money can change everyone

nggak percaya? coba aja liat sekeliling.. ๐Ÿ˜€

banyak orang yg berubah karena uang.. gaya hidup.. pola pikir.. tindakan.. kebiasaa.. banyak hal.. sering kali harta bisa menjerumuskan orang hingga tergelincir ke jalan yang salah.. karena kaget.. karena nggak siap menghadapi sesuatu yang berbeda dari apa yang biasa di alaminya..

orang yang tadinya miskin, kaya mendadak bisa jadi menghambur-hamburkannya untuk sesuatu yang percuma bahkan cenderung melakukan dosa.. dengan uang berlebih orang punya akses lebih untuk menikmati fasilitas-fasilitas yang nggak pernah di rasakan sebelumnya.. kalau biasanya nggak punya uang, di saat senggang dia duduk manis di rumah, sekarang ketika dia memiliki uang berlebih dia pergi ke tempat-tempat dimana dia bisa menikmati apa yg dia sebut “surga dunia”. ntah berbelanja.. bisa makanan, pakaian, banyak juga yang menghabiskan waktu dan uang mereka untukย clubbing atau bahkan sampai urusan xxx. yang kadang semua itu menghancurkan apa yang sudah dia miliki.. misalnya pekerjaan, keharmonisan keluarga atau bahkan kepribadian..ย 

tidak hanya perubahan dari tidak berpunya menjadi berpunya.. begitu pula sebaliknya.. orang yang biasanya berpunya.. memiliki banyak hal… biasa menikmati segala macam fasilitas menurut kemampuannya, saat tiba-tiba tidak berpunya, dia menjadi labil dan bahkan tidak bisa menerima kenyataan.. ada yang menggunakan jalan singkat untuk tetap berada di tingkat ekonomi sosial yang sama.. memaksakan diri dengan berbagai cara agar masih bisa terus menikmati kenikmatan dunia yang semu itu.. ada pula yang tidak bisa menerima kenyataan bahkan malah memilih untuk menghakhiri penderitaannya itu.. (aaah.. itu sebuah bodoh ku rasa.. terlalu mudah menyerah..)ย 

hmm.. jadi.. harus gimana? terus berpunya atau terus tidak berpunya?ย 

ku rasa sesungguhnya bukan masalah berpunya atau tidak berpunya.. tapi bagaimana kita bisa melihat hidup.. bagaimana tetap bisa hidup bersahaja.. nggak masalah mereka punya uang atau nggak punya uang.. nyaris gak ada bedanya… jadi inget sinetron “keluarga cemara”, sebuah sinetron tentang seorang pengusaha kaya yang kehilangan seluruh kekayaannya dan akhirnya menjadi seorang penarik becak (klo gak salah ๐Ÿ˜€ ) telah hidup menjadi orang miskin, tapi si abah dan keluarganya tetap tabah menjalani hidup.. di salah satu episode dimana dia sempat kembali menjadi orang kaya, Ara (cemara) dan keluarganya tetap hidup bersahaja sampai akhirnya kekayaan mereka di ambil lagi.. *ahh.. gue kangen sinetron kayak gitu*ย 

walaupun masih ada orang seperti itu, tapi rasanya jarang.. hmm.. IMHO, kayaknya orang-orang seperti itu biasanya adalah mereka yang sudah banyak makan asam garam kehidupan.. setidaknya pernah merasakan susah..ย 

mudah-mudahan kita bisa selalu menjadi orang yang bersahaja seperti itu.. *gue sendiri masih berusaha keras untuk bisa seperti itu ^:)^*

12 Replies to “money can change everyone”

  1. @ mantankyai : waduhhh.. ada yg lebih ahli soal urusan dosa.. jadi malu ih.. gak berani ngomong soal dosa lagi deh..bukan ahlinya.. ๐Ÿ˜› urusan dosa.. mari kita serahkan semua pada mantan kyai.. ๐Ÿ˜› :))

  2. sepakat luv.. hehe.. beruntung gw masih memegang teguh dasa darma pramuka, sila yg ke tujuh.. “hemat, cermat, dan bersahaja” bersahaja itu ternyata enak lho..
    yg penting adalah bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang sekarang kita miliki, tanpa harus ngoyo melakukan sesuatu di luar kemampuan, apalagi kewajaran. serta menjaga nikmat tersebut di jalan yg bermanfaat. ๐Ÿ˜‰

  3. fie..
    kok kaya yg kita oborlin di The buffet kmrn yah ๐Ÿ˜›

    menurut gwe money can change everyone..
    but the change is not always bad lho..
    at least i hoped

    emg sih perubahan bagus tuh jarang keliatan , perubahan buruk yg sering kliatan

    and keluarga cemara?? Itu bukan cerminan kenyataan, itu cuman rekaan !!
    gwe ga rela HIDUP MISKIN LAGE !!!

    heuheuh :p

  4. “mudah-mudahan kita bisa selalu menjadi orang yang bersahaja seperti itu.. *gue sendiri masih berusaha keras untuk bisa seperti itu”

    cihuiii….berarti luvi dah ‘berpunya’ (sori vid, saya juga gak ngikut kaidah apa itu tadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *