Dan perpisahan itu pun terjadi..

di sebuah sore, ruang kerjaku. 

sebuah lagu “lemon tree by fools garden” mengalun dari HP-ku. menandakan sebuah panggilan masuk. ku tatap HP kesayanganku.. terlihat sebuah nama muncul disana.. sebuah nama yang cukup familiar muncul disana. ku jawab telepon itu. 

+ hallo.. 

sebuah suara isak tangis muncul disana.. ku tercekat.. 

vie.. gue udah nggak tahan.. dia makin lama makin kasar sama gue.. 

+ kasar gimana? dia maki-maki elo lagi?

– nggak cuma itu.. sekarang dia udah mulai ngancurin barang-barang di rumah.. 

aku mulai khawatir.

+ terus.. dia nyakitin elo?? 

– nggak.. tapi gue takut.. gue nggak mau pulang.. 

aku cemas. benar-benar cemas. 

+ elo dimana sekarang? gue jemput elo sekarang, ya..

dia menyebut sebuah alamat. dia memintaku bertemu dengannya disana.. 

 

Malam hari, sudut cafe yang sepi. 

ku menatap tyas. matanya sembab, memerah dan basah. air mata tidak berhenti mengalir di pipinya. Tyas tampak sangat sedih dan terluka. 

– ini yang sempat gue takutkan sebelum gue menikah sama dia.. gue pernah tanya kan sama elo, gimana mas Doni sebenarnya.. karena elo sabahatnya.. elo lebih tau dia di banding gue.. 

Aku terdiam. tak mampu berkata-kata. anganku langsung melayang membayangkan sahabatku yang satu itu… sosok baik, penyayang dan perhatian pada orang-orang di sekitarnya dan juga penolong. dia orang yang baik, menurutku.. namun beberapa kejadian di masa lalu juga melintas di bayanganku.. saat dia marah, emosinya menjadi sedikit tidak terkendali. makian, cacian terlontar dengan mudah dari mulutnya. seakan semua menjadi pembenaran saat dia marah. semua boleh di lakukan. ku mengerti dan bisa membayangkan apa yang di lakukannya pada istrinya itu. 

aku mengangguk menatap Tyas. istri sahabatku.

+ iya.. gue ngerti.. gue juga nggak nyangka kalau dia bisa jadi makin kasar gitu. 

Tyas terus menangis. 

– Gue takut, vie.. gue nggak mau balik ke rumah.. 

aku diam. bingung. antara membantu teman dan berhadapan dengan sahabat, tapi berujung mencampuri urusan rumah tangga. tidak bisa menutup mata, tidak peduli karena berhubungan dengan keselamatannya. ku menatap Tyas yang terus menangis ketakutan.

 

*********************************************************************************************************

 

sebuah penggalan cerita pendek tentang kekerasan dalam rumah tangga. pemerintah sudah mengatur soal aturan ini

ku kutip sedikit tentang UU ini. 

 

Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1. Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap
seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan
atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau
penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan,
pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam
lingkup rumah tangga.
2. Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah jaminan yang diberikan
oleh negara untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,
menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan melindungi korban
kekerasan dalam rumah tangga.
3. Korban adalah orang yang mengalami kekerasan dan/atau ancaman
kekerasan dalam lingkup rumah tangga.
4. Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa
aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat,
lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya
baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan.
5. Perlindungan Sementara adalah perlindungan yang langsung diberikan
oleh kepolisian dan/atau lembaga sosial atau pihak lain, sebelum
dikeluarkannya penetapan perintah perlindungan dari pengadilan.
6. Perintah Perlindungan adalah penetapan yang dikeluarkan oleh
Pengadilan untuk memberikan perlindungan kepada korban.

 

dan juga 

 

Pasal 7
Kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b adalah perbuatan 
yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya
kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis
berat pada seseorang.
caci maki, bentakan atau apapun yang mengakibatkan tekanan, ketakutan sudah termasuk dalam kekerasan rumah tangga. ini mesti di waspadai. walaupun “CUMA” kekerasan psikis, tapi ini bisa jadi awal dari kekerasan fisik.. banyak pasangan yang memberi kelonggaran atas ini. memaklumi, tapi akhirnya berujung pada penyesalan. ya iyalah.. siapa sih yang mau hidup dalam ketakutan dan siksaan.. 

 

kekerasan yang sering dialami oleh para wanita tentu sangat memprihatinkan. ada yang menganggap ini adalah bagian dari urusan rumah tangga masing-masing pasangan, itu salah satu cara mereka “berkomunikasi”. makanya sering kali kasus-kasus KDRT ini tidak di laporkan pada pihak yang berwajib. banyak alasan. malu, takut, sayang, dll. keadaan seperti ini tentu sangat tidak mengenakkan. seperti mandapat buah simalakama. serba salah. 

 

satu-satunya jalan terbaik adalah pelaku mengubah perilakunya. tak bisa kah mereka menunjukkan rasa “sayang”nya mereka dengan cara yang lebih baik. tidak bisa kah mereka menggunakan cara lain untuk berkomunikasi tanpa ada bentakan dan makian?

 

rumah dimana seharusnya menjadi tempat perlindungan yang aman, hangat dan nyaman, tidak lagi bisa menjadi sesuatu yang melindungi. keluarga, pasangan, orang-orang tercinta tidak lagi bisa memberikan rasa aman. kehidupan macam apa itu? bagaimana nasib anak-anak yang tumbuh dengan keluarga di rumah yang seperti itu? apa yang ada di bayangan mereka saat melihat sang ayah yang mereka kagumi memeperlakukan ibu yang mereka sayangi dengan kasar? akan menirukah mereka? akan marah kah mereka?  akan bencikah mereka pada ayah mereka? kita tidak tahu. yang pasti anak-anak hanyalah sebuah “produk”  yang di hasilkan dari sebuah “pabrik” keluarga.. kualitas yang yang akan di hasilkan pun akan tergantung dari kualitas keluarga itu.

 

maaf, sahabatku.. walau kita bersahabat.. tapi.. jika begitu sikapmu pada wanita.. aku tidak bisa membelamu.. aku bahkan mencerca sikapmu itu.. aku tak bisa menahannya untuk meninggalkanmu..

 

tak bisa ku percaya.. seperti itukah caramu memperlakukan orang yang kau sayang? seperti itukah caramu mempertahankan hubungan?? seperti itu kah caramu “melindungi” orang yang kau cintai dengan sepenuh hati? (lonely)

 

 

mari belajar mencintai dengan cara yang lebih baik.. 🙂

 

17 Replies to “Dan perpisahan itu pun terjadi..”

  1. Wow.. kisah nyata tuh? atau buat skrip sinetron baru? 😀
    hehe.. jk dear. cerita yg sangat dalam. pesan yg bisa diambil darinya pun sangat penting.

  2. kekerasan banyak dilakukan oleh pria, sayangnya terkadang si wanita terlalu bertoleransi yg akhirnya mengakibatkan kerugian pada dirinya sendiri.

    Rumah tangga memang yg utama, tapi rumah tangga yg harmonis, damai dan tenteram bukan rumah tangga yg seperti medan pertempuran yg penuh isak tangis dan ketakutan.

    mbah sangkil´s last blog post..Ayo Jangan Terlena

  3. @vhee : ini “sentilan” untuk para pria untuk memperlakukan wanita dengan lebih baik..

    @mbahsangkil : semoga para pria bisa lebih mengerti dan memahami wanita. wanita memberi toleransi untuk mengurangi konflik dalam keluarga. lalu apa solusinya untuk masalah seperti itu?

    @ciwir : dasar tukang ojek.. 😛

    @ajengkol : eits.. itu udah gerak refleks, mbak.. tenang aja.. nama pasti di samarkan kok.. nggak akan bilang klo itu ceritanya mbak ajeng.. (rofl) (lmao) Mbak ajeng.. (cozy)

    @LL : lo mau lapor ke polisi karena di aniaya @kitty?? (annoyed) gak kebalik.. (nottalking) *ngebayangin cara @kitty menganiaya LL* (doh)

  4. hehe.. maaf, don.. cuma kebetulan.. no hard feeling.. 😀

    mudah2an ini hanya cerita yah.. nggak ada dony or doni di luar sana yang seperti ini.. 😀

    bener yang lo bilang.. pria di bilang hebat dan kuat itu bukan karena bisa nyakitin cewek.. klo bisa menang dari cewek, itu banci namanya.. bukan cowok.. (worship)

  5. @212 : gak kebalik, pak??? (annoyed) bukannya wanita ingin di mengerti.. (music) itu karena para lelaki kurang memahami wanita.. buktinya… masih ada yang tidak bisa memperlakukan wanita dengan lembut dan semestinya.. *walaupun juga banyak wanita yang tidak bisa memperlakukan pria dengan semestinya*

    hmmm.. apa jangan2 kata2mu adalah ungkapan dari para pria yang kurang di pahami oleh para wanita?? (scenic)

  6. dulu pernah kejadian di kampung saya, kekerasan seperti itu, namun warga juga kompak, jika tidak segera rukun atau merubah kelakuan maka suami istri itu akan diusir dari kampung, entah gimana caranya, sembuh sebentar kumat lagi… ya diusir rame-ramelah orang itu, dan sekarang udah nggak ada kejadian itu lagi, tapi ya karena udah diusir ya.. gak boleh balik, itu mungkin salah satu kontrol sosial yang harus dikampanyekan pula…

  7. @ suryaden : bagus tuh klo bisa kayak gitu.. (thinking)

    tapi di banyak tempat, masyarakat pun kadang enggan mencampuri urusan keluarga seperti itu. lagipula kadang kita sendiri gak tau apa yang terjadi di dalam masing2 rumah tangga. terlalu ikut campur juga sulit. si istri sering kali menyembunyikan itu semua karena menganggapnya sebagai AIB dalam keluarga.. (okok) jadi harus di sembunyikan (ninja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *