malaikat-malaikat kecil itu butuh di lindungi

apa yang ada di bayangan kita saat mendengar kata anak-anak. tentunya melihat sosok mungil, polos, dan lugu. tak hanya itu tapi juga teriakan, tangis, kenakalan, dan yang lainnya. anak-anak dengan segala hal yang ada di diri mereka tetap lah menyenangkan untuk di lihat.

Tepat di hari ini, 23 Juli 2009, anak-anak di seluruh Indonesia memperingati hari anak Indonesia. Sejarahnya, hari anak nasional pertama kali dicanangkan pada 23 Juli tahun 1986 oleh Alm. mantan Presiden Suharto. Pak Harto waktu itu berharap, ini menjadi awal kunci kemajuan bangsa. tiap-tiap negara menetapkan tanggal yang berbeda untuk memperingati hari anak di negaranya. dan mereka pun memiliki cara yang berbeda-beda untuk memperingati hari anak. misalnya hari anak di jepang (kodomo no hi) yang di selenggarakan setiap tanggal 5 mei yang di peringati dengan memasang koinobori. hmm.. kalau di Indonesia, apa ya yang menjadi ciri khas perayaan hari anak? gak ada sepertinya.

ku rasa anak-anak sendiri kurang menyadari adanya hari anak ini. mungkin karena tidak ada yang khas yang di lakukan dari tahun ke tahun oleh mereka. berbeda dengan hari kartini yang selalu di rayakan dengan karnaval, berbaju daerah, dan sebagainya. pada tanggal ini anak-anak sering di beri fasiltas lebih sebagai privilages, di hari anak ini.

IMHO, penting di lakukan di hari anak ini adalah melindungi dan membantu anak-anak. melindungi fisik dan mental mereka dari hal-hal yang bisa merusak. banyak kasus terjadi hal-hal yang paling dekat dengan mereka pun bisa merusak anak-anak. orang dewasa dengan kekasaran mereka? baik tindakan kasar verbal atau non verbal, seperti yang terjadi pada kasus bapak tiri yang tega menabrakkan anak tirinya ke kereta, pelecehan seksual pada anak-anak, atau kasus-kasus kekerasan lainnya. belum lagi kasus pekerja di bawah umur dimana masih banyak anak-anak yang di manfaatkan untuk di jadikan pemulung, peminta-minta, pembantu rumah tangga dan yang lainnya hanya karena bayaran mereka lebih murah dibanding yang lainnya. karena di sadari atau tidak, hal itu bisa mengganggu perkembangan psikologis mereka.

selain itu, ada banyak hal berbahaya lain yang mengintai anak-anak. seperti televisi, pergaulan, dan sebagainya. pengaruh buruk televisi bagi anak-anak sudah banyak di sadari oleh beberapa kalangan. sehingga muncul lah gagasan untuk memulai aksi hari tanpa televisi.

kenapa sih televisi kurang bagus untuk anak-anak? ya selain banyak acara televisi yang tidak tepat untuk di konsumsi anak-anak, karena waktu anak-anak akhirnya habis untuk menonton TV. bayangkan saat hari minggu. dari anak-anak membuka mata, sampai siang hari sekitar pukul 11, mereka sudah di suguhkan dengan tayangan kartun, cerita anak-anak yang beragam. mata mereka sama sekali tidak lepas dari televisi. mungkin sampai tidak makan, mandi, dan tidak melakukan aktifitas sosial lain. itu hanya pada hari minggu. bagaimana pada kesehariannya? tidak sedikit anak-anak yang ikut menonton TV sampai larut malam, bersama orang tuanya. perlu disadari bahwa Anak yang sering menonton tv juga mengalami masalah pada pola tidurnya, seperti terlambat tidur, kurang tidur bahkan tak bisa tidur, cemas tanpa sebab, terbangun malam dan mengantuk pada siang hari. sedangkan anak-anak sangat butuh waktu tidur yang lebih lama di banding orang dewasa. karena menurut penelitian, tidur cukup yang berkualitas pada anak-anak akan merangsang otaknya untuk berkembang dengan lebih baik. mudah-mudahan ini juga menjadi perhatian khusus bagi orang tua untuk membatasi waktu menonton untuk anak-anak mereka.

ini hanya masalah mental dan psikologis untuk anak-anak. bagaimana dengan yang lain. soal hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, keamanan dan yang lainnya? ada banyak pihak juga yang sudah mulai perduli soal pendidikan untuk anak-anak ini. terutama untuk anak-anak yang nyaris putus sekolah. ada program coin a chance yang isinya inti programnya adalah mengumpulkan recehan kembalian untuk di gunakan untuk membiayai anak-anak yang nyaris putus sekolah. salut buat temen-temen di coin a chance. aku sama beberapa temen-temen sendiri mulai menjalankan program yang nyaris sama. kita menyisihkan jatah biaya nongkrong di starbuck dll, untuk biaya pendidikan anak-anak yang hampir putus sekolah. ya kita ambil permisalan sekali ngopi bareng di sana, masing-masing orang minimal menghabiskan 30ribu rupiah. andai uang itu kita kumpulkan oleh 3-5 orang saja, tentu sudah bisa di pakai untuk menutup uang bayaran sekolah perbulan satu orang anak. alhamdulilah sudah lumayan banyak temen-temen yang mau menyisihkan sedikit uang mereka, dan ikutan pogram ini. mudah-mudahan program ini bisa berjalan terus, dan makin banyak anak yang bisa di bantu. amiiin.. (worship)

selamat hari anak nasional.. (dance)  lets protect our children.. (cozy)

note : fotonya nemu di file lama, mudah2an yang punya gak protes (worship)

20 Replies to “malaikat-malaikat kecil itu butuh di lindungi”

  1. aih.. (cozy) tenang aja.. wajah polos dan lugu mereka gak akan membunuh mu, kok.. (lmao)

    tapi gak tau ya, klo mereka melakukan yang lain.. (evil_grin) gak ikut2 (ninja)

  2. knapa ndak dibalik sahaja, duid buat kongkow2 setarbak yang disumbangin. sisanya buat beli krupuk trus numpang makan di rumah tetangga :)) *menunggu undangan makan2 ayam bakar lagi*

  3. lah emang iya pak dhe.. udah gak nongkrong di setarbak.. udah gak minum kupi juga nih.. makanya duidnya buat bayar sekolah anak2 ajah.. (dance)

    klo soal undangan bakar ayam, pasti ada lagi, deh.. tapi bakar2annya di rumah pak dhe kenthir ya.. (hungry)

  4. Dulu di jaman saia, anak-anak itu mainannya ya ke sawah, kebon, kali.. pokoknya kami itu bebas bercengkrama dengan alam. TV waktu itu hanya ditonton di sore dan malam hari dan tidak membuat addicted.

    TV itu jahat, jadi selamatkan anak-anak darinya dari sekarang!

  5. bener banget bung dhodie. aktifitas sosial yang seperti itu tuh yang nggak di miliki anak sekarang. sehari2 mereka asik nonton TV, main PS, atau di depan komputer. itu bikin mereka gak belajar bersosialisasi. gak peka sama lingkungan… (doh)

  6. disini saya menyinggung peran media terutama TElevisi, anak sekarang dikasih tontonan percintaan mulu. Lagu – lagu anak2 pun sudah tidak terdengung lagi, malahan mereka lebih “bisa” menyanyikan lagu – lagu orang dewasa / remaja.

    Naik kereta api, balonku ada lima, kasih ibu, ….. sudah ditinggalkan, nah sekarang bagaimana peran keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar yang seharusnya berperan.

  7. Bagi aku melihat tawa anak-anak adalah suatu kebahagian. kadang melihat tawa anak-anak dijalan yang tak tahu asal usulnya pun bisa membuat sejenak melupakan beban hidup.

    mari selamatkan anak-anak selamatkan generasi bangsa 🙂

    Salam kenal ya… blog nya aku link ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *