zona nyaman

Setiap manusia selalu berusaha membentuk zona nyamannya sendiri.. dalam hidup ini pelan-pelan kita selalu berusaha membentuk itu.. mencari apa yang suka, melakukan hal-hal kecil yang membahagiakan.. mengatur ini itu sampai kita benar-benar nyaman.. kita membangun zona itu sampai kita bisa merasa aman, nyaman dan tentram.. sehingga muncul lah kebahagiaan disana.. ada yang menyebut zona nyaman ini sebagai kemapanan.. zona nyaman ini meliputi banyak hal.. bisa dari segi keuangan, cinta, tempat tinggal, atau apapun lah.

zona nyaman ini sesungguhnya adalah sesuatu yang biasa kita lakukan.. sesuatu yang sebenarnya tidak nyaman pun, tapi karena kondisi itu sudah diketahui, setiap hari dialami (terbiasa), ditoleransi, diterima, dan dirasa layak menurut mereka yang mengalami, maka jadilah ia sebuah zona nyaman. misalnya seorang pria lajang.. dia biasa hidup sendiri, bebas, walaupun banyak suka duka yang di alami.. tapi buat dia itu adalah sebuah kenyamanan.. mungkin beda lagi buat mereka yang sudah menikah.. zona nyaman mereka adalah pernikahan.. ya.. banyak contoh2 lainnya lah ya..

hmm.. gimanapun kondisinya.. Tapi apa yang terjadi saat kita di tantang untuk keluar dari zona nyaman itu.. berani kah kita? Tidak semua orang berani melakukannya.. tidak semua orang berani melepaskan kebahagiaan kenyamanan itu..

Pikiran yang muncul saat tantangan itu hadir adalah.. benarkan pilihan yang kita buat ini? begitu keluar dari zona ini, Akankah kenyamaan lain yang akan kita dapatkan? Ataukan sebuah ketidaknyamanan?? Hmm.. entah.. tidak ada orang yang tahu dengan pasti.. seperti contoh tadi.. definisi kenyamanan tiap orang tentunya jadi berbeda-beda.. dan ini tidak melulu soal terpenuhinya kebutuhan.. tapi masalah pilihan.. pilihan dari cara hidup.. ada orang yang bahagia dengan bergelimang harta.. ada yang bahagia dengan hidup sejahtera asalkan penuh cinta.. tapi ada juga yang memilih untuk hidup bebas tanpa ikatan.. semua punya kenyamanan masing2 bukan?? dan yang terpenting, selalu ada konsekuensi dari itu semua.. 🙂

sesungguhnya saya salut dengan mereka yang menyebut diri mereka anti kemapanan.. aku lebih suka menyebut mereka masokis.. mereka suka sekali menyakiti dirinya sendiri.. 😛 tapi dengan begitu mereka jadi lebih maju.. seberapa sedikitpun kemajuan yang mereka buat, tapi hidup mereka dinamis.. 

ada banyak teori soal tetap tinggal zona nyaman ini.. ada teori yang pro, ada juga yang kontra.. tergantung pilihan masing-masing.. 

kadang pertanyaan yang sering timbul adalah apakah keluar dari zona nyaman itu membuat seseorang jadi lebih maju? apakah mereka selalu menjadi lebih baik setelah keluar dari zona nyaman mereka? hmmm.. banyak yang menganggapnya IYA.. jujur.. butuh banyak keberanian untuk melakukannya.. 

kadang tidak hanya butuh keberanian untuk melakukannya.. semakin orang dewasa ada banyak hal yang perlu di pertimbangkan sebelum kita mengambil keputusan.. seperti keluarga, salah satunya.. kenyamanan kita pastinya berdampak pada keluarga.. apa lagi buat mereka yang menanggung keluarga.. saat kita keluar dari zona nyaman itu, tentunya mereka akan ikut terkena dampak dari itu semua.. tapi.. tanpa itu, kita gak akan pernah maju.. sebuah dilema bukan?

 

Beranikah kalian keluar dari zona nyaman kalian? o:-)

 

 

18 Replies to “zona nyaman”

  1. meninggalkan zona nyaman berarti siap untuk kehilangan. Yang menjadi masalah adalah bukan diri kita sendiri sebenarnya, tetapi orang2 disekitar kita. Mau keluar dari zona nyaman? gampang kok, tumbuhkan dengan subur rasa egois mu, matikan rasa pedulimu dengan apa pun yg ada disekitarmu.

  2. umm.. setuju dengan dua komen diatas deh.
    saya lebih seneng maen safe. meski mungkin ndak bisa banyak berkembang karena gak mau keluar dari comfort zone ku

  3. anti kemapanan tidak berarti anti kenyamanan…

    rasa nyaman tidak dibentuk melalui zona-zona nyaman yang dibentuk oleh faktor eksternal yang kadangkala artifisial dan semu…

    rasa nyaman harus muncul dari dalam -internal- diri, bukan dibentuk dari luar…

    rasa nyaman hanya bisa muncul dari dalam diri ketika kita bisa berdamai dan merasa nyaman dengan diri kita sendiri…

    itempoeti´s last blog post..Politik Layangan Putus

  4. terkadang untuk mencapai suatu keberhasilan dari yang sudah didapat harus dengan cara meninggalkan zona nyaman itu.

    namun sebelum meninggalkan zona nyaman ini yg perlu di perhatikan adalah prospek yang di dapet dari zona baru itu..

    bagi yang sudah berkeluarga kayaknya mesti mikir dua kali untuk meninggalkan zona nyaman nya

    nice post
    (worship)

    galuharya´s last blog post..Si Culun di sarang Siluman

  5. Analogi orang yang takut dan berani naik gunung mungkin bisa digunakan untuk membandingkannya. Orang yang takut dan comfy berada di dataran rendah dia akan sibuk menghibur dirinya sendiri bahwa naik gunung itu berbahaya, cape-capein dsb.

    Tapi buat si pendaki gunung, prosesi menaklukkan sebuah gunung, keharuan ketika berada di `atap-atap` dunia akan lebih mendekatkan dirinya akan hakiki kehidupan… bahwa hidup itu harus diperjuangkan hehe..

    dhodie´s last blog post..Sebuah Percakapan dengan ABG Pagi Ini

  6. move ur cheese
    jangan kelamaan di zona nyaman :p, ketika kita terus berada di sana sesungguhnya kita sudah membuang banyak kesempatan untuk sebenarnya mendapatkan yang lebih baik lagi

    oh ya satu lagi
    semua hal itu berubah, yang tetap itu hanya perubahan
    so .. kenapa takut untuk berubah 😀

    dony´s last blog post..[memulai] tanya tentang hidup

  7. setiap orang punya zona nyaman masing2. Keluar berarti dia mau mengambil resiko untuk tidak nyaman lagi, pertanyaannya adalah “apakah berharga untuk mencapainya?”

    tapi jarang kok ada yg mo kluar zona nyaman. hahaha

  8. nyaman atau tidak nyaman adalah cobaan, seperti halnya nikmat dan musibah.

    dan pasti akan datang waktunya yg nyaman jadi gak nyaman juga sebaliknya.

    selama yang nyaman dan yang tidak nyaman itu membuat manusia jadi kuat dan tangguh, mungkin tidak ada masalah bila kita bertahan di dalamnya atau berniat keluar darinya.

  9. comfort zone is not a perfect life, namun tingkat kepuasan hidup orang memang berbeda-beda, meski nyaman mereka akan mencoba tantangan baru meski dalam ruang dan aras yang lain… pasti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *