bye-bye ramadhan..

Setiap datang hari raya idul fitri, semua orang tampak menyambutnya dengan suka cita, sebulan sebelum hari itu datang kita yang merayakan sibuk mempersiapkan datangnya puasa.. sehari sebelum puasa, semua sibuk bersilaturahmi via sms, YM, tlp, dll. Untuk meminta maaf atas semua salah yang ada, sebelum memasuki datangnya bulan ramadhan..

Selama sebulan itu, banyak sekali undangan dan pengadaan buka puasa bersama dan menjadi ajang silaturahmi dan kangen2an dengan teman2 yang sudah lama tidak bertemu..

Mulai memasuki minggu ketiga puasa, orang2 mulai sibuk mempersiapkan segala persiapan menjelang hari raya idul fitri. Ada yang sibuk bikin kue, sibuk pulang kampung, dll..

Saya begitu terheran-heran dengan usaha begitu banyak orang dalam rangka menyambut hari raya ini.. perputaran uang begitu cepat… Mendadak teori ekonomi itu melintas di kepala saya… kecepatan berputaran uang, volume uang yang beredar, harga-harga.. arrghh.. semua mendadak meningkat tajam menjelang hari raya..

Semua seperti lingkaran setan yang tidak berujung. Semua orang khilaf.. kalap mencari dan menghamburkan uang dalam waktu sekejap.. semua berharap tunjangan hari raya dan ketika di terima, uang itu habis saja dalam sekejap untuk membeli ini itu.. memberi beberapa potong baju, membeli kue-kue, dan yang lain yang semuanya serba duniawi..

Heran rasanya melihat lebaran dengan semua serba baru.. toh Rasullah tidak menyuruh kita begitu… masihkah ahlak dan ketebalan keyakinan menjadi hal yang di utamakan ketika bulan ramadhan berakhir..

Saat ramadhan semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan.. berlomba-lomba berbagi dengan orang lain.. Akankah segala kebaikan di bulan ramadhan itu berakhir dengan berakhirnya ramadhan?? Akankah kita semua masih mau mengundang orang-orang untuk bersantap di rumah kita walau bukan bulan ramadhan? Masih kah kita mau membagi2kan makanan di tengah malam untuk para gelandangan yang kelaparan di waktu bukan bulan ramadhan? Masihkah kita berhenti melakukan dosa-dosa kecil seperti bohong, ghibah (gossip), iri, marah-marah dll, saat ramadhan ini sudah berakhir? Atau kita akhirnya kembali bergelimang dosa seperti sebelumnya?

 

Entahlah.. aku pun tak tahu jawabnya.. menjadi manusia yang baik rasanya memang sulit.. aku pun belum bisa di bilang orang baik.. hmm.. apa mendingan jadi orang jahat sekalian aja, ya?? Sepertinya seru juga, menjadi orang jahat.. hihihihi..

 

 

Buat semuanya.. walaupun terlambat.. mohon maaf lahir bathin.. semoga kita selalu bisa memperbaiki diri dan menjadi orang yang tidak bosan-bosan berbuat baik pada orang lain.. ^_^

 

5 Replies to “bye-bye ramadhan..”

  1. Amiiiiiinnn. Semoga gak larut dalam fenomena instan seperti yang lo tulis ya vie. Ayo makan di rumah, hari ini nyokap mau masak sayur asem, goreng ayam, tempe, ikan asin japu, dan sambal terasi. Nyam.

  2. Indah tidak harus mewah, meriah tidak harus hurahura. Herannya banyak yg menjadikan bulan ramadhan sebagai ajang pamer kekayaan dan mengeruk keuntungan untuk mengisi pundi2 uangnya.

    @mbak dian
    aku diundang ga mbak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *