Liburan Dadakan part 1 : Kabar Duka

Liburan saya kali ini benar-benar tidak di rencanakan. Sumprit deh.. Tapi walau tak di rencanakan.. tetap terasa menyenangkan.. 😀

Minggu lalu, kabar duka datang. Tante saya (adik dari bokap) meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang sudah lumayan lama di deritanya. Berita ini datang tanpa di duga sama sekali. Tante Saya Pun di makamkan keesokan harinya. begitu banyak kenangan yang saya lewati dengan beliau. terutama saat beliau masih tinggal bersama saya. Keusilannya.. Sifatnya yang terbuka, hingga Celotehannya yang selalu spontan dan mampu mencairkan suasana. walau kini beliau sudah tiada. tapi semua memori bersamanya akan tetap tersimpan di dalam hati.. semoga Beliau diterima di sisi-Nya dan amal ibadahnya di terima oleh Allah. Amin.

Meninggalnya Tante memberi saya kesempatan mengunjungi kota kelahiran Ibu saya, karena Tante dan om dari bokap ini tinggal di kota yang sama dengan kota kelahiran nyokap yaitu Magelang.

Hari itu saya gunakan untuk mengunjungi Eyang (ibu dari nyokap) yang sampun sepuh (Bahasa Jawa : Sangat tua), kami berbincang tentang begitu banyak hal. Beliau menasehati tentang begitu banyak hal soal hidup. Tentang menghapus rasa marah dan dendam, tentang memaafkan, tentang memilih pasangan yang baik, tentang begitu banyak hal. Siang itu begitu terasa menyenangkan. Setidaknya ketika diingatkan tentang begitu banyak hal oleh Eyang, saya sama sekali tidak merasa di gurui. bahkan saya seperti tersadar tentang begitu banyak hal yang saya kadang abaikan. Thank you, Eyang.. 🙂

Selepas pembicaraan siang itu, saya main ke kebun Eyang. Membantu eyang mengurus kebun. Beruntung saya di oleh-olehi begitu banyak buah jeruk nipis. Sampai sekantung besar.. hohoho.. udah gitu jeruknya gendut-gendut banget.. satu jeruk bisa di buat 2 mug air jeruk nipis klo gak mau terlalu asam.

kebetulan setelah pulang dari liburan (sampe sekarang) saya jatuh sakit. dan jeruk nipis ini sangat berguna untuk menghangatkan tenggorokan dan menambah asupan vitamin C.

Setelah dari Magelang, di sinilah petualangan dimulai. Sepupu saya mengajak pulang bareng, karena dia tinggal di Lenteng Agung. Deket lah ya, dari rumah. dia bawa kendaraan dan saya bisa tinggal duduk manis di belakang pak supir yang mengendarai Mobil. Lagi pula ada perasaan lebih tenang kalau pulang dengan sepupu. Tapi dia bilang sebelum dia balik ke Jakarta di hari Minggu sore. Dia mau Ke Surabaya dulu. Yo Wis.. arah perjalanan saya yang mestinya kembali ke barat, malah berubah ke timur pulau jawa. Baiklaaah.. Tapi ya sudahlah ya.. secara bakal tenang karena semua akan jadi tanggung jawab sepupu yang paling usil bin cuek ini.

Saya pun mengabari “Kuncen” kota surabaya tentang rencana kedatangan saya.

Sepanjang perjalanan saya dan sepupu masing-masing sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mulai berhenti ketika batre laptop dan HP kami habis semua.

Buat saya, perjalanan kali ini benar-benar penuh petualangan. Awalnya saya sudah curiga ketika sepupu dan supirnya yang selalu berdebat lewat mana. dan ternyata kecurigaan saya terbukti. kami akhirnya NYASAR! kebayang yaa.. malem-malem.. di negeri antah berantah. hadeeh.. beruntung akhirnya kami kembali berhasil ke jalan yang benar.

Tapi Keterkejutan saya tidak berhenti disitu, karena di perjalanan saya, sepupu saya yang ajaib ini, mendadak di telepon bosnya dan diminta stay di Surabaya hingga tanggal 15 maret. WHAAAT!!!?!! Baiklaaaah.. itu artinya saya ga jadi pulang ke Jakarta sama dia. Trus ngapain saya jauh-jauh ke surabayaaaaaaa.. *gigit2 Laptop*

Tapi ya sudahlah ya.. berhubung saya jarang dapat kesempatan liburan. mari nikmati liburan kali ini..

Gimana Liburan dadakan saya selama di Surabaya? Tunggu Kelanjutannya ya.. 😉

7 Replies to “Liburan Dadakan part 1 : Kabar Duka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *