gadis kecil dan sang hujan

Seorang gadis kecil berdiri di depan jendela dengan wajah sendu. matanya menatap kosong ke arah guyuran hujan yang jatuh membasahi bumi. Menatap pohon-pohon yang bermandikan air hujan. jalanan terlihat lengang. hanya satu dua orang yang berlari menerobos hujan dengan payung di tangan. semua memilih meringkuk di dalam rumah yang hangat dengan segelas minuman hangat dan gorengan pengganjal perut.

Gadis kecil itu terdiam membayangkan andai saja rumahnya bisa sehangat itu. gadis kecil menoleh ke dalam rumah. di lihatnya rumah besar yang kosong melompong. tidak ada tawa renyah disana. apa lagi segelas coklat hangat dan wangi pisang goreng panas kesukaannya di atas meja. gadis kecil itu menghela nafas panjang.

Tidak lama, terdengar suara celoteh dan tawa riang anak-anak kecil. gadis kecil itu buru-buru berlari ke jendela dan menatap keluar rumah. di lihatnya banyak anak-anak kecil sebayanya berlarian di tengah hujan. menari di bawah guyuran air. semua tampak riang gembira. mata gadis kecil itu langsung berbinar senang. harapan untuk bermain bersama tersirat di wajahnya. sesaat ingatannya melayang ke masa lalu, saat dia dan kakak laki-lakinya bermain air di taman rumah. ayah mereka menyemprotkan air dari selang membuat hujan buatan untuk mereka. gadis kecil dan kakak laki-lakinya berlarian kesana-kemari menyiramkan air ke ayah mereka. rumah itu penuh gelak tawa dan kebahagiaan. Hingga sang ibu datang membawakan handuk dan segelas susu hangat dan meminta mereka berhenti main air. Gadis kecil itu tersenyum mengingat itu semua.

Seorang anak laki-laki sebayanya menghampiri jendela rumah gadis kecil itu. “ayo main ujan-ujanan. seru tauu..” ujar anak itu yang tampak menggigil kedinginan di bawah hujan. gadis kecil hanya menggeleng dengan wajah sedih. “aku nggak boleh hujan-hujanan sama mama.. kalo mama tahu, aku bisa di marahin.. lagian bentar lagi papa ku pulang.. aku mau main sama papa aja”. anak laki-laki itu tertawa. “ah.. payah lo..” anak laki-laki itu kembali berlarian bersama teman-temannya. mereka tertawa gembira. gadis kecil itu hanya menatap dari balik jendela. dilema antara memuaskan keinginannya atau mematuhi kata-kata orang tuanya.

Gadis itu hanya berucap membesarkan hatinya “nggak usah main sama temen-temen deh.. sebentar lagi kan papa pulang.. aku bisa main sama papa..”

gadis kecil itu menunggu dan terus menunggu.. hingga dewasa pun dia masih terus menunggu…

.

18 Replies to “gadis kecil dan sang hujan”

  1. @suryaden : temen gue ada tuh yang rambutnya kayak gitu.. perlu spesial day untuk keramas.. soalnya seharian sendiri untuk keramas dan ngeringin rambut… :))

  2. Semoga gadis kecil dapat mengerti bahwa tidak semua keinginan dapat terwujud, dan kehangatan serta kebahagiaan yang pernah ada akan selalu menjadi kenangan indah yang mungkin tak akan pernah lagi dirasakan.

  3. Walau sang ayah tak pernah datang, tapi janganlah sedih, wahai gadis kecil… Karena Tuhan akan menggantinya dengan laki-laki yang jauh lebih baik. Dia akan selalu menjagamu dengan segenap hati dan jiwanya. Hanya Laki-laki terbaiklah yang berhak menjaga gadis kecil mu untuk selamanya dan tidak akan pernah mengecewakanmu…

    Ku berdoa semoga gadis kecil itu selalu dilimpahi kebahagiaan. Untuk selamanya… 🙂

  4. iya, pan..

    eh.. selamet yah.. komen lo barusan adalah komen ke 500 di blog gue yang ini.. =)) hadiahnya nraktir gue minum kopi.. ~O) hayooo.. pilih traktir kopi apa bakso.. :)) 😛

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *