akankah ini yang terakhir?

Kemarin.. HP-ku berdering. Sebuah nomer tak ku kenal, memanggil.. Agak heran.. Karena tidak banyak yang tau nomer HP-ku yang ini.. Jarang ku urus.. Tak pernah ku isi pulsa.. Lebih sering berhari-hari mati karena tidak di charge..

Begitu telepon itu ku jawab, terdengar suara yang ku kenal dengan baik menyahut dari ujung telepon.. Mood-ku drop.

Sudah berulang kali ku coba menghindari teleponnya.. Kemarin.. Aku tak bisa menghindar.. Yah.. Terlanjur menjawab. Dengan enggan ku menanggapi telepon itu.. Suara serak dari sana sedikit bergetar.. Menggambarkan sebaris rindu.. Tapi aku telah mematikan sinyal hati.. Tak lagi ku perdulikan suasana yang beranjak menjadi haru.. Aku hanya menanggapinya dengan dingin.. Tak perduli..

Dia menanyakan kabar.. Semua pertanyaannya ku jawab dengan pendek-pendek dengan malas. Aku menunggu pertanyaan pamungkasnya.. Pertanyaan menyakitkan yang selalu terlontar di setiap teleponnya.. Aku menunggu dan menunggu.. Hingga akhirnya dia berpamitan..

Aku heran.. Tumben dia menelepon dan hanya menanyakan kabarku.. Tumben dia tak menanyakan pertanyaan menyakitkan itu.. Tumben dia “seperti” perduli padaku.. Ah.. Entah.. Saat itu hatiku masih di balut luka dan amarah.. Ku putuskan tidur lebih cepat..

——-

Hari ini ramadhan terakhir di tahun 2011 / 1432 H. Banyak rasa bercampur baur di dada. Senang, sedih, lega, haru, khawatir.. Semua berpadu menjadi satu..

Dimana-mana semua orang bicara tentang hari terakhir ini.. khawatirkan akankah mereka bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan..

Mendadak terbersit di pikiranku.. Bagaimana bila kemarin adalah telepon terakhirnya.. Bagaimana bila dia berharap bertemu Untuk terakhir kalinya.. Bagaimana bila.. Ah.. Entah..

Hari ini perasaanku campur aduk.. Esok adalah hari raya.. Disaat orang saling meminta maaf dan saling memaafkan.. Bertahun-tahun ku lewati hari raya tanpa benar-benar memaafkannya.. Luka itu masih ada.. Luka itu masih basah karena terus terkoyak olehnya..

Akankah tahun ini jadi tahun terakhir? Tahun berakhirnya semua amarah itu? Entah.. Hanya waktu yang mampu menjawabnya..

Posted with WordPress for BlackBerry.

6 Replies to “akankah ini yang terakhir?”

  1. yang tidak biasa, memang membuahkan penasaran
    namun semoga saja awal yang tak biasa itu adalah awal untuk kebaikan keduanya

    ===================================

    minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin mba #worship

  2. Hanya orang-orang yang “kuat” lah yang mampu menghilangkan amarah, menepis dendam, dan melunturkan emosi. Mungkin itulah salah satu goal dari pesantren ramadhan yang sebulan kemarin kita semua lalui bersama. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang2 yang “kuat” tadi, amien.

    Met lebaran, maaf lahir batin ye 😀

    *tarik selimut, meneruskan tidur* zzzz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *