jalan-jalan ke museum

Seperti yang sebelumnya saya ceritakan.. saya mendapat kesempatan untuk mendadak liburan. Dari beberapa tempat yang saya datangi saat di surabaya, Diantaranya museum-museum yang ada disana. Museum pertama yang saya datangi adalah Museum kapal selam. banyak menyingkatnya menjadi monkasel (monumen kapal selam).

Monumen kapal selam ini sebenarnya adalah sebuah kapal selam yang sudah pensiun dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran masyarakat untuk tahu dengan jelas bagaimana wujud dan isi dari kapal selam yang sebenarnya. katanya sih waktu dibawa ke situ, kapalnya di belah menjadi tiga bagian dan kemudian di susun kembali seperti bentuknya semula.

Ternyata seru juga loh di dalamnya..

ketika melihat tempat ini saya teringat museum di jakarta yang dulu waktu jaman masih SD cukup sering saya kunjungi. yaitu museum satria mandala. kalau museum satria mandala ini adalah museum tentang senjata dan kendaraan TNI, kalau di monumen kapal selam ini hanya ada satu kapal saja. kita bisa masuk ke dalam kapal selam ini. ternyata di dalam cukup sempit.

ada beberapa pintu sekat untuk masuk antar ruangan. ukurannya sempit cyyyynn… *elap kringet*

membayangkan berlama-lama ada di dalam sana cukup menyeramkan buat saya.. saya termasuk Claustrophobia, yaitu takut berada di tempat yang sempit dan tertutup.

membayangkan ada di bawah air selama berbulan-bulan seperti kata guide resmi disana bikin saya langsung sesak nafas dan panik. padahal saya cuma sebentar disana. sementara para angkatan laut itu katanya bisa menghabiskan waktu beberapa bulan di dalam air. langsung bingung ngebayangin gimana pup, pipis, makan dan tidurnya ya? oh ya.. tempat tidurnya juga sempit loh. cuma seukuran badan dan di gantung di sisi dalam kapal selam. Gak bisa glundung-glundung di kasur deh kayaknya. 🙂

saya sempat membayangkan berada di bawah air apa kupingnya gak sakit ya? karena kan tekanan udaranya beda? tapi kata guide-nya mereka udah biasa dan ada tehnologi khusus yang bikin tekanan udara di dalam kapal sama dengan di darat.

Katanya selama dibawah air gak boleh banyak beraktifitas yang menghabiskan banyak oksigen. gak boleh lari-lari, marah-marah, berantem, nanti stok oksigen cepet abis katanya. sempat heran sih.. kalo bosen mereka ngapain ya? secara dibawah air susah nyari sinyal 3G. jadi ga bisa internetan gitu.. huehehehehe..

sebenarnya saya penasaran kegunaan semua alat-alat dan tombol-tombol yang ada disana. tapi sayangnya. bodyguard saya pelit banget. bolak-balik ngelarang pegang ini-itu.. :p toh torpedo-nya juga udah non aktif. gak akan meluncur dan meledak deeeeh.. *nyengir iblis* :p

pokoknya seru selama ada disana.. hihihihi..

oh ya.. Sebenarnya ada pemutaran film tentang kapal selam ini, tapi saya gak nonton.

tempat berikutnya yang saya kunjungi adalah Museum Kesehatan Dr Adhyatma, MPH. Museum kesehatan ini katanya gak begitu terkenal dan cukup jarang di datangi. sayang juga sih.. padahal murah loh biaya masuknya. cuma Rp. 1500,-

Tapi orang-orang di daerah surabaya mengenalnya dengan nama museum santet. nah lo.. museum kesehatan kok jadi museum santet?

jadi gini ceritanya.. setelah saya masuk ke museum yang letaknya tidak terlalu besar itu, isinya adalah berbagai macam alat-alat kesehatan, dari berbagai daerah di indonesia. dari berbagai jaman. menurut saya lumayan lengkap dan cukup memberi gambaran bagaimana masyarakat indonesia dari jaman ke jaman menjaga kesehatan mereka.

awalnya saya masuk ke sebuah ruangan yang berisi ijasah-ijasah atau sertifikat dari masa ke masa. ada juga baju dokter jaman dulu. ternyata waktu itu, pada masa sebelum kemerdekaan, dokter gak pake jubah putih kayak sekarang. tapi pake semacam jas hitam, bawahanya jarik (kain batik) trus pake blankon. mungkin karena gambarannya dokter di jawa kali ya?

lalu saya masuk ke ruangan yang lebih dalam ada banyak alat-alat kesehatan dari jaman dulu.

Alat-alat jaman dulu ternyata gede-gede banget.. nemu semodel CPU nyaris seukuran manusia. (entah itu CPU apa bukan. bentuknya sih mirip CPU. jiahahahaha..)

selain itu ada juga celana anti pemerkosaan. lucu kan?? ada rantai-nya gitu di celananya. ada juga yang model gembok. ya emang anti pemerkosaan sih. tapi kebayang susahnya kalau kebelet pipis dan ga bawa kunci gemboknya.

kemudian saya masuk ke ruangan lain. disini rasa penasaran saya tentang kenapa museum ini di sebut museum santet, mulai terjawab. selain memperlihatkan alat-alat kedokteran berbagai jaman, museum ini memperlihatkan alat-alat kesehatan dari berbagai suku, dan kepercayaan.

Dari jarum akupuntur, sampai kurungan ayam sampai cermin yang suka di gantung di depan rumah. lalu ada juga berbagai macam air. disitu sih ada keterangannya. air sumur apa.. air apa.. air apa lah gitu. macem-macem banget yang saya sendiri tidak mengerti apa gunanya.

gambar minjem dari sini.

Ilmu kedokteran memang di kenal sebagai sesuatu yang berdasar pada logika. makanya ada beberapa alat-alat disitu yang mencantumkan hasil penelitiannya. misalnya soal jarum, paku atau apapun lah itu yang di temukan di dalam telur atau binatang, mereka coba menelitinya. tapi ya.. gitu lah..

kalau menurut saya pribadi sih hal-hal seperti itu tergantung mind set dan kepercayaan masing-masing. saya tidak bilang percaya atau tidak percaya pada hal-hal semacam itu. tapi kenyataannya masih banyak orang-0rang di daerah yang tak terjamah oleh tehnologi yang masih mempercayai hal-hal semacam itu. atau bahkan kini mereka menggabungkan itu semua dengan kecanggihan tehnologi. ya saya tidak tahu pasti.. 😀

oh ya, ada satu foto yang paling terkenal di tempat itu. yaitu dua boneka yang menjadi semacam icon disana. yaitu jelangkung dan nini towok.

di situ sih keterangannya bahwa 2 boneka ini adalah alat permainan daerah anak-anak di jawa. tapi orang-orang dewasa sepertinya menjadikan itu icon bahkan inspirasi film horor yang malah laris.. hadeeh.. *tepok-tepok jidat*

tapi kalau di liat-liat emang nyeremin sih muka bonekanya.. hehehehe…

begitulah jalan-jalan saya ke museum hari itu.. berikutnya lanjut dengan wisata kuliner.. :p

16 Replies to “jalan-jalan ke museum”

  1. iyah gak boleh pegang2 apalagi pas di museum santet. ingat gak pas mas ngobrol ma penjaganya, mas nanya apakah ruangan ini udah netral? dia bilang “belum” huahahahahahhaha.

    1. iya.. betul mbak.. jarang banget orang tua jaman sekarang yang membawa anak-anak mereka hari minggu buat jalan-jalan ke museum.. biasanya diajaknya wisata mall.. 😀

  2. oh ada museum lainnya juga ya? saya pernah stuck 1 hari penuh di surabaya membawa 2 klien orang Taiwan. Cuma bisa ke monkasel aja krn gak ada ide mau kemana lagi. Waktu itu kelenteng yg model Thai itu belum dibangun dan Lapindo belum luber. Padahal kedua tempat itu kan seru! hehehehehe

  3. Huaaaaaaaaa saya rindu monkasel! 😀
    Saya ke sana pertama dan terakhir kalinya pas masih SD, tahun 2001. 😀 Sekalian lomba gambar di sana, sekalian nonton pemutaran filmnya, masuk ke dalamnya… 😳 Saya masih ingat banget AC-nya yang dingin di dalem… 😀

    1. hehehehe.. lo dateng deh… seru juga liatnya.. bisa keliatan gimana gambaran “kepercayaan” masyarakat indonesia terhadap hal2 supranatural kayak gitu… 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *