Bermiliyar-milyar butir pasir terhampar di sebuah panjang yang luas.. suasana terlihat sepi di malam hari.. keceriaan dan keriangan di suang hari hilang, di bawa matahari yang tenggelam di ufuk barat..

tinggallah Sang rembulan yang menerangi malam dengan sinarnya yang lembut… suasana gelap dan cahaya rembulan yang redup, membuat para nelayan yang belajar sering kali menabrak batu karang di sekitar pantai…
Di bangunlah sebuah mercusuar yang tinggi dan megah. semua memujanya.. mengaguminya.. berterima kasih kepadanya karena telah membantu dan menjadi inspirasi banyak orang..
Namun tidak ada yang tahu bahwa mercusuar itu juga menjadi simbol kesepian.. kesendirian.. dia di bangun di atas tanah berpasir yang setiap saat dan setiap hari di terjang air laut.. sosok tegar yang terlihat dari luar, sesungguhnya rapuh di dasar dan berisi kesepian.. apa yang terlihat di luar tidak selalu sama dengan yang terlihat di dalam, bukan?
sampai kapan kah mercusuar itu bertahan? entahlah.. mungkin tidak lama… toh tidak ada yang abadi di dunia ini….
*sejak di temukannya GPS, jumlah mercusuar menurun drastis.*



