to “Jalan-jalan ke Kampoeng Djamoe Organik”

  1. Btw, Kampoeng Djamoe Organik itu dimana, Luvie? Saya tiap minggu minum rendaman air sirih. Ambil selembar daun sirih siram dengan air panas mendidih 500 ml biarkan dingin dan minum sedikit-sedikit. Rasakan sendiri manfaatnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *