Beberapa hari ini hujan turun dengan sangat deras.. derasnya hujan yang jatuh tak pelak membuat hati ini menjadi sendu.. membiru.. sisi melankolispun muncul.. entah kenapa hari ini aku teringat padanya.. laki-laki berwajah bulat telur, kulit sawo matang dengan bibir tipis dan senyum lembut…
Sempat Ku tekan tombol HP.. sekedar ingin mengatakan… “aku kangen..“ namun ku urungkan untuk berbicara dengannya..lidah ini selalu kelu setiap menghadapinya.. bukan kata rindu yang terucap.. kadang sikap dingin yang muncul.. setiap menatapnya, bukan lagi rindu yang tersisa.. hanya kemarahan yang tak kunjung usai.. rindu dan benci menjadi satu.. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan..
andai saja dia bisa menjadi seperti lelaki yang ku inginkan.. ah.. berulang kali keinginan itu muncul.. namun yang tersisa selalu rasa kecewa.. dia tak akan pernah menjadi lelaki yang ku damba.. dia akan tetap seperti itu.. dengan semua ego-nya.. namun cintaku padanya tak jua akan sirna.. aku tetap menyayanginya.. yah.. begitulah wanita.. tak pernah jelas apa yang di mau.. marah dan rindu sering kali jadi satu..
Ku tatap kalender.. aku ingat.. tak lama lagi dia akan berulang tahun.. ya.. memang bukan bulan ini.. tapi aku pikir waktunya tak akan lama lagi.. aku ingin memberinya sebuah hadiah.. sebuah tanda cinta.. tapi mungkin kejadiannya akan selalu sama seperti tahun-tahun sebelumnya.. hadiah itu tak pernah sampai di tangannya.. hanya menumpuk di lemari.. semua terjadi hanya karena satu alasan.. aku tak siap untuk bertemu lagi dengannya.. tak siap dengan semua naik-turunnya emosi setelah menemuinya lagi.. seperti yang sudah-sudah.. aku suka dengan hidup tenang tanpanya.. namun ku tetap merindu..aku ingin dia yang dulu.. yang mencintaiku seperti apa yang ku mau.. yang menuruti semua keinginanku.. yang bisa memelukku dengan penuh kehangatan dan ketulusan.. menggenggam tangan ku dengan erat setiap pergi bersama.. menyantap mie pangsit hangat.. atau sekedar membeli pisang goreng panas sambil menunggu hujan reda.. ah.. aku rindu semua kenangan itu..

Haruskah ku tekan Ego dan mengambil resiko merusak “ketenangan hidupku”?
Haruskan aku menemuinya dan mengungkap rinduku padanya?
Entahlah..
Tags: dad, family, kangen, lelah




January 21st, 2010 at 4:18 pm
kangen mah jangan di tahan…..
minimalnya jadi jerawat, maksimanya jadi jantungan, luv…
Nice Post.
[Reply]
January 21st, 2010 at 4:26 pm
@mayasaridotnet : mosok jadi jerawat dan jantungan sih, mbak.. serem amat..
mbak may..
[Reply]
January 21st, 2010 at 4:57 pm
Sayang, ada kalanya kita harus keluar dari zona nyaman yang kita buat sendiri. Temuilah selama kesempatan itu masih ada. Beliau juga pasti kangen padamu. *hugs*
[Reply]
January 21st, 2010 at 5:13 pm
wahahaha hujan telah memantik rasa rindu? ehem… so sweet..
[Reply]
January 21st, 2010 at 5:33 pm
@merahitam :
thank you, mbak..
@budiono : ya begitulah, det..
[Reply]
January 21st, 2010 at 6:16 pm
Anything make u happy, just do it…
but far more, think about another happiness first…. hehehe
[Reply]
January 21st, 2010 at 7:05 pm
“aku ingin dia yang dulu.. yang mencintaiku seperti apa yang ku mau.. yang menuruti semua keinginanku..”
yang lalu akan selalu indah di masa lalu lup, kalo dibawa ke masa sekarang sudah tidak akan cocok lagi, segalanya pasti berubah, kamu berubah, dia berubah, bahkan waktu pun berubah. siapkah dengan semua itu?
mencintaimu seperti apa yang kamu mau? kenapa harus maumu? kenapa bukan maunya? kenapa harus mengubah seseorang? mengapa tak bisa menerima seperti apa adanya?
saat ego memiliki dan ego meng”aku” seseorang sudah muncul, saat itulah hubungan sudah diuji dan diambang batas..
ah itu hanya pendapatku lup…. maaf kalo jadi bilang kayak gitu..
[Reply]
January 21st, 2010 at 9:42 pm
@bandit : iya sih… saya memang selalu berusaha untuk memperhatikan perasaan orang lain.. tapi ntah kenapa untuk yang satu ini, ego saya sering kali tidak bisa berkompromi..
@ipied : hmmm… bener sih yang lo bilang pied.. selama ini gue udah di kuasai amarah yang berkepanjangan.. makanya selama ini, si ego yang lebih banyak bicara..
thanks for remind me..
[Reply]
January 22nd, 2010 at 11:28 pm
Luviiiieeeee …. mau dong mie ayam dan pisang gorengnya
Moga segera dipertemukan dgn yang terbaik ya
[Reply]
January 24th, 2010 at 2:48 pm
jangan di tahan n di telen sendiri mbak…. nanti jadi bisul malah.
mending hajjar ajah….hehehhee
Biar nggak penasaran n takut lagi tho? ^_^
[Reply]
January 25th, 2010 at 8:34 pm
bukan dosa besar koq bilang kangen luv
[Reply]
January 28th, 2010 at 11:13 am
kalau emang cukup berharga untuk diperjuangkan kenapa, gak?? segala sesuatu memang harus diperjuangkan…
[Reply]
January 28th, 2010 at 3:28 pm
lama ga beredar jadi kangen gw ya lup?
btw ultah gw masih lama kok, kalo mo ngasih kado ga usah ragu2, kalo perlu ntar gw ambil sendiri ke tj. barat
[Reply]
January 31st, 2010 at 11:31 am
Luvie kangen padaku ko ga bilang aja, he he he
[Reply]
February 1st, 2010 at 8:47 pm
wedew, wedew… mellow mode on! hehehe…
[Reply]
February 3rd, 2010 at 1:13 am
…bersyukur…ternyata gw masih bisa menyaksikan keluh kesah seorang nona Luvie…
Salam 212
[Reply]
February 10th, 2010 at 11:02 pm
[...] hati yang membiru.. [...]