ku berdiam dalam doa..

begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupku belakangan.. gempa tak hanya ku rasakan kemarin.. namun sejak beberapa hari sebelumnya, gempa itu sudah ku rasakan mengguncang hati, jiwa dan pikiranku… begitu banyak benturan yang membuatku tersadar akan begitu banyak hal di kehidupan yang tak ku pikirkan dan kuperdulikan sebelumnya.. begitu banyak ke-alpa-an yang ku lakukan.. hal-hal kecil yang biasa ku abaikan, mendadak muncul di depan mata mengembalikan kesadaran yang sempat hilang..

begitu banyak dosa-dosa kecil yang ku lakukan.. kecil menurut orang lain, namun jika di kumpulkan, mungkin sudah menggunung.. melebihi dosa besar yang pernah orang lain perbuat.. ucapan, perbuatan, sikat atau perilaku ku mungkin banyak yang sudah membuat orang-orang di sekitarku terluka..

aku pun ingin lebih bisa legowo dalam menghadapi segala sesuatu di dunia ini.. ku pikir hati ini Tak cukup hanya jadi gelas dan juga kolam.. Aku ingin Jadi samudera.. dimana aku bisa menampung air yang luas, dan menerima segala sesuatunya dengan lebih ikhlas.. aku percaya bahwa Alur cerita hidup tiap manusia sudah di tulis oleh penulis skenario paling hebat di jagat raya.. Kita sebagai aktor dan aktris hanya bisa menjalani peran kita masing-masing di dunia ini dan berimprovisasi agar cerita hidup kita jadi lebih indah dan berwarna.. karena improvisasi itulah yang juga akan menentukan hidup kita setelah mati.. 🙂 am I right?

aku tetap lah bukan siapa-siapa.. manusia bergelimang dosa dan kesalahan.. hanya mampu menundukkan kepala, bersujud memohon ampunan kepada-Nya.

teman-teman.. atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, aku mohon maaf.. sengaja atau pun tidak, aku tetaplah bersalah.. aku tahu kalian ada di sampingku untuk tetap mengingatkanku dan tetap menjagaku.. 🙂

15 Replies to “ku berdiam dalam doa..”

  1. mmm dalem luv. jadi bingung mo ngomentarin apa.

    sebuah introspeksi dari seorang makhluk terhadap Khalik nya. Saya yakin Sang Khalik Maha Pengampun selama sang makhluk nya mau selalu berintrospeksi dan memperbaiki diri seperti ini.

  2. … open thou mine eyes, and i shall see
    incline my heart, and i shall desire
    order my steps and i shall walk
    in the ways of thy commandments..

  3. Mbak Luvie,

    Keren-keren banget lho sinetronnya. Boleh tau nggak, gimana cara nembusin skenario ke PH? Soalnya aku tinggal di daerah, jadi kalo kirim skenario, selalu ditolak dengan alasan belum kenal. Atau Mbak butuh co writer?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *