mercusuar

Bermiliyar-milyar butir pasir terhampar di sebuah panjang yang luas.. suasana terlihat sepi di malam hari.. keceriaan dan keriangan di suang hari hilang, di bawa matahari yang tenggelam di ufuk barat.. 

tinggallah Sang rembulan yang menerangi malam dengan sinarnya yang lembut… suasana gelap dan cahaya rembulan yang redup, membuat para nelayan yang belajar sering kali menabrak batu karang di sekitar pantai…

Di bangunlah sebuah mercusuar yang tinggi dan megah. semua memujanya.. mengaguminya.. berterima kasih kepadanya karena telah membantu dan menjadi inspirasi banyak orang..

Namun tidak ada yang tahu bahwa mercusuar itu juga menjadi simbol kesepian.. kesendirian.. dia di bangun di atas tanah berpasir yang setiap saat dan setiap hari di terjang air laut.. sosok tegar yang terlihat dari luar, sesungguhnya rapuh di dasar dan berisi kesepian.. apa yang terlihat di luar tidak selalu sama dengan yang terlihat di dalam, bukan?

sampai kapan kah mercusuar itu bertahan? entahlah.. mungkin tidak lama… toh tidak ada yang abadi di dunia ini….

 

*sejak di temukannya GPS, jumlah mercusuar menurun drastis.*

 

 

6 Replies to “mercusuar”

  1. mata bisa menipu. dari jauh semua bisa terlihat jauh lebih indah dan menawan. namun saat semua hadir di depan mata, semua tampak berbeda. sama seperti gunung dan bulan yang tampak indah, ternyata saat di datangi, sangat berbeda kan? tidak ada yang sempurna. mercusuar yang tampak tegar pun punya kelemahan. namun bukan berarti mercusuar itu menjadi sia-sia. ada tujuan mengapa dia berdiri disana 🙂

    dont give up ok?

  2. @ Soekenthier : halah, om kenthier.. tapi sepakat sih.. cukup satu matahari aja.. jangan buka cabang lagi.. PUANAS POOOOLL!!!!

    @ pemerhati mercusuar : thank you… i’ll try to.. 😉

    @ LuxMan : nah itu dia, man.. sayang aja klo jumlah mercusuar di indonesia jd berkurang drastis cuma gara2 banyak yg udah punya GPS. mestinya juga di pikirin nasib nelayan2 lokal yang kadang gak mampu melaut gara2 harga bahan bakar langka atau harganya jadi selangit.. #:-s

  3. sendiri tak berarti mati, kadang kita sendiri kurang bisa memahami makna dari suatu kesendirian… kadang, memang sendiri yang bisa membuat sesuatu bermakna… bukan lagi mercusuar kalau disekelilingnya ada bangunan2 lain yang tinggi…. *merusak karya sastra postingan diatas… wakakakaka*

    salam kenal aja deh, maklum, saya perusak postingan orang… wakakakka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *