catatan akhir tahun yang absurd

klo baca judulnya mungkin agak bingung.. catatan saya yang absurd atau akhir tahun saya yang absurd? atau bahkan ini merupakan catatan akhir dari tahun yang absurd.. well semua jawaban benar sih.. ๐Ÿ˜†

 

Emang sih Belakangan ini lagi ngerasa klo hidup saya agak-agak gak jelas.. gak punya tujuan pasti.. saya masih punya Goal yang ingin saya raih sih.. tapi rasanya masih kurang fokus.. terlalu banyak hal yang saya inginkan.. yang semuanya gak bisa dikerjain secara bersamaan.. tetep harus satu-satu.. secara teori harusnya begitu.. tapi kenyataannya…. errrr.. ga banyak yang saya kerjain.. itu pun gak maksimal. yang lainnya? terbengkalai.. ๐Ÿ™

 

Sedih? pastinya.. putus asa? Agak2. Nyerah? Belum sih.. saya masih optimis bahwa saya bisa meraih semuanya.. tinggal mana dulu yang mau dijadiin prioritas.. hehe..

 

Malu sih rasanya lihat adik kelas yang sudah lebih dulu berhasil pencapaian-pencapaian yang mereka inginkan.. sementara saya? bukannya saya belum mencapai apapun.. tapi saya sedang tidak berada di puncak.. setengah tahun terakhir ini saya merasa produktifitas saya jauh menurun..

 

Kayaknya saya ini kebawa sindrom santai berkepanjangan.. setelah bertahun-tahun mendorong diri saya ke titik maksimal, jauh di dalam hati, saya masih terus merasa bahwa saya “berhak” menikmati hidup.. tapi kayaknya santainya kelamaan yak.. ๐Ÿ˜€ *toyor*

 

Kalau di pikir2, apa aja sih yang sudah saya lewati sepanjang tahun 2011 ini?

1. Karier menulis

Buat karier menulis saya, Tahun ini adalah tahun transisi.. banyak perubahan yang terjadi.. Salah satunya, bahwa kalau di tahun-tahun sebelumnya saya lebih banyak menulis sinetron, sekarang saya lebih banyak menulis cerita animasi anak.. sesuatu yang baru dan juga menantang karena saya kini bekerja sama dengan orang-orang yang unik dan cukup menyenangkan dengan suasana kerja yang jauh lebih cair.. quite fun! selain menulis cerita anak, saya pun dapat kesempatan bekerja sama dengan kawan2 di salah satu stasiun TV swasta. mereka pun gak ย kalah seru..

2. Wirausaha

Sejak berhenti nulis sinetron striping, saya memang punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal lain. makanya.. mulai tahun ini saya memberanikan diri untuk kembali menekuni satu bisnis yang sudah lama saya idam-idamkan untuk dijalankan.. dan alhamdulillah.. walau usahanya masih merangkak.. Tapi sudah menampakkan hasil.. ๐Ÿ™‚

Karena masih baru.. saya pun masih belajar banyak hal dari manis-pahit-asam-asin hal yang saya alami sepanjang menjalankan bisnis ini.. Yaps! Jalannya emang gak ada yang mulus.. tapi saya yakin.. ini akan jadi pelajaran yang menguatkan saya.. ๐Ÿ™‚

3. Menjalankan Agency Penulis Skenario

Dulu.. saya sangat mengidam-idamkan pekerjaan macam ini.. berurusan dan bertemu dengan banyak orang.. akhirnya tahun ini saya diminta seorang kawan baik untuk mengurusi penulis skenario.. hasilnya.. errr.. rada bikin mabok juga ketemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai rupa karakter.. walau ada bagian2 yang kadang bikin sebel, tapi over all.. cukup menyenangkan.. akhirnya berkat pekerjaan ini, tahun ini pun saya mulai menikmati yang namanya gaji bulanan.. sesuatu yang tidak saya rasakan sebelumnya.. walau secara nominal nilainya tak sebesar yang di dapat dari freelance.. tapi seru juga rasanya bisa mengandalkan gaji bulanan.. ย *ngikik*ย  tapi… rasanya saya lebih enjoy bekerja sebagai freelance.. Tak sabar rasanya untuk kembali freelance.. (ah.. dasar manusia.. gak pernah puas..)

4. Kehidupan percintaan

errr.. Skip! lagi males ngebahasnya.. (lah trus ngapain lo tulis, vie.. *jitak*)

5. Bersenang-senang!

kalo bagian ini kayaknya banyak yang bisa di tulis.. hihihi.. ya memang sih.. tahun ini tahun senang-senang saya.. saya banyak menikmati “me time” mungkin terlalu banyak malah.. hihihi.. tahun ini seperti rencana saya di awal tahun.. setelah selesai menulis skenario sinetron.. saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya harus memanjakan diri dengan berkeliling pulau jawa! walau gak dalam waktu bersamaan.. Tapi tahun ini saya sudah mewujudkannya dengan jalan2 ke beberapa kota di pulau jawa.. mungkin sepele untuk banyak orang.. tapi saya cukup mensyukurinya.. mengingat.. selama ini saya jarang punya kesempatan untuk keluar kota karena banyak yang harus di urus di jakarta.. ย dan sampe sekarang pun begitu.. *tepok jidat*

 

Yang belum di capai?

Ada beberapa bagian dari point2 di atas yang belum tercapai.. Dalam karier menulis saya ingin kembali menulis skenario.. dan kini untuk sesuatu yang berbeda.. untuk wirausaha.. tentunya saya ingin menjadikan usaha ini lebih besar dan berkembang terus.. ya intinya.. saya ingin menjadi lebih baik dan kalau bisa yang terbaik di setiap point di atas.. hmm.. semoga tahun depan masih punya kesempatan untuk mencapai semuanya! amiiin!!

 

Well.. mari bangkit.. mari melaksanakan rencana2 yang sudah di bangun.. mewujudkan mimpi2 baru yang belum sempat terwujud..

Tolong ingatkan saya ya kawan-kawan.. klo saya malas2an lagi… ๐Ÿ™ klo saya ketauan malas lagi, saya rela deh dihukum harus makan nasi padang dua bungkus.. beneran! saya relaaaaa! ๐Ÿ˜†

*ngilang*

 

Pesan Taksi dengan Blue Bird Taxi Mobile Reservation

Minggu lalu saya hadir di launchingnya Blue Bird Taxi Mobile Reservation. Aplikasi terbaru dari Blue bird yang bisa digunakan diberbagai jenis smartphone. Tidak hanya Blackberry, aplikasi gratis ini juga bisa digunakan oleh pemakai Iphone dan android.

 

Awalnya saya gak terlalu yakin pada efektifitas dan kepastian pemakaiannya. Katanya dengan Taxi Mobile Reservation ini, saya hanya perlu memesan taksi dengan memasukkan jam pemesanan serta alamat penjemputan. Sangat-sangat mudah. Bahkan terlalu mudah. Saking mudahnya saya sempat ragu untuk menggunakan aplikasi ini. “Jangan-jangan udah pesen taksi, taksinya gak dateng-dateng”. itu yang saya pikir, saat pertama kali akan menggunakannya. Dan mungkin hal yang sama dirasakan oleh calon pemakai aplikasi lain yang mencoba aplikasi Taxi Mobile Reservationย ini untuk pertama kalinya.

Dua hari setelah acara launching, dengan sedikit deg-degan, saya membuat orderan pertama saya dengan Aplikasi Blue Bird Taxi Mobile Reservation. untuk menggunakan aplikasi ini, setelah mendownload (di blackberry app word, App Store atau android market), saya diminta memasukkan nomer telepon, setelah itu saya akan diberi verification code yang dikirim by sms. setelah terverifikasi, saya baru bisa memasukkan nama, email. Untuk melakukan pemesanan, saya diminta memasukkan alamat penjemputan. Disini kita bisa memasukkan beberapa alamat kalau kita biasa dijemput tidak cuma di satu lokasi saja.

ini jauh lebih baik daripada salah satu penyedia layanan taksi yang biasa saya pakai, yang hanya bisa dipesan via telepon dan hanya mau menjemput di rumah. Tidak bisa menjemput di tempat umum seperti mall, rumah sakit ataupun public facility lainnya.

Setelah melakukan pemesanan, saya bisa menge-track pesanan saya sudah sampai ditahap apa. Seperti ini tampilan aplikasinya setelah saya melakukan pemesanan dan menunggu taksi saya menjemput.

Tulisannya masih “searching for taxi”. Artinya, sedang di cari taksi untuk menjemput saya di lokasi penjemputan. Ini seru banget! Dengan aplikasi ini, saya bisa tahu secara langsung dan update, kondisi pesanan saya. Sudah ada taksi kah, atau sudah sampai mana taksi yang akan menjemput saya.

Setelah ada taksi yang mengkonfirmasikan akan menjemput saya, tulisan “searching for taxi” ini akan berubah menjadi nomer taksi yang akan menjemput, dan tulisannya “on the way” (klo gak salah). Selain itu, bisa ketauan posisi taksinya ada dimana dibanding lokasi saya.

Di aplikasi ini akan di tampilkan gambar lokasi penjemputan dan posisi taksi yang akan menjemput. (bagian ini lupa saya capture gambarnya). kita bisa tau taksinya udah di daerah mana. Jadi saya bisa memprediksi taksi akan tiba dalam berapa menit.

Dan benar saja, setelah tau ada taksi yang menjemput dan lokasinya tidak jauh, saya baru buru-buru ganti baju.. hihihihi.. selesai ganti baju, pas banget gambar taksinya ada di depan gang rumah. Ya sudah, saya ke depan gang. ternyata bener.. taksinya ada! yeaaay!! pesanan berhasiilll!! gampang banget deh pokoknya..

setelah taksi saya datang, laporannya pun berubah.. tulisannya “done”

Saya pun tinggal duduk manis dalam taksi. Aman dan nyaman dari cuaca yang malam itu sedang hujan.. hihihi.. Semua ada di genggaman. Gak perlu deg-degan lagi ada taksi yang menjemput atau nggak.. Gak perlu penasaran taksi yang menjemput sudah sampai mana.. gak perlu keluar pulsa juga.. :p

Now everything so much easier. Life is so easy.. hihi.. Thank you Blue Bird karena sudah membuat Aplikasi Blue Bird Taxi Mobile Reservation.

 

 

mencari peluang kerja

ada yang punya pekerjaan buat saya? ada yang bisa kasih saya kerjaan? saya lagi cari kerjaan nih.. ada lowongan ga?

pertanyaan semacam itu sering kali terlontar dari para pencari kerja yang berusaha mencari peluang kerja.. mencari lowongan kerja melalui kawan, kerabat atau kenalan memang tak dipungkiri menjadi salah satu jalan untuk menemukan pekerjaan.. hingga saat ini, kesempatan kerja yang datang dengan koneksi atau referensi seseorang memang masih berlaku.

Kalau di pikir-pikir kenapa sih harus menjadi pekerja? kenapa gak menjadi pembuat peluang kerja? menjadi pemberi pekerjaan. Jangan bilang gak punya modal.. modal itu gak harus selalu berupa uang loh.. modal bisaberupa skill. bisa berupa koneksi.. tergantung bagaimana melihat peluang dan memanfaatkannya..

Bicara mengenai peluang kerja, cara orang dalam mencari kerja bisa bermacam-macam. Selain mencari lewat teman, iklan di koran, job fair ataupun melalui internet, bisa juga “menjual diri” seperti ini…

saya gak sengaja bertemu dengan orang ini di jalan fatmawati kemarin siang. ini bukan pertama kalinya saya bertemu dengannya. ini kedua kali saya bertemu dengannya.

Di siang yang terik itu dia tampak berhenti dibawah pohon. Mengambil nafas dan kelihatan kelelahan.

saya ingin berhenti sejenak untuk mengobrol, tapi saya sedang bergegas. saya pun mengurungkan niat untuk menyapa dan mengobrol. lagi pula.. bingung juga.. saya belum memiliki peluang kerja yang bisa ditawarkan kepadanya.

Sepanjang jalan saya membayangkan. kira-kira skill apa yang dimilikinya. ijazah apa yang dia punya? berapa gaji yang dia minta? tanpa bermaksud merendahkan, tapi kebayang sih pekerjaan apa yang mungkin dia kerjakan.. mungkin kerja kasar yang gak butuh banyak persyaratan. well harusnya dari pada bertanya2 sendiri, saya harusnya berhenti sebentar dan tanya sendiri padanya ya? *toyor diri sendiri* ๐Ÿ˜€

hmm.. Entah ya.. mungkin karena saya yang terlalu sering menggampangkan segala sesuatu. saya sering berpikir, kalau memang ada tekad dan kemauan, dijakarta itu banyak peluang kerja, apa aja bisa di jadiin uang (dengan halal), asal punya skill dan mau terus belajar. Yang tadinya kenek tukang batu, bukan gak mungkin akhirnya naik kelas jadi mandor? (ini contoh ekstrim yang riil terjadi loh..)

Di perjalanan siang itu saya cuma bisa berdoa. semoga dia segera mendapat pekerjaan.

buat yang punya kesempatan kerjaan, mungkin bisa di kasih ke dia tuh.. udah dua kali saya liat dia jalan kaki di pinggir jalan fatmawati. semoga berjodoh untuk pemberi kerja dan pencari kerja.. ๐Ÿ˜€

Buat yang belum dapat kerja, semangat ya.. jemputlah rezeki.. ๐Ÿ™‚ karena buat mereka yang tidak berhenti berusaha selalu ada peluang usaha atau peluang kerja.